Pesan Haji Rahbar 1439 Hijriah
https://parstoday.ir/id/radio/iran-i61101-pesan_haji_rahbar_1439_hijriah
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pesan haji tahun ini mengatakan:
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Aug 20, 2018 17:37 Asia/Jakarta

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pesan haji tahun ini mengatakan:

بسم الله الرّحمن الرّحیم

والحمدلله والصّلاة علی رسوله المصطفی و آله الاطهار الابرار و صحبه الاخیار. قال الله تعالی: وَ اَذِّن فِی النّاسِ بِالحَجِّ یَأتوکَ رِجالًا وَ عَلی کُلِّ ضامِرٍ یَأتینَ مِن کُلِّ فَجٍّ عَمیقٍ؛ لِیَشهَدوا مَنافِعَ لَهُم وَ یَذکُرُوا اسمَ اللهِ فی اَیّامٍ مَعلومات.[1]

Melodi langit ini senantiasa menyeru hati manusia, dan dari puncak semua abad dan periode, mengundang umat manusia untuk berkumpul pada poros Tauhid. Seluruh umat manusia adalah penerima pesan seruan Ibrahim ini dan berbangga atasnya; meski ada telinga-telinga yang tidak mendengarnya dan hati-hati yang terhalang darinya karena tabir kealpaan dan kejahilan, dan meski ada orang-orang yang tidak mempersiapkan kelayakan dirinya untuk memenuhi undangan global dan permanen itu dan atau yang dengan berbagai alasan belum diberi kesempatan.

Sekarang kalian berkesempatan dan melangkah di zona aman sebagai tamu Baitullah. Arafah, Masy'ar, Mina, Safa, Marwah, Baitullah, Masjidul Haram dan Masjid al-Nabi, setiap tempat manasik dan masya'ir, semuanya merupakan penggalan dari mata rantai maknawi dan mikraj ruh para hujjaj yang mengetahui nilai berkah ini dan memanfaatkannya untuk menyucikan diri serta mengumpulkan bekal untuk sisa hidupnya.

Poin penting yang membuat setiap manusia pemikir merasa ingin tahu dan sensitif, adalah penetapan lokasi perjamuan permanen untuk seluruh umat manusia dan semua generasi di sepanjang masa, di satu titik yang telah ditetapkan dan pada durasi waktu yang sama. Kesatuan tempat dan lokasi itu merupakan di antara rahasia utama dalam kewajiban haji. Tidak diragukan lagi salah satu di antara bukti terunggul untuk;

«لِیَشهَدوا مَنافِعَ لَهُم»

Adalah pertemuan tahunan seluruh umat Islam di sisi Baitullah. Ini adalah kunci persatuan Islam dan simbol pembentukan umat Islam yang harus berada di bawah naungan Baitullah. Baitullah adalah miliki semua; 

سَواءً العاکِفُ فیهِ وَ الباد[2]

Haji, di tempat dan pada durasi waktu ini, selalu dan setiap tahun, menyeru umat Muslim untuk bersatu dengan menggunakan bahasa yang lantang dan logika yang jelas. Dan ini adalah titik yang bertentangan dengan keinginan musuh Islam yang pada setiap periode khususnya di era saat ini, mereka telah mendorong umat Islam membentuk formasi untuk saling berhadapan dan sedang melakukannya. Sekarang saksikan perilaku Amerika Serikat yang arogan dan kriminal! Politik utamanya di hadapan Islam dan umat Islam adalah pengobaran perang. Harapan dan upaya bengisnya adalah pembunuhan di antara umat Islam. Menggiring orang-orang zalim menyerang manusia-manusia tertindas, mendukung kubu zalim, menumpas kelompok mazlum secara beringas melalui kelompok zalim, dan secara berkesinambungan mengobarkan api fitnah mengerikan ini. Umat Islam harus waspada dan menggagalkan politik setan tersebut. Haji mendasari kewaspadaan tersebut, dan inilah filosofi di balik [manasik] bara'ah (lepas tangan) dari kaum musyrikin dan mustakbirin dalam haji.

Mengingat Allah Swt adalah ruh haji. Dalam setiap kondisi mari kita memberikan kehidupan dan keceriaan pada hati melalui hujan rahmat ini, kita dan menanamkan tawakal dan kepercayaan kepada-Nya dalam hati kita sebagai pokok dan sumber kekuatan, kemuliaan, keadilan dan keindahan. Ketika itu kita akan mengalahkan musuh.

Para hujjaj yang mulia! Jangan kalian lupakan doa untuk umat Islam dan orang-orang tertindas di Suriah, Irak, Palestina, Afghanistan, Yaman, Bahrain, Libya, Pakistan, Kashmir, Myanmar dan berbagai tempat lain, serta mintalah terpotongnya tangan Amerika Serikat dan kaum arogan serta antek-antek mereka.

Wassalamulaikum warahmatullah

Sayyid Ali Khamenei


[1] Surat Haj ayat 28: "Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir."

[2] Surat Haj ayat 25: "...baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir (musafir) adalah sama."