Jutaan Perempuan di Dunia Menjadi Korban Perbudakan Modern
https://parstoday.ir/id/news/world-i86129-jutaan_perempuan_di_dunia_menjadi_korban_perbudakan_modern
Sebuah laporan baru memperkirakan bahwa 29 juta perempuan dan wanita menjadi korban perbudakan modern, dieksploitasi oleh praktik-praktik termasuk kerja paksa, kawin paksa, dan jeratan hutang.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 11, 2020 10:33 Asia/Jakarta
  • Aksi protes menolak perbudakan di London pada Oktober 2017.
    Aksi protes menolak perbudakan di London pada Oktober 2017.

Sebuah laporan baru memperkirakan bahwa 29 juta perempuan dan wanita menjadi korban perbudakan modern, dieksploitasi oleh praktik-praktik termasuk kerja paksa, kawin paksa, dan jeratan hutang.

Seperti dilaporkan IRNA, Sabtu (10/10/2020), Grace Forrest, salah satu pendiri organisasi anti-perbudakan Walk Free, mengatakan satu dari setiap 130 perempuan dan wanita hidup dalam perbudakan modern saat ini, angka ini lebih banyak daripada populasi Australia.

"Faktanya adalah bahwa ada lebih banyak orang yang hidup dalam perbudakan saat ini daripada waktu lainnya dalam sejarah manusia," ujarnya dalam konferensi pers PBB.

Organisasi Walk Free mendefinisikan perbudakan modern sebagai penghapusan sistematis terhadap kebebasan seseorang, di mana satu orang dieksploitasi oleh orang lain untuk keuntungan pribadi atau finansial.

Forrest menuturkan bahwa Walk Free dan program PBB, Every Woman Every Child telah meluncurkan kampanye global untuk menuntut tindakan menghapus perbudakan modern.

Kampanye tersebut mendesak diakhirinya pernikahan anak dan pernikahan paksa, yang belum dianggap kriminal oleh 136 negara. (RM)