Permintaan kepada Biden untuk Mengakhiri Keterlibatan AS dalam Perang Yaman
https://parstoday.ir/id/news/world-i87928-permintaan_kepada_biden_untuk_mengakhiri_keterlibatan_as_dalam_perang_yaman
Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perang Yaman, yang telah dilancarkan oleh koalisi Saudi sejak Maret 2015, dengan memberikan berbagai bantuan logistik, intelijen, dan tempur kepada pasukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Hal ini menimbulkan kecaman keras dari organisasi hak asasi manusia.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Des 05, 2020 05:50 Asia/Jakarta

Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perang Yaman, yang telah dilancarkan oleh koalisi Saudi sejak Maret 2015, dengan memberikan berbagai bantuan logistik, intelijen, dan tempur kepada pasukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Hal ini menimbulkan kecaman keras dari organisasi hak asasi manusia.

Dalam sebuah surat bersama kepada Joe Biden, "presiden terpilih" dari lebih dari 80 organisasi hak asasi manusia, bantuan kemanusiaan dan kebijakan luar negeri AS memintanya untuk mengakhiri dukungan Washington bagi perang di Yaman. Mereka juga mendesak Biden untuk menghentikan dukungan AS untuk perang "memalukan" koalisi Saudi di Yaman sebagai "prioritas" pemerintahnya, mengingat bantuan pemerintah Trump yang terus meningkat ke Arab Saudi, meskipun ada peringatan internasional tentang bencana kemanusiaan di Yaman.

Serangan udara koalisi agresor Saudi di Yaman

Surat itu disampaikan ketika Biden menjelaskan dalam kampanye utama Demokrat untuk pemilihan presiden 2020 bahwa ia akan mengakhiri penjualan senjata AS ke Arab Saudi sebagai sikapnya terhadap perang Yaman. Biden telah berbicara menentang penghentian penjualan senjata ke Arab Saudi, ketika dukungan Washington untuk koalisi pimpinan Saudi dalam perang Yaman dimulai dengan pemerintahan Demokrat AS sebelumnya, di mana ia menjabat sebagai wakil presiden, dan terus berlanjut di bawah pemerintahan Trump dari Partai Republik. Untuk alasan ini, sekarang klaim Biden dalam hal ini diragukan sepenuhnya.

Tidak ada keraguan bahwa kelanjutan perang di Yaman oleh koalisi Saudi tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan dan dukungan terbuka dan terselubung dari Barat, terutama Amerika Serikat. Itulah sebabnya organisasi hak asasi manusia telah berulang kali menyatakan bahwa negara-negara Barat harus memprioritaskan kehidupan jutaan warga sipil Yaman serta kewajiban hukum mereka, daripada keuntungan dari penjualan senjata.

Sementara itu, berbagai laporan menunjukkan semakin memburuknya kondisi rakyat Yaman. Program Pangan Dunia PBB (WFP) telah mengeluarkan pernyataan yang menekankan bahwa jutaan orang di Yaman berada di ambang kelaparan baru. Jumlah orang tanpa ketahanan pangan di Yaman diperkirakan akan meningkat dari 3,6 juta menjadi 5 juta pada paruh pertama tahun 2021.

Menurut David Bisley, Direktur Program Pangan Dunia, statistik ini harus menyadarkan masyarakat internasional.

Padahal, jika banjir beragam peralatan militer dan amunisi tidak dikirim oleh Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa seperti Prancis, Inggris, Jerman, dan Italia, maka koalisi Saudi-Emirat tidak akan bisa melanjutkan perang brutal saat ini terhadap rakyat Yaman, yang menurut PBB berakibat munculnya salah satu bencana kemanusiaan terbesar di abad ke-21.

Menurut pakar politik Barbara Valey, Amerika Serikat dan Inggris bertanggung jawab atas bencana perang dan kejahatan perang di Yaman.

Senjata Amerika Serikat

Koalisi agresor Saudi menggunakan senjata Amerika dan Eropa secara ekstensif untuk serangan berulang dan destruktif terhadap rakyat Yaman dan penghancuran infrastruktur serta pembunuhan warga sipil Yaman. Jika pemerintah Biden yang baru benar-benar tulus dan serius menghentikan perang di Yaman, maka akan menolak untuk terus menjual senjata kepada Saudi dan Emirat sehingga mereka tidak dapat melanjutkan tindakan perang mereka di Yaman. Namun, kepentingan perusahaan senjata AS bergantung pada kelanjutan perang brutal koalisi Saudi di Yaman, dan mereka memiliki lobi yang kuat di Kongres dan struktur pemerintahan AS untuk terus menjual senjata ke Saudi dan UEA.