Des 14, 2021 11:00 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 14 Desember 2021

Hari ini Selasa, 14 Desember 2021 bertepatan dengan 9 Jumadil Awal 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 23 Azar 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Muhammad bin Jamaluddin Makky Amily Gugur Syahid

 

657 tahun yang lalu, tanggal 9 Jumadil Awal 786 HQ, Muhammad bin Jamaluddin Makky Amily, seorang ulama pejuang asal Libanon gugur syahid dan beliau pun dijuluki dengan nama “Syahid Awal”.

 

Syahid Awal dilahirkan di desa Kamal Amil, Lebanon dan kemudian menuntut ilmu-ilmu agama dari ulama-ulama terkemuka zaman itu, di antaranya Allamah Hilli.

 

Sepanjang hidupnya, Syahid Awal menulis banyak buku-buku agama, yang paling terkenal adalah buku fiqih berjudul "Al-lum'ah Dimasyqiah" yang hingga sekarang masih menjadi salah satu buku pelajaran di hauzah-hauzah ilmiah.

 

Pesan Imam Khomeini ra: Rakyat Tidak Boleh Menaati Shah

 

43 tahun yang lalu, tanggal 23 Azar 1357 HS, Imam Khomeini ra menyampaikan pesan agar rakyat tidak boleh menaati Shah.

 

Menyusul pembantaian yang dilakukan oleh rezim Pahlevi di pelbagai kota di Iran, khususnya Isfahan dan Najafabad, Imam Khomeini ra pada 23 Azar 1357 HS (14 Desember 1978) mengirimkan pesan dari Paris, Perancis untuk rakyat revolusioner Iran.

 

Isi pesan itu, selain mengumumkan hari berkabung nasional Imam mengatakan, "Kejahatan yang terjadi di Isfahan dan Najafabad serta di sebagian kota yang lain sudah melampaui batas kemanusiaan yang menyiksa hati setiap orang. Sesuai dengan informasi yang ada, para aparat Shah memasuki rumah-rumah penduduk dan menyerang pemilik rumah dengan senjata otomatis. Mereka membakar masjid-masjid dan menistakan perempuan-perempuan terhormat. Setiap orang yang mereka lihat dan tidak mengatakan "Javid Shah" (Kekallah Shah), langsung dibunuh. Mereka segera menerapkan kebebasan sesuai logika Jimmy Carter.

 

Kini dengan menyaksikan referendum yang terjadi di hari Tasua dan Asyura yang membuktikan kepada dunia bahwa rakyat tidak mengakui Shah dan pemerintah yang ada, maka sudah menjadi kewajiban bangsa Iran untuk tidak menaati Shah dan pemerintah sesuai dengan perintah Islam dan undang-undang. Rakyat tidak perlu memberikan pajak dan melanjutkan segala bentuk protes hingga Shah tumbang."

 

Pesan Imam Khomeini ra ini memberikan semangat ganda kepada rakyat revolusioner Iran dan dengan mengikuti perintah Imam, mereka melanjutkan perjuangan mereka hingga musnahnya rezim thagut.

 

Perjanjian Dayton

 

26 tahun yang lalu, tanggal 14 Desember 1995, ditandatanganilah perjanjian Dayton di Ohio, AS.

 

Dalam perjanjian ini, disepakati terbentuknya dua negara terpisah di Bosnia, yaitu Republik Bosnia-Serbia dan Republik Bosnia-Croatia.

 

Konflik di Yugoslavia berawal dari tahun 1992 ketika Slovenia, salah satu dari enam negara bagian Yugoslavia, memerdekakan diri. Dalam waktu 10 hari, Slovenia mendapat pengakuan dari masyarakat internasional karena Slovenia hanya terdiri satu etnis yang beragama Katolik.

 

Negara Sosialis Yugoslavia didirikan oleh Marshall Tito pada tahun 1945 dengan terdiri dari 6 negeri yaitu - Croatia, Montenegro, Serbia, Slovenia, Bosnia-Herzegovina, dan Macedonia. Di Serbia, dua bagian mendapatkan kekuasaan otonomi yaitu Kosovo dan Vojvodina. 

 

Menyusul kemudian Kroasia memisahkan diri. Bangsa Serbia menentang kemerdekaan Kroasia ini dan meletuslah perang di sana. Namun akhirnya, Kroasia berhasil menjadi negara merdeka. Bosnia Herzegovina yang mayoritas penduduknya muslim, kemudian juga memproklamasikan kemerdekaannya.

 

Bosnia memiliki multietnik, yaitu etnik Bosnia yang muslim, Serbia yang ortodok dan Kroasia yang Katholik. Etnis Serbia dengan dukungan pemerintah pusat Yugoslavia melakukan pembersihan etnis di Bosnia. Tercatat 250 ribu bangsa Bosnia tewas dan kaum perempuannya diperkosa massal. Satu juta dua ratus ribu orang lainnya menjadi pengungsi.