Lintasan Sejarah 24 Mei 2017
Hari ini, Rabu tanggal 24 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Sya'ban 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Funduq Lahir
948 tahun yang lalu, tanggal 27 Sya'ban 490 HQ, Abul Hasan Ali bin Zaid, yang terkenal dengan nama Ibnu Funduq, salah seorang ilmuwan besar Islam, terlahir ke dunia di kota Baihaq, Iran.
Ibnu Funduqa menguasai berbagai ilmu, seperti hadis, fiqih, sastra, agama, dan hikmah. Buku terpenting karya Ibnu Funduq berjudul "Sejarah Baihaq". Di dalamnya, dia menuliskan kondisi geografis, sejarah, dan keadaan para bangsawan dan dinasti terkenal di Baihaq.
Buku ini merupakan salah satu sumber sejarah penting pada abad ke-6 Hijriah dan salah satu contoh dari karya berbahasa Persia yang baik. Karya lain dari Ibnu Funduq adalah "Lubabul Ansab", "Tafsir Nahjul Balaghah", dan "Qawaid Ulumith-Thib". Ibnu Funduq meninggal dunia pada tahun 565 Hijriah.
Ibnu Iraqi Wafat
612 tahun yang lalu, tanggal 27 Sya'ban 826 HQ, Ibnu Iraqi, seorang ahli fiqih dan hakim Mesir, meninggal dunia di kota Mekah.
Ibnu Iraqi dilahirkan pada tahun 762 Hijriah. Beliau menuntut ilmu hadis dari ayahnya yang merupakan ulama terkenal pada masa itu. Kemudian, dia melanjutkan pendidikannya dengan menimba ilmu dari ulama-ulama terkemuka, sampai akhirnya ia sendiri masuk ke jajaran ulama terkenal.
Selain mengajar fiqih dan hadis, Ibnu Iraqi juga menghasilkan banyak karya penulisan dalam bahasa Arab.
Misbach, Tokoh Sarekat Islam Wafat
91 tahun yang lalu, tanggal 24 Mei 1926 ,Misbach atau dikenal dengan Haji Merah mengakhiri perjuangan panjangnya karena terkena penyakit Malaria dalam pembuangannya. Ia dikuburkan di Penidi, Manokwari.
Lahir di Kauman, Surakarta, pada 1876. Misbach pernah masuk Sarekat Islam pada tahun 1912, namun baru aktif pada tahun 1914. Misbach pun sempat masuk ke anggotaan Muhammadiyah. Misbach dikenal gigih meluncurkan gagasan dengan menerbitkan surat kabar Islam, mendirikan sekolah-sekolah Islam, dan mendukung pemogokan-pemogokan petani dan buruh di Jawa Tengah seperti Kartosura, Banyudono, Ponggok, dan Tegalgondo. Karena keradikalannya inilah Misbach sering keluar masuk penjara.
Hari Pembebasan Kota Khorramshahr
35 tahun yang lalu, tanggal 3 Khordad 1361 HS, para pejuang Iran berhasil membebaskan kota Khorramshahr dari tangan pasukan rezim Baath, Irak.
Empat tahap operasi gemilang Baitul Maqdis dimulai pada 1 Khordad 1361 HS dengan tujuan membebaskan Khorramshahr. Operasi ini dilakukan dengan sandi Ya Muhammad Rasulullah dan pada tahap awal berhasil menguasai pos perbatasan Koushk dan juga berhasil memukul satuan penjaga perbatasan Irak dan berhasil menangkap banyak tentara Irak, termasuk para perwira tinggi mereka.
Menyusul kemenangan besar ini, pertahanan musuh satu persatu akhirnya berhasil dihancurkan oleh para pejuang Iran dan mereka mulai meninggalkan tanah Khorramshar. Pada pukul 6.15 pagi hari Ahad 2 Khordad 1361 HS, pasukan Iran mengepung Khorramshar yang membuat musuh tidak punya piliha lain, kecuali melarikan diri. Hingga pukul 9 pagi, lebih dari 5 ribu tentara Irak yang ditawan para pejuang Iran.
Keesokan harinya 3 Khordad 1361 HS, anasir Baath berusaha kembali menguasai daerah-daerah yang telah dibebaskan para pejuang Iran, tapi berkat kejelian para pejuang Iran, maksud itu tidak berhasil, bahkan banyak yang tewas dan lebih dari 3 ribu lainnya yang tertawan. Akhirnya setelah diduduki selama lebih dari 578 hari, kota Khorramshar berhasil dibebaskan dari tentara Irak.
Imam Khomeini ra ketika mendengar berita pembebasan kota Khorramshar langsung mengatakan, "Allah yang membebaskan kota Khorramshar."
Zionis Melaksanakan Operasi Solomon
26 tahun yang lalu, tanggal 24 Mei tahun 1991, dalam sebuah operasi bernama Operasi Solomon, rezim Zionis melakukan pemindahan terhadap 14.400 kaum Yahudi dari Ethiopia ke Palestina pendudukan.
Selama beberapa dekade, telah terjadi imigrasi puluhan ribu kaum Yahudi Ethiopia ke Palestina pendudukan di bawah undang-undang Israel bernama "Israeli Law of Return" yang menjamin hak seluruh kaum Yahudi untuk berimigrasi ke Israel.
Namun demikian, akhir-akhir ini, karena semakin memburuknya perekonomian di Israel dan tertekan oleh sistem diskriminatif yang diterapkan pemerintah Zionis, orang-orang Yahudi asal Ethiopia berkali-kali mengadakan demostrasi menuntut dipulangkan ke Ethiopia.