Analis Republikan: Kondisi Trump dalam Pemilu Rapuh
-
Donald Trump, Presiden AS
Seorang mantan penasihat Partai Republik AS mengatakan kepada IRNA pada hari Sabtu bahwa dengan protes yang terus berlanjut, kondisi Presiden AS Donald Trump rapuh, meskipun terlalu dini untuk menyebutnya sebagai pecundang dalam pemilihan November.
Berbicara kepada IRNA pada hari Sabtu (05/09/2020) tentang situasi umum Presiden Donald Trump dan prospek terpilihnya kembali, James George Jatras, mantan analis Partai Republik dan penasihat Senat AS, mengatakan bahwa pembagian suara negara bagian adalah situasi yang buruk bagi Trump dalam pemilu presiden tiga November.
"Situasi Trump sangat rapuh di negara-negara bagian utama seperti Wisconsin, Florida, Ohio atau Michigan," ungkap Jatras.
Merujuk pada jajak pendapat 2016 yang mengatakan Hillary Clinton akan menjadi presiden, Jatras mengatakan, seharusnya tidak disimpulkan dari jajak pendapat dan gelombang propaganda tentang situasi politik presiden Amerika dalam opini publik, bahwa urusan Trump sudah berakhir.
Ini terjadi pada saat Joe Biden, kandidat Demokrat dalam pemilihan presiden AS dan lawan Trump dalam pemilihan, masih memimpin dalam berbagai jajak pendapat.
Kinerja buruk Trump melawan virus Corona, dan dukungannya untuk menekan demonstrasi anti-rasis, telah banyak dikritik.