Perkembangan Pesat Teknologi Nano di Iran
-
Iran International Nanotechnology Festival & Exhibition ke-12 di Tehran.
Tehran, Ibukota Republik Islam Iran mengadakan Iran International Nanotechnology Festival & Exhibition ke-12 pada 10-13 Oktober 2019. Kegiatan ini menampilkan kemajuan para ilmuwan, peneliti, dan pegiat Iran di bidang teknologi nano dan penerapannya di dunia industri.
Pameran internasional ini diadakan setiap tahun oleh Dewan Inovasi Nanoteknologi Iran. Ini adalah pameran terbesar dan paling bergengsi di bidang teknologi nano di Iran. Ia juga dianggap sebagai salah satu pameran teknologi nano terbesar di Asia.
Kata Nano berasal dari bahasa Yunani yang berarti kerdil, tapi secara ilmiah berarti seperseribu mikrometer atau sepersejuta milimeter. Teknologi nano juga disebut sebagai teknologi berskala satu per satu miliar meter.
Kemampuan teknologi ini bukan sebatas untuk mengecilkan ukuran sebuah molekul. Para ilmuwan dengan menggunakan molekul ini, berusaha membangun perangkat dan alat yang memiliki kemampuan yang luar biasa. Dengan teknologi nano, para ilmuwan berusaha meningkatkan nilai tambah suatu produk, kualitas menjadi lebih baik, tingkat ketahanan bahan menjadi lebih lama, lebih efisien, dan lebih ekonomis.
Salah satu isu yang dianggap penting oleh banyak negara dunia saat ini adalah masalah penghematan dan penggunaan sumber daya dan energi secara efisien dengan memperhatikan keterbatasan yang ada.
Menurut para ahli, penerapan teknologi nano dapat membantu dalam menghemat penggunaan sumber daya, terutama energi, dan dapat menjadi solusi untuk banyak masalah lain.
Nanoteknologi telah sukses menghasilkan bahan yang lebih ringan, lebih kuat, lebih hemat energi dengan mengganti metode pembuatan atom menjadi rangkaian atom.
Misalnya, membuat nanokomposit dan menggunakannya dengan baik, dapat menghemat konsumsi bensin hingga 1,5 miliar liter per tahun. Contoh lain, lampu penerang hasil rekayasa dalam skala nano mampu menghemat konsumsi energi lebih dari 10 persen. Lampu penerang ini juga mampu mengurangi emisi karbon sebesar 200 juta ton per tahun.

Saat ini teknologi nano – sebagai revolusi industri keempat (4.0) – telah menjadi sebuah fenomena besar di semua bidang dan cabang ilmu pengetahuan, dan merupakan salah satu teknologi baru yang berkembang pesat.
Penerapan teknologi nano untuk pengembangan produk dapat meningkatkan kualitas produk yang ada atau memperluas pengembangan produk dengan keunggulan-keunggulan baru.
Para ilmuwan yang mempelajari pengaruh produk dengan teknologi nano pada kualitas hidup masyarakat, berkesimpulan bahwa teknologi ini dapat ditinjau dari empat sudut yaitu ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan.
Dengan memperhatikan keunggulan dan pentingnya teknologi ini, Republik Islam Iran telah memberikan perhatian khusus pada pengembangan teknologi nano dalam program-program pembangunan negara.
Pengembangan nano merupakan salah satu prestasi Iran yang dicapai pasca Revolusi Islam terutama dalam beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2000, para ilmuwan Iran mencatat kemajuan pesat di bidang teknologi nano dan dikatakan bahwa saat ini Iran menduduki posisi terbesar keempat dunia dari segi hak paten produk-produk ilmiah. Negara ini juga sukses dalam kompetisi global di bidang nano.
Di antara pencapaian Iran di bidang teknologi nano adalah memproduksi dan memperkenalkan berbagai produk, termasuk produk rumah tangga nano, nano otomotif, tekstil nano, produk kosmetik, pertanian, konstruksi, dan farmasi yang mencakup lebih dari 370 jenis produk.
Pada 2015, Iran menyusun peta jalan sepuluh tahun kedua pengembangan teknologi nano (2015-2025), yang secara khusus fokus untuk mengembangkan teknologi modern ini. Peta jalan ini bertujuan untuk memperbarui tujuan dan cara mencapainya sehingga pengembangan teknologi nano bisa dipacu dengan pesat.
Selain itu, ilmuwan Iran juga dituntut untuk menciptakan dan mempromosikan industri nano serta mengembangkan pasar teknologi ini. Sementara peta jalan pertama fokus pada pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia serta penyediaan infrastruktur untuk pengembangan teknologi nano.
Bidang energi, kesehatan, air dan lingkungan, konstruksi, dan industri bahan nano adalah prioritas nasional Iran di bidang nanoteknologi. Mempertimbangkan fakta bahwa minyak bumi dan gas adalah salah satu industri utama di Iran, maka sektor energi masuk prioritas utama di bidang penelitian nanoteknologi.

Langkah-langkah signifikan telah diambil di bidang peningkatan kualitas hidup dengan menggunakan produk teknologi nano buatan Iran. Di antara langkah itu adalah memperkenalkan lebih dari 30 produk dan teknologi nano lebih lanjut di Iran.
Di bidang peningkatan kualitas hidup, Iran memproduksi obat antikanker, suplemen, sistem desalinasi air nitrat dan arsenik, sistem pengolahan air limbah dan air kelabu, desalinasi air garam, saringan filter udara, sabuk anti-radiasi, perban anti-infeksi, dan berbagai produk antibakteri, pipa bangunan, bahan-bahan bangunan termasuk kaca rendah emisivitas (Low-E), beton ultra ringan, cat, ubin dan marmer antibakteri, antinoda, dan anti-air, pembersih rumah organik, wadah pengemasan, dan suku cadang mobil polimer.
Kebijakan sepuluh tahun kedua pengembangan teknologi nano Iran juga mengejar pengembangan industri dan produksi produk-produk berbasis nano, mengekspor teknologi dan produk Iran ke pasar dunia, dan menguasai pangsa pasar teknologi nano di dunia. Dalam hal ini, Iran ingin mencapai pangsa 2 persen dari pasar teknologi nano dunia pada 2025.
Iran telah menjual produk-produk nanonya ke Korea Selatan, Australia, Cina, Malaysia, Indonesia, Rusia, Turki, dan negara-negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Amerika Latin, dan Kanada.
Memperkenalkan nanoteknologi kepada publik adalah salah satu karakteristik unik dari program pengembangan nanoteknologi di Iran dibandingkan dengan negara lain. Perhatian yang signifikan terhadap pendidikan publik nanoteknologi, terutama di tingkat sekolah, mendapat perhatian besar di Iran.
Dewan Inisiatif Nanoteknologi Iran membentuk Klub Nano untuk meningkatkan keakraban siswa sekolah dengan nanoteknologi dan nanosains, dan untuk menciptakan lingkungan bagi siswa untuk melakukan penelitian di bidang ini.
Mengingat pentingnya pelatihan para ahli teknologi nano, program PhD telah diselenggarakan di 15 universitas di Iran dalam 10 tahun terakhir. Para peneliti belajar di universitas-universitas tersebut di bidang nanochemistry, nanophysics, nanomaterials, nanomedicine, dan beberapa jurusan terkait lainnya.
Sebanyak 34 universitas menyelenggarakan kursus nanoteknologi di tingkat MSc. Berkat kerja keras ini, hampir 30 persen dari paten teknologi nano yang diakui secara internasional tercatat atas nama Republik Islam Iran.
Selain itu, banyak buku telah diterbitkan di bidang nanoteknologi di antaranya 32 buku dalam bahasa Inggris dan 126 volume buku dalam bahasa Persia. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah peneliti Iran di bidang ini juga meningkat secara signifikan. Jumlah anggota dewan ilmiah di universitas yang aktif di bidang nanoteknologi adalah 244 orang pada 2004 dan naik menjadi 2.632 pada 2013.
Jumlah artikel nanoteknologi yang diterbitkan dalam jurnal ISI adalah salah satu indikator ilmiah untuk mengukur posisi ilmiah sebuah negara di bidang ini. Iran telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam indeks ini selama 10 tahun terakhir, meningkatkan peringkatnya menjadi 8 pada 2012, padahal peringkatnya pada tahun 2000 masih di posisi ke-56.
Menurut data yang dimuat di situs Stat Nano, Iran telah menerbitkan 4.555 artikel yang diindeks ISI pada 2013, dan pangsa artikel nanoteknologi dari semua artikel ilmiah yang diterbitkan di Iran adalah 19 persen.
Republik Islam Iran menempati posisi pertama dalam indeks ini di Teluk Persia dan juga di antara negara-negara Muslim. (RM)