Lintasan Sejarah 11 Mei 2017
Hari ini, Kamis tanggal 11 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Sya'ban 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 21 Ordibehesht 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Yunus Meninggal Dunia
799 tahun yang lalu, tanggal 14 Sya'ban 639 HQ, Ibnu Yunus, ahli fiqih, kedokteran, dan matematika muslim abad ke-7, meninggal dunia.
Ibnu Yunus menimba ilmu-ilmu dasar dari ayahnya dan kemudian melanjutkan dengan belajar kepada ulama-ulama terkemuka pada zaman itu. Pada masa itu, Islam sedang berada dalam kegemilangan keilmuan dan peradabannya.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Ibnu Yunus mengajar pada sekolah-sekolah di Kairo dan menulis berbagai buku. Di antara karya-karya adalah buku berjudul "Asrarus-Salathiniyah".
Ethel Lillian Winch Terlahir ke Dunia
153 tahun yang lalu, tanggal 11 Mei tahun 1864, Ethel Lillian Winch, seorang penulis terkenal Inggris terlahir ke dunia.
Pada usia 21 tahun, Winch pergi ke Rusia. Di negara ini, Winch mempelajari sastra dan dan menunjukkkan minatnya yang sangat besar terhadap dunia sastra. Setelah itu, Winch menulis sejumlah karya sastra yang terkenal, di antaranya berjudul "Jack Diamond" dan "Tanggalkan Sepatumu".
Winch meninggal dunia pada tahun 1960.
Penyair Farhang Lahir
137 tahun yang lalu, tanggal 14 Sya'ban 1301 HQ, Mirza Muhammad Khan, yang lebih dikenal dengan nama "Farhang", seorang penulis dan penyair Iran, terlahir ke dunia di kota Tehran.
Pada usianya ke-7 tahun, ayahnya meninggal dunia dan karenanya, dia harus bekerja keras untuk bisa menyelesaikan pendidikannya.
Dalam periode Revolusi Konstitusional di Iran, Farhang merupakan salah satu pejuang yang aktif. Selain beraktivitas politik, Farhang bekerja sebagai wartawan surat kabar. Dia menerbitkan suratkabar "Farhang", "Khavarestan", dan "Payetakht". Farhang juga pernah menjalani pendidikan di Wina, Istanbul, Paris, dan Swiss.
Karya-karya syair Farhang dikenal memiliki gaya yang alami dan lancar. Umumnya, karya-karya syair Farhang dimuat di koran-koran Iran, Perancis, dan Turki.
Salvador Dali, Pelukis Perintis Aliran Kubisme, Lahir
113 tahun yang lalu, tanggal 11 Mei tahun 1904, Salvador Dali, pelukis kontemporer ternama asal Spanyol terlahir ke dunia di kota Fiqueras.
Dali adalah perintis lahirnya aliran Kubisme dalam dunia seni lukis. Bakat melukisnya sudah terlihat sejak ia masih remaja dan dengan cepat, ia terkenal sebagai pelukis modern dengan ide-ide baru yang segar sekaligus mengejutkan.
Dali meninggal dunia tahun 1989 pada usia 85 tahun.
Eropa Barat Resmi Gabung AS Embargo Iran
37 tahun yang lalu, tanggal 21 Ordibehesht 1359 HS, Eropa Barat resmi bergabung dengan Amerika mengembargo Iran.
Menyusul peristiwa penaklukan markas spionase Amerika (Kedubes AS) oleh para mahasiswa pengikut garis Imam (Daneshjouyan Peiruve Khatte Imam) pada 13 Aban 1358 Hs dan setelah gagalnya proyek embargo ekonomi Iran oleh PBB akibat veto satu dari anggota Dewan Keamanan PBB, sebagian negara Eropa memutuskan untuk membatalkan penandatanganan kontrak baru dengan Republik Islam dan dengan sikapnya ini mereka secara resmi mengikuti politik Amerika mengembargo Iran. Keputusan ini dilakukan dalam kondisi dimana pasar bersama Eropa melakukan hal ini secara simbolik dan telah dipolitisasi hanya ingin mendukung Amerika dan mengecam masalah penyanderaan di Kedubes AS. Selain itu, pasar bersama Eropa juga tidak mendominasi ekonomi dunia dan Iran.
Dengan demikian, setelah berakhirnya ultimatum pembebasan para sandera dan tidak terselesaikannya masalah ini, masyarakat ekonomi Eropa secara resmi pada 21 Ordibehesht 1359 Hs mengumumkan embargo ekonomi terhadap Iran. Tujuan keputusan ini seperti yang disebutkan dalam pernyataan bersama konferensi 9 negara Eropa hanya ingin mempercepat pembebasan para sandera. Tapi dengan semakin meluasnya aksi embargo ini oleh negara-negara Barat, kondisi ekonomi negara-negara Eropa ini juga memburuk.
Selama delapan tahun Perang Pertahanan Suci, Amerika dan negara-negara pasar bersama Eropa semakin mempersempit tekanannya terhadap Iran dan menolak untuk melakukan transaksi langsung dengan Iran. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka menolak untuk menjual dan mengirimkan obat-obatan yang dibutuhkan Iran. Sementara pada saat yang sama, mereka memberikan senjata paling modern dan senjata kimia kepada rezim Baath Irak guna memprovokasi rezim ini melanjutkan perang.
Akan tetapi secara bertahap negara-negara Eropa memahami bahwa tekanan Amerika terhadap Iran bukan hanya tidak bermanfaat bagi mereka, tapi kepentingan nasional mereka sudah dikorbankan arogansi Amerika.