Aug 23, 2021 05:19 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 23 Agustus 2021

Hari ini Senin, 23 Agustus 2021 bertepatan dengan 14 Muharam 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 1 Shahrivar 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Ibnu Sina Wafat dan Hari Kedokteran

 

Tanggal 1 Shahrivar, diperingati di Iran sebagai Hari Kedokteran sebagai penghormatan hari meninggalnya Ibnu Sina.

 

Abu Ali Sina atau Ibnu Sina, seorang ilmuwan besar muslim terlahir ke dunia pada 3 Safar 370 HQ di kota Balkh. Ibnu Sina pada usia remaja telah menghapal al-Quran dan kemudian mempelajari ilmu teknik dan astronomi. Pada usia 18 tahun, Ibnu Sina telah menguasai semua ilmu yang berkembang pada zaman itu. Meski menguasai sangat banyak bidang ilmu, Ibnu Sina paling terkenal atas kemampuannya di bidang kedokteran.

 

Sedemikian berkembangnya pengetahuan Ibnu Sina sehingga gurunya menjadikannya sebagai guru dirinya, padahal ia belum berusia 20 tahun. Di masa-masa itu juga ia getol mempelajari filsafat. Setiap kali ia terbentur dengan sebuah masalah, dengan segera ia mengambil air wudhu dan pergi ke masjid melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, kemudian berdoa kepada Allah untuk memberi jalan menyelesaikan masalah keilmuan yang dihadapinya.

 

Atas keberhasilannya mengobati seorang raja Dinasti Samani, Ibnu Sina diizinkan untuk memanfaatkan perpustakaan besar yang dimiliki oleh raja tersebut. Ibnu Sina kemudian banyak melakukan penelitian di perpustakaan tersebut.

 

Karya-karya penulisan yang dihasilkan Ibnu Sina sedemikian hebatnya, sehingga menjadi rujukan bagi para ilmuwan di berbagai zaman dan berbagai tempat, termasuk di dunia Barat. Karya terkenal Ibnu Sina antara lain berjudul Syifaa, yang merupakan buku filsafat dan Qanun yang membahas tentang masalah kedokteran.

 

Ibnu sina meninggal dunia di kota Hamedan dan dimakamkan di kota itu pula di usia 58 tahun.

 

Sayid Sadruddin Meninggal Dunia

 

180 tahun yang lalu, tanggal 14 Muharram 1263 HQ, Sayid Sadruddin Musawi Amili, seorang ulama dan muhaddis terkemuka meninggal dunia di Isfahan, Iran.

 

Sayid Sadruddin Musawi Amili dilahirkan di kota Jabal Amil, Lebanon. Di masa kecilnya, Sayid Musawi Amili hijrah ke Irak.

 

Setelah menamatkan kuliah agamanya di Hauzah Ilmiah Najaf, Beliau pun mulai aktif menulis dan melakukan sejumlah penelitian. Tak lama kemudian, Sayid Musawi Amili menjadi pakar di bidang fiqh, ushul fiqh dan hadis.

 

Beliau banyak meninggalkan sejumlah buku penting di bidang fiqh dan ushul fiqh. Selain itu beliau juga menulis buku nahwu yang menggunakan sejumlah misal dan dalil dari Al Quran.

 

Soviet Hukum Pelaku Kudeta Gagal

 

30 tahun yang lalu, tanggal 23 Agustus 1991, Mikhail Gorbachev menghukum sejumlah menteri dan pejabat keamanan Uni Soviet yang berupaya menjungkalkan dirinya dari puncak kekuasaan.

 

Mereka gagal melancarkan kudeta yang dijalankan empat hari sebelumnya, yaitu 19 Agustus 1991. Mereka yang ditangkap termasuk Menteri Pertahanan Dmitri Yazov dan Kepala Badan Intelijen KGB Vladimir Kryuchkov. Kedua pejabat itu termasuk tiga tokoh komite yang menandatangani dekrit pengambilalihan kekuasaan dari tangan Gorbachev.

 

Tokoh ketiga, yaitu Menteri Dalam Negeri Boris Pugo, memilih bunuh diri saat akan ditangkap. Gorbachev pun memecat Perdana Menteri Valentin Pavlov dan Menteri Luar Negeri Aleksandr Bessmertnykh. Puluhan pejabat Partai Komunis Uni Soviet dan petinggi militer juga dipecat atau mengundurkan diri.

 

Berpidato di depan parlemen, Gorbachev mengatakan bahwa "seluruh jajaran pemerintahannya" harus mundur karena membiarkan upaya kudeta itu terjadi. Namun, Gorbachev tak kuasa membendung popularitas seteru politiknya, Boris Yeltsin, di kalangan publik dan sesama politisi.    

 

Pemimpin parlemen Soviet itu dikenal tidak takut mengritik kepemimpinan Gorbachev. Namun, Yeltsin justru menentang upaya kudeta atas Gorbachev. Sikap itulah yang membuat Yeltsin kian populer, dan belakangan membuat dirinya dipercaya sebagai Presiden Rusia setelah Soviet runtuh.

 

Kudeta gagal itulah yang membuat Gorbachev, atas desakan Yeltsin, membekukan Partai Komunis Soviet untuk sementara dari kegiatan politik sambil menunggu hasil penyelidikan. Ini mengingat banyak pejabat partai yang turut berupaya mengkudeta dirinya. Pembekuan ini menguntungkan Yeltsin dalam menghimpun kekuatan politik setelah beberapa waktu sebelumnya dia menyatakan keluar dari keanggotaan Partai Komunis.

 

Namun, kebijakan Gorbachev ini pada akhirnya makin menenggelamkan pengarus rezim komunis dalam politik Soviet. Beberapa bulan setelah kebijakan itu, Uni Soviet bubar dan Gorbachev, sebagai pemimpin terakhir, mengundurkan diri pada 25 Desember 1991.

 

Beberapa negara pecahan Soviet, seperti Rusia, Ukraina, Belarus, dan lain-lain akhirnya membentuk negara independen. Namun, mereka juga membentuk Persekutuan Negara Independen (CIS). Rusia mengambil alih sebagian besar aset Soviet, termasuk keanggotaan di PBB dan Dewan Keamanan PBB. Pada 1994, semua pelaku kudeta gagal 1991 itu akhirnya diampuni.