Jun 30, 2021 07:58 Asia/Jakarta
  • 30 Juni 2021
    30 Juni 2021

Hari ini Selasa, 30 Juni 2021 bertepatan dengan 19 Zulkaidah 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 9 Tir 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Iran dan Turki Ottoman Menandatangani Perjanjian Rum

204 tahun yang lalu, tanggal 19 Dzulqadah 1238 HQ, Iran dan Turki Ottoman Menandatangani perjanjian Rum.

Perjanjian Rum, yaitu sebuah kesepakatan yang dibuat oleh para wakil pemerintahan Iran dan Turki Ottoman ditandatangani di sebuah kawasan bernama “Rum” yang terletak di sebelah timur Turki. Perjanjian ini dibuat menyusul kekalahan beruntun yang diderita Turki Ottoman dalam perangnya melawan Iran.

Berdasarkan perjanjian ini, Iran melepaskan klaim kekuasaanya atas Sulaimaniah dan wilayah barat dari kawasan Zahab. Akan tetapi, sebagai konsesinya, Iran memperoleh kekuasaan atas Khorramshahr, Pulau Khidr, dan pinggiran Sungai Arwand. Iran juga memilik hak untuk berlayar di kawasan-kawasan laut sekitar daerah-daerah tadi.

Sayid Ahmad Pishavari Wafat

91 tahun yang lalu, tanggal 9 Tir 1309 HS, Sayid Ahmad Pishavari meninggal dunia di usia 86 tahun di Tehran dan dimakamkan di komplek makam Imam Zadeh Abdollah di Tehran.

Sejarah

Sayid Ahmad Adib Pishavari lahir di kota Ojaq, Pakistan pada 1223 Hs. Beliau termasuk keturunan sayid yang terkenal di Ojaq, dimana nasab mereka dalam sair dan suluk sampai kepada Sohravardiah. Adib selama beberapa waktu tinggal di Afghanistan dan Khorasan untuk menuntut ilmu-ilmu aqli dan naqli. Adib juga pernah tinggal selama 2 tahun di kota Sabzavar dan belajar kepada filsuf Mulla Hadi Sabzavar.

Beliau belajar juga kepada Akhond Mulla Mohammad, anak Mulla Sabzavari dan Akhond Mulla Ismail. Adib kemudian tinggal di Mashad dan di sana beliau terkenal dengan sebutan Adib Pishavar atau Adib Hindi. Selain menguasai sastra, bahasa Arab, filsafat dan matematika, Adib Pishavar juga memiliki bakat kaligrafi yang hebat.

Pada usia 40 tahun, beliau pindah ke Tehran dan melalui sisa umurnya di sana. Dalam menyampaikan pidato, Adib Pishavar mengikuti metode guru-guru klasik. Sesuai dengan keluasan informasi dan pengetahuannya tentang budaya Islam dan pelbagai ilmu keislaman serta penguasaannya yang mendalam akan bahasa dan sastra Persia membuat syair-syairnya memiliki kandungan yang luas. Hal ini yang membuat syair-syairnya tidak terlalu memanfaatkan emosi yang mendalam.

Adib Pishavar menghabiskan usianya dalam menuntut ilmu dan menyucikan diri. Hal itu membuatnya bebas dan kecenderungan duniawi. Itulah mengapa ia tidak memiliki apa-apa, kecuali beberapa jilid buku. Sayid Ahmad Pishavar selama bertahun-tahun mengajar dan berhasil mendidik banyak murid yang dikemudian hari mencapai derajat ketinggian ilmu dan sastra.

Sayid Ahmad Pishavar meninggal sejumlah karya ilmiah seperti kumpulan syair, Tashif Diwan Naser Khosrou dan komentar atas buku sejarah Baihaqi.

Rezim Apartheid Resmi Dibubarkan

30 tahun yang lalu, tanggal 30 Juni tahun 1991, masa kekuasaan rezim rasialisme Apartheid di Afrika Selatan secara resmi berakhir.

Rezim Apartheid mulai berkuasa sejak tahun 1948  dan secara opresif memberlakukan hukum rasialis yang menghapuskan sebagian hak asasi warga non-kulit putih. Rezim ini juga melakukan pembunuhan, penyiksaan, dan penahanan  terhadap oposan-oposan politiknya.

Akhirnya, akibat perlawanan di dalam  negeri dan tekanan dunia internasional, kekuasaan rezim ini berakhir pada tahun 1991. Pada tahun 1993 UU baru Afsel yang mengakui persamaan hak warga kulit putih dan kulit hitam disahkan. Pada tahun 1994, diadakan pemilu kepresidenan dan pejuang kulit hitam Nelson Mandela berhasil menang dan diangkat sebagai presiden.