Rusia Tetap Laksanakan Perjanjian Open Skies Meskipun Tanpa AS
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov mengatakan bahwa Moskow menekankan implementasi penuh Perjanjian Open Skies (OST) pada tahun 2021 meskipun ada tantangan baru dan tindakan destruktif yang dilakukan oleh beberapa pihak dalam perjanjian ini.
"Kesuksesan distribusi kuota aktif untuk penerbangan observasi pada 2021 membuktikan minat dari negara-negara anggota OST untuk melanjutkan pelaksanaan perjanjian itu," ujarnya seperti dikutip Sputnik, Sabtu (10/10/2020).
Menurut Ryabkov, keputusan Washington keluar dari Perjanjian Open Skies telah menyebabkan kerusakan serius pada keamanan Eropa.
Perjanjian Open Skies adalah sebuah kesepakatan antara 34 negara yang memungkinkan penerbangan pesawat pengintai di atas wilayah negara-negara anggota.
Pemerintah AS kemudian memutuskan keluar dari perjanjian tersebut dengan alasan adanya pelanggaran oleh Rusia. Namun Moskow membantah tuduhan itu. (RM)