Menelisik Pameran Buku Internasional Tehran ke-32
-
Pameran buku internasional Tehran ke-32
Pameran Buku Internasional Tehran ke-32 kembali digelar yang dimulai sejak 24 April hingga 4 Mei dengan mengusung slogan "Membaca adalah kekuatan".
Pameran buku internasional Tehran adalah pameran buku tahunan yang diadakan setiap akhir April hingga awal Mei. Salah satu even budaya terbesar di Iran ini pertama kali digelar tahun 1366 Hs atau 1987. Sejak itu, pameran buku ini telah menarik jutaan orang yang antusias dengan buku, dan perkembangan buku di Iran dan dunia.
Pameran buku Tehran menjadi sarana yang baik bagi orang-orang untuk membeli buku, maupun menyediakan sumber akademik untuk perpustakaan, sekaligus mendorong pertumbuhan industri penerbitan.
Selain itu, berbagai program diselenggarakan bekerja sama dengan organisasi pemerintah dan non-pemerintah untuk meramaikan pameran tersebut. Tahun ini, ada sekitar 4.400 penerbit dengan 300.000 judul di bagian domestik dan 800 penerbit asing dengan sekitar 137.000 judul buku di bagian internasional. Sebanyak 150 penerbit, yang terdiri dari 355 untuk kategori anak-anak dan remaja, 300 penerbit universitas dan 100 penerbit digital hadir pameran buku internasional Tehran ke-32.
Penyelenggaraan pameran buku internasional Tehran berlangsung di tengah derasnya sanksi yang ketat terhadap Iran. Tapi besarnya partisipasi banyak negara di pameran internasional ini menunjukkan fakta diabaikannya sanksi terhadap Iran oleh banyak negara di ranah budaya. Terdapat 800 penerbit di bagian internasional, dengan 150 penerbit buku berbahasa Arab dan 650 penerbit bahasa lain. Pada periode ini, 30 negara menjadi tamu Iran, dan tamu khusus di bagian internasional tahun ini adalah Cina.
Pada tahun 2017, Republik Islam Iran hadir sebagai tamu khusus Pameran Buku Internasional Beijing. Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani antara kedua negara, Cina akan menjadi tamu istimewa di Pameran Buku Internasional Teheran tahun 2019. Kehadiran Iran di Pameran Internasional Beijing adalah salah satu pameran terbesar yang mengusung tema "Colourful Dream of the Silk Road".
Cina mengirimkan delegasi sebanyak 200 orang, dan 94 penerbit yang memegang hak cipta, dengan 35 program dalam acara ini, dan 15 program untuk para tamu selain Cina. Lanling sebagai penyelenggara pameran Cina di pameran buku internasional Tehran mengatakan bahwa moto kami adalah mengenalkan Iran kepada orang-orang Cina, dan saling mengenali keindahan kebudayaan satu sama lain.
Sekitar 600 meter ruang dialokasikan untuk penerbit dan 100 meter untuk ilustrator yang akan menampilkan puluhan karya dari 50 ilustrator Cina di pameran buku tersebut. 15.000 buku disajikan di pameran ini, dan penerjemahan karya-karya sastra Cina klasik dalam bahasa Farsi dengan salah satu penerbit Iran. Tujuan penerjemahan ini untuk menciptakan interaksi antara pembaca Cina dengan Iran.
Sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam pameran buku internasional Tehran, stan pasar buku dunia merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan peran aktif berbagai lembaga dan pusat kebudayaan, penerbit, agensi sastra, baik lembaga domestik maupun asing yang independen, juga penulis, penerjemah, ilustrator, dan spesialis penerbitan.
Direktur ilmiah dan budaya dari bagian penerbit bidang pendidikan pameran buku internasional Tehran mengumumkan akan menggelar lebih dari 60 program pada pameran buku internasional Tehran ke-32. Program lainnya termasuk lokakarya, dan peluncuran startup budaya. Selain itu, digelar kritik buku yang melibatkan berbagai asosiasi dari pendidikan anak-anak, akademisi, dan penerbit Revolusi Islam.
Pada hari Jumat, 26 April ditetapkan sebagai Hari Perlawanan, dan hari ini akan diumumkan poster penghargaan global Palestina. Program ini, dihadiri oleh Dr Mohsen Javadi selaku Deputi Urusan Kebudayaan kementerian kebudayaan dan bimbingan Islam dan Kepala Pameran Buku internasional Teheran ke-32, yang akan menghadirkan perwakilan dari gerakan Pembebasan Palestina dan penerbit aktif di dalam dan luar negeri yang bergerak di bidang perlawanan. Selain itu, diberikan penghargaan kepada lima keluarga syahid pembela makam suci. Ada juga pertemuan tentang "Peran Sastra dalam Pengembangan Budaya Perlawanan Islam".
Perkembangan buku Iran senantiasa meningkat selama empat dekade terakhir. Puncaknya di akhir 1396 Hs, lebih dari 1.231.510 juta judul buku (termasuk cetak pertama dan cetak ulang) dengan 99.114 judul yang diterbitkan di negara ini. Sedangkan yang terendah di tahun 1391 Hs, yang dipengaruhi oleh sanksi internasional dan inflasi yang hebat serta kenaikan harga kertas secara tiba-tiba, yang menyebabkan perekmbangan buku melambat.

Data statistik menunjukkan bahwa jumlah buku sesudah Revolusi Islam mengalami peningkatan signifikan. Jumlah buku berdasarkan judulnya pada dekade kedua mengalamai pertumbuhan sebesar 272 persen dan meningkat sebesar 394 persen pada dekade ketiga dibandingkan dengan dekade kedua. Jumlah judul judul selama beberapa dekade adalah sebagai berikut:
35.025 judul pada dekade pertama
Dekade kedua sebanyak 95.364 judul
Dekade ketiga sebesar 375.261 judul
Dekade keempat sebanyak 726.860 judul
Berdasarkan database ini, buku-buku dibagi menjadi 12 topik utama antara laim: umum, filsafat dan psikologi, agama, ilmu sosial, bahasa, ilmu pengetahuan alam dan matematika, ilmu pengetahuan praktis, seni, sastra, sejarah, Geografi dan ilmu yang terkait dengannya, anak-anak dan remaja, buku-buku pembantu bahan ajar dan lainnya.
Dari kategori jenis karya buku meliputi: tulisan, penelitian, kompilasi, pengeditan, terjemahan, dan koreksi .Secara keseluruhan terdapat 960.207 jenis buku yang diterbitkan selama empat dekade Revolusi Islam Iran, dan dari keseluruhan, sebanyak 78 persen merupakan tulisan dan 22 persen merupakan terjemahan.
Dari total judul buku sebanyak 1.232.510 buah yang tercatat di rumah buku selama empat puluh tahun Revolusi Islam, 77 persen berada di Teheran, 16 persen di provinsi Qom, Khorasan Razavi dan Isfahan, dan 7 persen di provinsi lain Iran. (PH)