Lintasan Sejarah 16 Mei 1396
Hari ini, Selasa tanggal 16 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Sya'ban 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Ordibehesht 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Perang dengan Bani Mushtaliq
1432 tahun yang lalu, tanggal 19 Sya'ban tahun keenam Hijriah, terjadi peperangan antara umat Islam melawan Bani Mushtaliq.
Bani Mushtaliq adalah bagian suku-suku atau kabilah yang tergabung dalam kabilah Khuza'ah yang sudah sejak lama berhijrah dan bertempat disekitar kota Mekah. Para pembesar kabilah ini senantiasa mengembangkan penyembahan berhala di Mekah.
Setelah umat Islam mencapai kekuasaannya di Madinah, Bani Mushtaliq yang tetap mempertahankan penyembahan berhala mereka, mempersiapkan diri untuk memerangi Muslimin. Nabi Muhammad Saw kemudian mengerahkan pasukan Muslimin untuk menghadapi serangan musuh ini. Dalam perang yang kemudian terjadi, Bani Mushtaliq mengalami kekalahan parah di tangan umat Islam.
Perjanjian Sykes-Picot Ditandatangani
101 tahun yang lalu, tanggal 16 Mei 1916, perjanjian bersejarah Sykes-Pycot ditandatangani oleh wakil negara Perancis, Inggris, dan Rusia. Namun kemudian, karena pecahnya Revolusi Bolshevik, Rusia mengundurkan diri dari perjanjian ini.
Atas dasar perjanjian Sykes-Picot, negara-negara Arab yang semula menjadi bagian dari Imperium Ottoman, dibagi-bagi oleh Perancis dan Inggris. Dengan demikian, Irak dan Yordania, termasuk juga kawasan Palestina, dikuasai oleh Inggris, sedangkan Syria dan Libanon dikuasai Perancis.
Perjanjian Sykes –Picot memiliki dampak jangka panjang, yaitu persiapan pembentukan negara Zionis tahun 1948 di atas tanah Palestina yang semula dijajah Inggris.
Ayatullah Haj Sheikh Ahmad Ahari Wafat
48 tahun yang lalu, tanggal 26 Ordibehesht 1348 HS, Ayatullah Haj Sheikh Ahmad Ahari meninggal dunia dalam usia 81 tahun dan dimakamkan di kota Qom.
Ayatullah Haj Sheikh Ahmad Ahari lahir sekitar tahun 1267 HS di kota Ahar, Azerbaijan Timur. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah hauzah, untuk beberapa lama beliau tinggal di kota Tabriz dan setelah itu melanjutkan pendidikannya ke Najaf al-Asyraf, Irak.
Selama 10 tahun beliau belajar kepada guru-guru besar seperti Sheikh as-Syariah Isfahani, Mirza Mohammad Hassan Naini, Mirza Ali Shirazi, Agha Dhiya ad-Din Iraqi, Mohammad Hassan Gharavi dan Sayid Abolhassan Isfahani. Sekitar 20 tahun dari usianya dihabiskan untuk mengajar dan menulis, selain belajar, sehingga beliau dikenal sebagai salah satu guru hauzah.
Pada 1330 HS, beliau kembali ke kota kelahirannya dan setelah beberapa waktu menjadi pengelola Hauzah Ilmiah Tabriz. Beliau terlibat langsung dengan masalah yang dihadapi masyarakat, karena dinilai sebagai pemimpin agama di kota tersebut. Ketika rezim Shah Pahlevi menyerang madrasah Feiziyeh di Qom dan masalah ratifikasi UU Kapitulasi, Ayatullah Haj Sheikh Ahmad Ahari menentang sikap yang dilakukan pemerintah waktu itu.
Ayatullah Ahari meninggalkan banyak karya ilmiah seperti Catatan Pinggir Makasib, Catatan Pinggir Rasail, Risalah Ijtihad dan Risalah Kaidah La Dharar.
Kapal Induk AS Diserang Irak
29 tahun yang lalu, tanggal 16 Mei tahun 1988, dalam era Perang Irak-Iran, pesawat tempur Irak menyerang kapal induk AS Stark, yang tengah berada di Teluk Persia.
Dalam serangan ini 37 tentara AS tewas dan sejumlah lainnya luka-luka. Pemerintah Irak segera meminta maaf kepada AS atas serangan yang disebut tidak sengaja itu dan menyatakan kesediaan mereka untuk mengganti rugi.
Melihat reaksi AS yang lunak, sebagian pengamat menyatakan bahwa serangan ini sebenarnya adalah skenario AS dan Rezim Sadam untuk memunculkan ketidakamanan di Teluk Persia sehingga memberi alasan kepada AS untuk lebih banyak mengirimkan kapal-kapal perangnya ke Teluk Persia.
Mahdi Derakhshan, Dosen Sastra Persia Wafat
24 tahun yang lalu, tanggal 26 Ordibehesht 1372 HS, Mahdi Derakhshan, penulis dan penyair modern Iran meninggal dunia dalam usia 75 tahun.
Doktor Mahdi Derakhshan, peneliti, penulis dan dosen sastra Persia Universitas Tehran lahir pada 1297 Hs dan menyelesaikan pendidikannya di jurusan sastra Persia. Beliau kemudian melakukan penelitian dan mengajar di Fakultas Sastra Universitas Tehran dan selama beberapa waktu di Universitas Ankara.
Doktor Derakhshan tetap melanjutkan penelitian dan studinya di bidang bahasa dan sastra Persia serta maarif Islam. Beliau meninggalkan sejumlah karya ilmiah seperti revisi kumpulan puisi Kasai Morouzi, tafsir al-Quran juz 30, Jawahir Quran, Ta'sir Quran va Hadis dar Adabiat Farsi (Pengaruh al-Quran dan Hadis terhadap sastra Persia) dan gaya penulisan roman Persia dari abad keempat hingga 14 HS.