Jul 18, 2021 04:58 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 18 Juli 2021

Hari ini Ahad, 18 Juli 2021 bertepatan dengan 7 Zulhijjah 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 27 Tir 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Imam Baqir as Gugur Syahid

 

1328 tahun yang lalu, tanggal 7 Dzulhijjah 114 HQ, Imam Muhammad Baqir as, keturunan Rasulullah generasi keempat gugur syahid pada usia 57 tahun.

Beliau dilahirkan pada tahun 57 Hijriah di kota Madinah. Ayah beliau adalah Imam Ali Zainal Abidin as, imam ke-4 dan putra Imam Husein as. Setelah Imam Zainal Abidin gugur syahid, Imam Baqir pun melanjutkan tampuk kepemimpinan umat Islam. Saat itu, kekhalifahan Islam berada di tangan Dinasti Umayah yang kekuatannya semakin melemah. Pada masa hidup Imam Baqir, terjadi perpindahan kekuasaan dari Dinasti Umayah ke Dinasti Abbasiah.

Namun, kedua pemerintahan itu memiliki kesamaan, yaitu membenci kepemimpinan Ahul Bait di tengah kaum Muslimin. Setelah Imam Ali Zainal Abidin dibunuh oleh khalifah Dinasti Umayah, Imam Baqir as pun dibunuh oleh khalifah Dinasti Abbasiah.

Selama masa hidup beliau yang singkat, Imam Muhamad Baqir as sangat aktif mengembangkan dan menyebarkan ajaran serta keilmuan Islam di tengah masyarakat. Beliau mendirikan pusat pendidikan besar agama Islam yang dipenuhi dengan murid-murid yang datang dari berbagai penjuru dunia Islam. Ketinggian ilmu Imam Muhammad Baqiras membuat beliau dijuluki Baqirul Ulum, yang artinya pemecah inti ilmu.

Imam Muhammad Baqir dimakamkan di pekuburan Baqi, di kota Madinah, di samping makam ayahandanya, Imam Zainal Abidin dan Kakeknya Imam Hasan Mujtaba yang juga gugur syahid dibunuh oleh khalifah yang berkuasa saat itu. Kelak, putranya Imam Jakfar Shadiq, juga dikuburkan di sisi pusara Imam Baqir as.

 

Perang Saudara di Spanyol Dimulai

 

85 tahun yang lalu, tanggal 18 Juli 1936, perang saudara di Spanyol meletus antara kelompok kanan melawan pemerintahan yang beraliran sosialis.

Perang itu dimulai setelah Jenderal Franco menyerukan seluruh tentara Spanyol untuk bergabung menggulingkan pemerintahan Spanyol saat itu. Jerman dan Italia mendukung Franco dengan pesawat, tank, dan persenjataan, sedangkan Uni Soviet mendukung pemerintah dan kelompok sosialis.

Pada bulan Januari 1939, ibu kota Spanyol, Barcelona, berhasil direbut pasukan pemberontak dan tak lama kemudian, seluruh Spanyol jatuh ke tangan mereka. Pada tanggal 28 Maret 1939, perang berakhir dengan menyerahnya kubu pemerintah, atau yang disebut juga sebagai kubu Republik.

Perang ini mengorbankan lebih dari sejuta nyawa dan Jenderal Franco berkuasa di Spanyol dengan tangan besi sampai ia meninggal pada tahun 1975.

 

Iran Menerima Resolusi 598 DK-PBB Tahun 1975

 

33 tahun yang lalu, tanggal 27 Tir 1367 HS, Republik Islam Iran menerima Resolusi 598 Dewan Keamanan PBB

Salah satu alasan bohong rezim Baath Irak untuk menginvasi teritorial Republik Islam Iran adalah perselisihan soal perbatasan yang telah ditetapkan dalam perjanjian Aljazair tahun 1975. Di saat perang, ketika eksistensi Irak berada dalam  kondisi bahaya, Amerika dan sekutunya yang menjadi pendukung Irak secara praktis terlibat dalam perang. Sementara itu, Imam Khomeini ra dengan melihat masalah Republik Islam dan mengetahui konspirasi luas Amerika dan Barat untuk menghapus Revolusi Islam, setelah melakukan konsultasi dengan para komandan senior dan pejabat tinggi negara akhirnya menerima resolusi 598 Dewan Keamanan PBB.

DK-PBB dalam resolusi ini mengajak dua negara; Iran dan Irak untuk melakukan gencatan senjata dan menciptakan perdamaian. Iran yang melihat isi resolusi ini masih menguntungkan, khususnya butir yang terkait dengan penyebutan siapa pelaku agresi pertama dan pembayaran kerugian akhirnya menerima resolusi itu. Rezim Irak juga mengikuti langkah Iran dan menerima resolusi itu, tapi hingga terciptanya gencatan senjata resmi pada bulan Mordad 1367 HS, mereka masih melanjutkan serangannya ke teritorial Iran.

Pasca penerimaan resolusi 598 DK-PBB dari pihak Iran, gencatan senjata antara kedua pihak tercipta pada tanggal 29 Mordad 1367 HS, sementara DK-PBB meratifikasi resolusi itu pada 18 Mordad 1367 HS. Dengan ratifikasi itu, para pemantau militer Iran, Irak dan PBB membentuk komisi yang terdiri dari 400 orang dari 25 negara yang ditempatkan di Iran dan Irak.