Sebar Ketakutan Menlu AS Jelang Habisnya Embargo Senjata Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i82625-sebar_ketakutan_menlu_as_jelang_habisnya_embargo_senjata_iran
Salah satu isi penting kesepakatan nuklir JCPOA, dan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB adalah pencabutan embargo senjata Iran, lima tahun pasca implementasi kesepakatan ini. Karena embargo senjata Iran akan berakhir Oktober 2020, Amerika Serikat melipatgandakan upayanya mencegah hal ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 24, 2020 14:31 Asia/Jakarta
  • jet tempur Rusia, Su-30
    jet tempur Rusia, Su-30

Salah satu isi penting kesepakatan nuklir JCPOA, dan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB adalah pencabutan embargo senjata Iran, lima tahun pasca implementasi kesepakatan ini. Karena embargo senjata Iran akan berakhir Oktober 2020, Amerika Serikat melipatgandakan upayanya mencegah hal ini.

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo, Selasa (23/6/2020) mengklaim setelah embargo senjata Iran berakhir pada Oktober 2020, Tehran akan membeli persenjataan Rusia dan Cina, dan Eropa serta Asia akan menjadi sasaran serangan Iran.

Pompeo di laman Twitternya menulis, jika embargo senjata Iran berakhir pada Oktober 2020, negara ini bisa membeli jet tempur seperti Sukhoi Su-30, Rusia, dan Chengdu J-10, Cina. Dengan jet-jet tempur ini, Asia dan Eropa bisa terseret ke perang Iran, dan Amerika tidak akan pernah membiarkan hal ini terjadi.

Hal yang perlu digarisbawahi dari statemen Pompeo ini adalah daya tempuh jet tempur tersebut yang bisa mencapai sebagian besar wilayah Eropa dan Asia. Di sini jelas Menlu Amerika tidak bisa membedakan antara daya tempuh maksimal jet tempur, dengan radius operasionalnya, dan jika bersandar pada klaim Pompeo maka jet tempur itu menjalankan tugas tanpa harus kembali.

Meski pernyataan tersebut dikeluarkan Menlu Amerika sebagai persiapan propaganda anti-Iran dengan cara meningkatkan isu Iranfobia sebelum sidang Dewan Keamanan PBB yang akan membahas draf resolusi prakarsa Amerika untuk memperpanjang embargo senjata Iran, namun manuver ini justru tampak konyol, dan klaim serangan Iran ke Eropa menggunakan jet tempur, padahal di sana ada angkatan udara NATO, bahkan pasukan Amerika sendiri, malah seperti menghina dan mengolok-olok kemampuan militer mereka sendiri.

Masalah ini jugalah yang menjadi perhatian Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. Ia mengatakan, Pompeo sudah sedemikian putus asanya dalam menyesatkan dunia sehingga mengklaim bulan Oktober 2020 mendatang, Iran akan membeli jet tempur, kemudian terbang melebihi daya tempuh sekali jalannya, mungkin ia bahkan bisa mengatakan kepada kita bagaimana jet tempur itu kembali ke Iran meski kehabisan bahan bakar.

Tampaknya Washington tidak terlalu optimis upayanya untuk mencegah pencabutan embargo senjata Iran akan berhasil, sehingga untuk meyakinkan negara-negara anggota DK PBB terpaksa mengeluarkan klaim-klaim yang semua orang tahu bahwa itu salah, dan  menjadi bahan olok-olok.

DK PBB menggelar sidang pertama terkait draf usulan Amerika untuk memperpanjang embargo senjata Iran pada hari Rabu (24/6), dan sejak hari Senin (22/6) Amerika sudah membagikan draf resolusi usulannya itu kepada 15 anggota DK PBB. Resolusi prakarsa Amerika ini menuntut pelarangan penjualan, penawaran atau pemindahan senjata atau produk terkait oleh Iran.

Resolusi ini juga melarang negara-negara dunia untuk menjual, menawarkan atau memindahkan senjata serta produk terkait lainnya ke Iran, kecuali jika disetujui komite di DK PBB. Cina dan Rusia sebagai anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto, sudah mengumumkan penolakannya terhadap draf usulan Amerika tersebut.

Amerika dengan klaim bahwa sampai saat ini berdasarkan resolusi 2231 ia masih anggota JCPOA, mengancam akan menggunakan "Mekanisme Pemicu" untuk mengembalikan sanksi PBB. Namun anggota kelompok 4+1 menolak pengakuan Amerika bahwa negara itu masih anggota JCPOA.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina menegaskan, Amerika sudah keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA, dan sama sekali tidak punya hak untuk mendesak DK PBB mengembalikan sanksi atas Iran. (HS)