Hari Perlindungan Lapisan Ozon Sedunia
-
Hari Perlindungan Lapisan Ozon Sedunia.
Pada tahun 1985, tim ilmuwan Inggris secara tidak sengaja menemukan sebuah lubang akibat kerusakan lapisan ozon di Kutub Selatan dan lubang ini bisa mengancam kehidupan di planet bumi. Menurut mereka, emisi Hidro-Klorofluorokarbon (HCFC) yang memiliki efek gas rumah kaca telah menciptakan lubang yang berbahaya ini.
Ada beberapa senyawa yang menyebabkan terjadinya penipisan lapisan ozon antara lain: gas Chlorofluorocarbon (CFC), halons, karbon tetraklorida, bromida, dan senyawa klorin yang mengandung metil kloroform.
Lapisan ozon semakin menipis dan menurut para ilmuwan, jika proses saat ini berlanjut, gas-gas tersebut dapat sepenuhnya menghancurkan lapisan ozon pada tahun 2050 dan memicu kasus kanker kulit yang tidak bisa diatasi.
Temuan ini sangat mengejutkan sehingga mendorong para pemimpin dunia untuk bekerja dalam kemitraan dengan PBB. Mereka kemudian menandatangani sebuah perjanjian untuk mengatasi masalah penipisan lapisan ozon. PBB untuk pertama kalinya pada 1985 menyusun sebuah konvensi di Wina untuk melindungi lapisan ozon.
Pada 16 September 1987, sekitar 50 negara dunia meratifikasi Protokol Montreal di kota Montreal, Kanada.
Penyusunan konvensi ini menciptakan harapan bahwa dengan mengambil tindakan teknis dan membuat aturan pemerintah, proses penipisan lapisan ozon bisa dicegah dan lapisan pelindung bumi yang paling vital ini dapat dipulihkan kembali.
Demi meningkatkan koordinasi antara negara-negara dunia sejak 1994, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 16 September sebagai Hari Perlindungan Lapisan Ozon Sedunia. Penetapan ini bukan hanya untuk mengingatkan momen penandatanganan Konvensi Montreal, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya penipisan ozon dan mempererat kerja sama untuk perlindungan lapisan ozon.
Artikel ini akan menyoroti tentang tingkat kemajuan program dunia untuk melindungi lapisan ozon yang semakin terancam ini.
Ozon adalah zat kimia yang terdiri dari tiga molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer.
Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai 'lapisan ozon'. Ozon dihasilkan dengan pelbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (UV) dari matahari.
Lapisan ozon adalah salah satu lapisan yang berada di lapisan- lapisan atmosfer bumi. Lapisan ozon ini sangat penting karena berfungsi untuk menghalangi sinar ultraviolet yang berasal dari matahari. Sinar ultraviolet adalah sinar yang sangat berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit dan membunuh berbagai spesies makhluk hidup. Lapisan ozon ini bekerja menyerap sinar ultraviolet ke dalamnya sehingga tidak langsung terlepas ke permukaan bumi.
Mayoritas ilmuwan mengakui bahwa tanpa lapisan ozon, kehidupan di muka bumi akan musnah. Mereka menjelaskan kerusakan lapisan ozon dan pancaran langsung sinar ultraviolet akan meningkatkan suhu bumi dan mencairnya es di kutub serta naiknya permukaan air laut, dan pada akhirnya membuat banyak wilayah tenggelam.
Kerusakan lapisan ozon dapat memperlambat pertumbuhan tanaman dan merusak struktur genetik organisme hidup serta mengurangi produksi tanaman dengan musnahnya bakteri pengikat nitrogen di persawahan.
Hasil penelitian mengkonfirmasi bahwa kerusakan dan penipisan 25 persen dari lapisan ozon akan menyebabkan musnahnya 10 persen dari kehidupan mahkluk air yang hidup di permukaan laut.
Menurut para ilmuwan, penyebab utama penipisan ozon dalam beberapa dekade terakhir adalah penggunaan terus-menerus gas Hidro-Klorofluorokarbon (HCFC). Teori pertama yang mendukung CFC sebagai perusak lapisan ozon di stratosfer dikemukakan pada 1974 oleh Sherwood Rowland dan rekannya Mario Molina dari Universitas California.
Konvensi Wina 1985 tentang perlindungan lapisan ozon dan Protokol Montreal 1987 telah menerapkan pembatasan yang ketat mengenai aktivitas produksi gas HCFC.
Evaluasi tahun 2018 menunjukkan lapisan ozon di bagian stratosfer telah pulih pada tingkat satu sampai tiga persen sejak tahun 2000. Kalau tingkat pemulihan ini konsisten seperti perkiraan, maka belahan bumi utara dan ozon lintang tengah akan pulih sepenuhnya pada tahun 2030-an, ozon belahan selatan pada tahun 2050-an, dan daerah kutub sebelum tahun 2060.
Langkah-langkah untuk perlindungan lapisan ozon juga berkontribusi pada upaya mengatasi perubahan iklim dengan mencegah pelepasan sekitar 135 miliar ton emisi setara karbon dioksida dari tahun 1990 hingga 2010.
Jika perkembangan ini berjalan sesuai perkiraan, maka dua juta kasus kanker kulit dapat dicegah per tahun sampai 2030 dan planet bumi akan lebih sejuk dari beberapa tahun terakhir. Kesuksesan ini adalah hasil dari lebih dari tiga dekade upaya dan kerja sama internasional untuk melindungi lapisan ozon dan perubahan iklim.
Mengenai keberhasilan pengurangan emisi HCFC, Kepala Badan Urusan Lingkungan Hidup PBB, Erik Solheim mengatakan, "Kerja sama internasional dalam mengimplementasikan Protokol Montreal adalah contoh dari apa yang dapat kita capai melalui kesadaran, manajemen, dan inovasi, dan ini menunjukkan bahwa lewat kerja sama, setiap masalah dapat diselesaikan."
Dengan melihat kesuksesan ini, PBB mengusung tema "32 Years and Healing" untuk memperingati Hari Perlindungan Lapisan Ozon Sedunia tahun ini. Kesuksesan yang dicapai menunjukkan bahwa banyak tantangan global bisa diselesaikan melalui kerja sama internasional.
Pelaksanaan sukses dari Protokol Montreal dan keberhasilan dalam memperbaiki lapisan ozon, telah menciptakan harapan di kalangan para pencinta lingkungan di seluruh dunia dan membuktikan bahwa ketika 197 negara dari total 234 negara dunia bersatu dan menyusun kebijakan dagangnya yang pro-lingkungan, maka mereka juga dapat mengatasi krisis lainnya seperti perubahan iklim, pemanasan global, kelangkaan air bersih, proliferasi senjata nuklir, dan desertifikasi.
Ini tentu saja dapat dicapai ketika beberapa kekuatan dunia tidak menghalangi upaya masyarakat internasional tersebut. (RM)