Lintasan Sejarah 7 April 2023
Hari ini, Jumat, 7 April 2023 bertepatan dengan 16 Ramadan 1444 Hijriah Qamariah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 18 Farvardin 1402 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.
Dimulainya Perang Qadisiyah antara Pasukan Islam dan Persia
Tanggal 16 Ramadan 14 HQ, dimulai perang Qadisiyah antara pasukan Islam dan Persia.
Sebagai kelanjutan dari perang-perang yang terjadi di permulaan Islam, Khalifah Kedua menugaskan Saad bin Abi Waqqas untuk menguasai imperium Persia. Sementara dari Yazgerd III, Raja Sasanian menunjuk Farrokhzad sebagai komandan perangnya.
Setelah melakukan perundingan pertama, Saad bin Abi Waqqas mengusulkan agar Persia menerima Islam atau membayar jizyah, tapi pasukan Persia memilih untuk berperang. Akhirnya perang terjadi antara kedua pihak di daerah Qadisiyah, Irak.
Berperang selama beberapa hari membuat pasukan Persia mulai terlihat lemah dan akhirnya mengakui kekelahan. Kemenangan ini berujung pada pembukaan kota Qadisiyah dan sampainya pasukan Islam ke tepi pantai barat Sungai Dajlah menghadap Eyvan Madain, jatuhnya ibukota dan punahnya pemerintahan Sasanian.
Imam Khomeini Dibebaskan dari Penjara Shah
Tanggal 18 Farvardin 1343 HS (7 April 1964), Pemimpin Gerakan Revolusi Islam Iran Imam Khomeini dibebaskan dari tahanan rumah oleh Rezim Shah Pahlevi.
Imam ditangkap pada tanggal 15 Khordad 1342 HS (5 Juni 1963) dengan tuduhan telah melakukan tindakan menghasut massa melawan pemerintahan Shah. Peristiwa penangkapan Imam tersebut langsung menyulut kemarahan rakyat Iran. Di seluruh kawasan Iran, terjadi demonstrasi besar-besaran menuntut pembebasan Imam.
Demonstrasi itu awalnya dijawab oleh Shah dengan represi hingga tragedi berdarah 15 Khordad yang merengut nyawa sekitar lima ribu rakyat Iran. Akan tetapi, tindakan Shah itu malah semakin menyulut kemarahan rakyat. Shah kemudian agak memperlunak sikapnya. Imam memang masih ditahan. Tetapi, kali ini beliau menjalani tahanan rumah di Teheran. Keputusan Shah ini ternyata tidak menyurutkan gelombang protes rakyat. Mereka menuntut pembebasan Imam secara penuh.
Akhirnya, karena khawatir terhadap gerakan rakyat, Shah membebaskan Imam. Begitu berita pembebasan Imam ini tersebar ke seluruh Iran, rakyat di seantero negeri ini mengadakan pesta besar-besaran.
B. M. Diah, Penulis Indonesia Lahir
Tanggal 7 April 1917, penulis Burhanudin Mohamad Diah atau lebih akrab disebut B.M Diah lahir.
Diah, adalah manusia dengan segudang talenta. Ia pernah menjadi kepala pers Indonesia pada Konsulat Jenderal Inggris di Batavia (1939-1941). Ia juga penyiar bahasa Inggris pada Radio Nippon Hoosoo Kyoku di Jakarta (1942).
Diah selalu berada dipihak Soekarno, selalu mencari celah penyelamatan. Contoh nyata, saat terjadi gejolak 17 Oktober 1952 yang didalangi oleh Nasution, Diah respek dengan membentuk BPS (Badan Pendukung Sukarnoisme). Namun setahun setelahnya, Soekarno membubarkan BPS karena dituduh agen CIA (badan intelejen AS).