Lintasan Sejarah 1 Maret 2017
Hari ini, Rabu tanggal 1 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Harun Al-Rasyid Meninggal
1245 tahun yang lalu, tanggal 2 Jumadil Tsani 193 HQ, Harun al-Rasyid, salah seorang khalifah dari Bani Abbasiah, meninggal dunia.
Harun al-Rasyid meraih kekuasaan pada tahun 170 Hijriah. Pada awalnya, al-Rasyid banyak dipengaruhi oleh ibunya, dan sepeninggal ibunya, al-Rasydi mengangkat Yahya Barmaki sebagai perdana menteri. Sejak saat itu, kekuasaan secara de facto berada di bawah pengaruh perdana menterinya tersebut.
Sepanjang masa kekuasaannya, Harun al-Rasyid banyak membunuh atau memenjarakan Ahlul Bait atau keturunan Rasulullah serta para pendukung mereka. Di antara korban kekejaman Harun al-Rasyid adalah Imam Musa Kazhim as yang dipenjara selama bertahun-tahun sampai akhirnya gugur syahid di dalam penjara.
Harun al-Rasyid tewas terbunuh di saat ia berada di Khorasan, Iran, untuk membasmi gerakan pemberontakan kaum Muslimin.
Muayyid Ad-Din Muhammad bin ‘Alqami Wafat
782 tahun yang lalu, tanggal 2 Jumadil Tsani 656 HQ, Muayyid ad-Din Muhammad bin ‘Alqami al-Baghdadi meninggal dunia.
Muayyid ad-Din al-Baghdadi adalah menteri bermazhab Syiah dari Musta’shim Billah, Khalifah terakhir Dinasti Abbasiah. Ia terkenal akan keutamaan, kelimuwan dan kehebatannya dalam urusan politik. Selain itu ia seorang yang ahli dalam mengelola negara.
Pasca serangan pasukan Mongol ke Baghdad dan menguasainya yang disertai dengan musnahnya Dinasti Abbasiah, Ibnu ‘Alqami berusaha keras untuk menyelamatkan peninggalan Islam dan pada tahun itu juga ia meninggal dunia.
Ryunosuke Akutagawa Lahir
125 tahun yang lalu, tanggal 1 Maret 1892, Ryunosuke Akutagawa, seorang penulis modernis Jepang terkenal, terlahir ke dunia.
Akutagawa adalah penulis cerpen, puisi, dan essay Jepang pertama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Dia mulai menulis cerita-cerita pendeknya ketika tengah menuntut ilmu di Tokyo Imperial University jurusan sastra Inggris. Kemudian, dia bersama rekan-rekannya mendirikan majalah sastra bernama Shin Shico.
Akutagawa adalah seorang perfeksionis yang sering menyukai tema-tema horor dan dia mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk sastra. Akutagawa meninggal dunia pada tahun 1927 akibat bunuh diri pada usia ke tiga puluh lima.
Morteza Hananeh Lahir
94 tahun yang lalu, tanggal 11 Isfand 1301 HS, Morteza Hananeh, seorang musisi kontemporer Iran, terlahir ke dunia.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Hananeh masuk ke sanggar musik untuk mengembangkan kemampuannya di bidang musik. Dia kemudian memimpin Orkestra Simfoni Tehran dan kemudian bergabung dengan Radio Iran.
Morteza Hananeh juga menjadi guru musik dan menulis berbagai buku musik, di antaranya berjudul "Langkah-Langkah Yang Hilang". Morteza Hananeh meninggal dunia pada 24 Mehr 1367 HS di usia 67 tahun.
Ayatullah Hassan Nouri Hamedani Wafat
26 tahun yang lalu, tanggal 11 Isfand 1369 HS Ayatullah Mirza Hassan Nouri Hamedani meninggal dunia saat melakukan perjalanan dakwah ke kota Sirjan akibat tabrakan. Ketika meninggal Ayatullah Nouri Hamedani berusia 67 tahun dan dikuburkan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah di Qom.
Ayatullah Nouri Hamedani lahir pada 1302 Hs di sebuah desa dekat kota Hamedan. Setelah menyelesaikan pendidikan awal ilmu-ilmu agama kepada ayahnya, beliau kemudian belajar agama tingkat menengah kepada Akhond Mulla Ali Hamedani. Ketika menginjak usia 20 tahun, beliau menapaki derajat keilmuwan yang tinggi dengan belajar kepada para guru besar seperti Sayid Hossein Boroujerdi, Sayid Mohammad Mohagghegh Damad, Imam Khomeini ra dan Allamah Thabathabai.
Ayatullah Nouri Hamedani pada 1337 Hs melakukan perjuangan melawan rezim Pahlevi dengan mendirikan lembaga di Qom dengan nama Vali Asr yang bertujuan memperkenalkan prinsip-prinsip Islam kepada para pemuda. Sejatinya, lembaga yang dibentuknya menjadi pusat perjuangan melawan rezim Pahlevi lewat jalan pendidikan agama.
Akibat aktivitasnya, beliau ditangkap oleh SAVAK dan lembaga yang dipimpinnya selama 18 tahun itupun akhirnya ditutup. Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, beliau ditunjuk oleh Imam Khomeini ra menjadi pendakwah bagi warga muslim Inggris.
Beliau banyak meninggalkan karya tulis seperti Pirouzi dar Sayeh Shekast, Taudhih al-Masail dan Majmueh Asar.