Lintasan Sejarah 8 Juni 2017
Hari ini, Kamis tanggal 8 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi Mati
1343 tahun yang lalu, tanggal 13 Ramadan 95 HQ, Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi, seorang pejabat negara yang kejam dan haus darah pada masa pemerintahaan Bani Umayah meninggal dunia.
Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi menduduki jabatan tinggi pada masa Khalifah Abdul Malik Marwan dan Hisham Marwan. Selama masa kekuasaannya itu, Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi melakukan pembunuhan berdarah dingin terhadap para pendukung Imam Ali as dan keluarga Nabi Muhammad Saw.
Sebagian sejarawan menyebut jumlah orang yang dibunuh oleh Hajjaj mencapai 120.000 orang. Di antara kejahatan besar Hajjaj yang lain adalah serangan ke Mekah dan perusakan Ka'bah. Di akhir usianya, Hajjaj mengalami gangguan jiwa. Jenazahnya dikuburkan secara diam-diam untuk menghindari kemarahan rakyat banyak.
Said Nafisi Lahir
122 tahun yang lalu, tanggal 18 Khordad 1274 HS, Said Nafisi, seorang penulis dan penerjemah terkemuka Iran, terlahir ke dunia di kota Teheran.
Said Nafisi adalah putra dari Ali Akbar Nafisi, seorang cendikiawan terkenal dan penyusun kamus Nafisi. Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang hukum dan ilmu politik, Said Nafisi mengajar sejarah dan sastra. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi kebudayaan, baik di dalam maupun luar negeri.
Cendekiawan Iran ini meninggalkan karya penulisan di berbagai bidang, seperti sejarah, syair, dan bahasa. Karya-karya Said Nafisi di antaranya berjudul Sejarah Sosial Iran dan Pembahasan Atas Syair-Syair Rudaki. Said Nafisi meninggal dunia tahun 1967.
Mirza Qashqa'iy Wafat
110 tahun yang lalu, tanggal 13 Ramadan 1328 HQ, Mirza Jahan-gir Khan Qashqa'iy, seorang ulama dan ahli sufi Iran, meninggal dunia.
Mirza Qashqa’iy dilahirkan di kawasan Qashqa'iy, Iran tengah. Setelah menyelesaikan pendidikannya di bidang ilmu dan makrifat, Mirza Qashqa'iy pergi ke Isfahan untuk mengajar agama di sana.
Beliau mengajar selama 50 tahun dan berhasil mendidik ulama-ulama terkenal, di antaranya Ayatullah Modarres dan Ayatullah Boroujerdi. Pada usianya ke-85 tahun, beliau wafat dan dimakamkan di Isfahan.
Ayatullah Sayid Mirza Ali Agha Shirazi Wafat
81 tahun yang lalu, tanggal 18 Khordad 1315 HS, Ayatullah Sayid Mirza Ali Agha Shirazi wafat di usia 67 tahun dan dimakamkan di Najaf al-Asyraf, Irak.
Ayatullah Sayid Mirza Ali Agha Hosseini Shirazi, anak dari marji besar Syiah Mirza Mohammad Hassan Shirazi yang dikenal dengan Mirza Bozourgh dan pemilik fatwa pengharaman tembakau, lahir ke dunia sekitar tahun 1248 HS. Semasa kecilnya, ia bersama kakeknya pergi ke Samarra, di Irak. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah hauzah, beliau kemudian mengikuti kuliah-kuliah para guru besar hauzah seperti Sayid Mohammad Taqi Shirazi, Sayid Mohammad Fesharaki dan lain-lain. Akhirnya beliau mengikuti kuliah tingkat mujtahid yang diajarkan oleh ayahnya dan pada usia 20 tahun beliau telah menjadi mujtahid.
Ijazah ijtihad Mirza Ali Agha Shirazi diakui oleh dua guru sebelumnya dan Akhond Mohammad Kazem Khorasani dan setelah itu beliau mulai memberikan kuliah. Bebetapa tahun setelahnya, ia dikenal di kota-kota Syiah dan menjadi marji taklid yang cukup dikenal.
Mirza Ali Agha tidak hanya memiliki kemampuan hebat di bidang fiqih, ushul fiqih dan ilmu-ilmu naqli, tapi juga hebat di bidang ilmu-ilmu rasional seperti teologi, filsafat, kedokteran, sejarah dan sastra. Selain itu beliau juga terkenal akan kezuhudan, ketakwaan dan akhlaknya.
Zionis Serang USS Liberty
50 tahun yang lalu, tanggal 8 Juni 1967, dalam Perang Enam Hari Arab-Israel, pesawat tempur Israel menggempur kapal milik AS, USS Liberty yang saat itu tengah berada di zona laut internasional, di luar jalur Gaza.
Tentara Zionis berupaya untuk menenggelamkan kapal itu, namun atas perlawanan gigih tentara AS, tentara Israel akhirnya mundur dan kapal Liberty berhasil mencapai pelabuhan yang aman. Penyerangan yang terjadi di siang bolong terhadap kapal yang jelas-jelas mengibarkan bendera AS itu, menewaskan 35 tentara AS dan 170 lainnya luka-luka.
Tujuan Israel dalam penyerangan ini adalah untuk mengkambinghitamkan Mesir, yaitu agar Mesir dituduh sebagai pelaku serangan tersebut. Namun saksi-saksi mata dengan jelas melihat bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pesawat tempur Zionis. Akhirnya, Israel meminta maaf dan menawarkan ganti rugi sekitar 7 juta dolar. Namun, penyelidikan resmi atas serangan ini sampai sekarang tidak pernah dilakukan oleh pemerintah AS yang memang selalu menjadi pelindung rezim Zionis itu.