Jun 11, 2017 09:49 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 11 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 16 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 21 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Dimulainya Perang Qadisiyah antara Pasukan Islam dan Persia

1424 tahun yang lalu, tanggal 16 Ramadan 14 HQ, dimulai perang Qadisiyah antara pasukan Islam dan Persia.

Sebagai kelanjutan dari perang-perang yang terjadi di permulaan Islam, Khalifah Kedua menugaskan Saad bin Abi Waqqas untuk menguasai imperium Persia. Sementara dari Yazgerd III, Raja Sasanian menunjuk Farrokhzad sebagai komandan perangnya.

Setelah melakukan perundingan pertama, Saad bin Abi Waqqas mengusulkan agar Persia menerima Islam atau membayar jizyah, tapi pasukan Persia memilih untuk berperang. Akhirnya perang terjadi antara kedua pihak di daerah Qadisiyah, Irak.

Berperang selama beberapa hari membuat pasukan Persia mulai terlihat lemah dan akhirnya mengakui kekelahan. Kemenangan ini berujung pada pembukaan kota Qadisiyah dan sampainya pasukan Islam ke tepi pantai barat Sungai Dajlah menghadap Eyvan Madain, jatuhnya ibukota dan punahnya pemerintahan Sasanian.

Tehran Mogok Total Peringati Sepekan 15 Khordad

54 tahun yang lalu, tanggal 21 Khordad 1342 HS, terjadi aksi mogok total di kota Tehran memeringati sepekan peristiwa berdarah 15 Khordad.

Pasca penahanan Imam Khomeini ra dan terjadinya kebangkitan berdarah 15 Khordad 1342 Hs, hauzah ilmiah Irak dan rakyat di kota-kota Iran memberikan dukungannya kepada Imam Khomeini ra dan menyatakan kebenciannya atas aksi kekerasan rezim Shah Pahlevi. Mereka semua menuntut segera pembebasan Imam Khomeini ra.

Melanjutkan aksi protes mereka, rakyat melakukan aksi mogok di seluruh Tehran pada 21 Khordad 1342 Hs, bertepatan sepekan setelah pembantaian 15 Khordad. Aksi yang membuat rezim Shah kebingungan untuk menindak mereka.

elain itu, berkumpulnya para ulama dan marji Qom dan Mashad serta dari kota-kota lainnya ke Tehran membuat rezim Shah akhirnya berusaha untuk menenangkan situasi. Rezim Shah secara simbolik membebaskan Imam Khomeini demi menenangkan kemarahan rakyat.

Hendra Gunawan, Maestro Lukis Indonesia Lahir

99 tahun yang lalu, tanggal 11 Juni 1918, Hendra Gunawan dilahirkan pada di Bandung, Jawa Barat.

Hendra Gunawan adalah salah satu maestro lukis Indonesia. Ia membentuk Sanggar Pusaka Sunda pada tahun 1940-an bersama pelukis Bandung dan pernah beberapa kali mengadakan pameran bersama. Revolusipun pecah, Hendra ikut berjuang.

Baginya antara melukis dan berjuang sama pentingnya. Pengalamannya di front perjuangan banyak memberi inspirasi baginya. Dari sinilah lahir karya-karya lukisan Hendra yang revolusioner.

Lukisan “Pengantin Revolusi”, disebut-sebut sebagai karya empu dengan ukuran kanvas yang besar, tematik yang menarik dan warna yang menggugah semangat juang. Nuansa kerakyatan menjadi fokus dalam pemaparan lukisannya.

Pada tahun 1947, ia mendirikan sanggar Pelukis Rakyat bersama temannya, Affandi. Dari sanggar ini banyak melahirkan pelukis yang cukup diperhitungkan seperti Fajar Sidik dan G. Sidharta.

Selain melukis, mematung juga merupakan bagian dari kesehariannya. Hasilnya, patung batu Jenderal Sudirman di halaman gedung DPRD Yogyakarta. Keberpihakannya pada rakyat membuatnya harus mendekam di penjara selama 13 tahun antara tahun 1965-1978, karena ia tercatat sebagai salah seorang tokoh Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakjat).

William Styron Lahir

92 tahun yang lalu, tanggal 11 Juni 1925, novelis AS, William Styron, terlahir ke dunia di Virginia. Dia belajar dalam bidang penulisan di Duke University dan kemudian pindah ke New York untuk memulai karir sebagai penulis.

Pada tahun 1951, terbitlah novel pertamanya berjudul Lie Down in Darkness. Ia kemudian ikut wajib militer dalam perang Korea. Pengalaman Styron dalam marinir AS dituangkannya dalam novel selanjutnya, The Long March yang menceritakan perlakuan brutal terhadap anggota marinir dalam latihan mereka.

Novel ini meraih kesuksesan besar sehingga sejak itu, Styron menjadi terkenal dan semakin produktif melahirkan karya-karya berikutnya. Karya Styron yang paling terkenal dan paling laku berjudul Sophie's Choice.