Jul 14, 2021 05:26 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 14 Juli 2021

Hari ini Rabu, 14 Juli 2021 bertepatan dengan 3 Zulhijjah 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 23 Tir 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Nabi dan Sahabat Tiba di Mekah Guna Menunaikan Hajjatul Wada

 

1432 tahun yang lalu, tanggal 3 Dzulhijjah 10 HQ, Nabi Muhammad Saw dan para sahabat tiba di Mekah untuk menunaikan Hajjatul Wada.

 

Setelah menyiapkan segala kebutuhan selama perjalanan menunaikan Hajjatul Wada (Haji Perpisahan), Nabi Muhammad Saw bersama Sayidah Fathimah Zahra dan seluruh isterinya pada tanggal 26 Dzulqadah, sebagian menyebut 25 Dzulqadah, keluar dari kota Madinah. Dalam perjalanan penuh spiritual ini, ada sekitar 104 ribu atau 124 ribu sahabat yang menyertai beliau. Sementara di Madinah, Rasulullah Saw menetapkan Abu Dujanah sebagai pengganti posisi beliau selama melakukan ibadah haji.

 

Rombongan Hajjatul Wada membawa lebih dari 60 hewan korban. Pertama mereka menuju daerah Dzul Hulaifah dan kemudian berihram di Masjid Syajarah. Setelah itu mereka berangkat menuju kota Mekah.

 

Imam Ali as bersama rombongannya juga berangkat dari Yaman ke Mekah. Beliau menetapkan seorang dari sahabatnya untuk menggantikan posisinya memimpin pasukan Islam di Yaman. Mereka dengan cepat bergerak menuju Mekah. Imam Ali as menemui Rasulullah dan rombongan di dekat kota Mekah. Nabi begitu gembira melihat Ali bin Abi Thalib telah sampai dan bergabung dengan rombongan Madinah. Kemudian pada tanggal 3 Dzulhijjah 10 HQ, Nabi bersama rombongan memasuki kota Mekah. Ini adalah untuk terakhir kalinya Nabi Muhammad Saw menziarahi Mekah.

 

Gertrude Bell, Orientalis Inggris Lahir

 

153 tahun yang lalu, tanggal 14 Juli 1868, Gertrude Margaret Lowthian Bell, seorang penulis, sejarawan, sastrawan dan orientalis Inggris terlahir ke dunia di utara Inggris.

Sejak kecil ia memiliki kecenderungan yang luar biasa atas sejarah. Oleh karenanya, dari sekolah menengah atas ia telah memutuskan untuk memilih jurusan sejarah dan mulai mempelajari bahasa latin, hingga lulus dari universitas sebagai ahli sejarah.

Gertrude Bell juga senang berpetualang dan bepergian ke negara-negara. Ia ke Tehran mengikuti salah satu keluarganya yang menjadi menteri yang dipilih untuk Iran. Selama 5 tahun tinggal di Iran, ia telah menguasai bahasa Persia. Ia juga menguasai banyak bahasa asing seperti Arab, Perancis dan Jerman serta mengenal budaya dan agama di negara-negara Arab, India, Myanmar, Cina, Jepang dan Amerika yang dikunjunginya.

Pengenalan Gertrude dengan budaya dan sastra Persia menariknya untuk menerjemahkan syair-syair Hafez Shirazi. Menurut para orientalis, Gertrude termasuk penerjemah syair-syair Hafez yang paling berhasil melindungi semangat dan inti dari puisi-puisi Hafez. Selain terjemahan syair Hafez, Gertrude juga memiliki karya tulis lain seperti catatan perjalanannya di Iran dan Suriah.

Pasca pembangunan museum di Baghdah, Gertrude Bell kemudian menjadi direkturnya dan pada tanggal 12 Juli 1926 ia meninggal dunia pada usia 58 tahun dan dikebumikan di Baghdad.

 

Periode Pertama Dewan Ahli Kepemimpinan Iran Dimulai

38 tahun yang lalu, tanggal 23 Tir 1362 HS, dimulailah periode pertama masa bakti Dewan Ahli Kepemimpinan (Majlis Khobregan Rahbari) Republik Islam Iran.

Dewan Ahli Kepemimpinan adalah sebuah lembaga yang terdiri dari para ulama besar yang langsung dipilih oleh rakyat.

Tugas terpenting dari Dewan Ahli ini adalah memilih salah seorang di antara mereka sendiri untuk diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, dan menjadi pengawas dari pelaksanaan tugas Rahbar terpilih tersebut. Anggota Dewan Ahli dipilih oleh rakyat setiap delapan tahun sekali.