Jun 16, 2017 07:06 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 16 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ali bin Abi Thalib as Gugur Syahid

1398 tahun yang lalu, tanggal 21 Ramadan 40 HQ, Ali bin Abi Thalib as gugur syahid.

Imam Ali as adalah salah satu Ahlul Bait dan khalifah penerus risalah Rasulullah Saw. Dua hari sebelum gugurnya beliau, di saat sedang menunaikan shalat Subuh di Masjid Kufah, seorang khawarij bernama Ibnu Muljam mengayunkan pedangnya dan melukai kepala suci Imam Ali as. Selama dua hari, Imam Ali terbaring sakit akibat lukanya yang amat parah dan pada tanggal 21 Ramadhan, beliau berpulang ke rahmatullah.

Gugurnya Imam Ali as memberikan pukulan besar bagi Islam dan kaum Muslimin. Beliau adalah seorang khalifah yang sangat mulia, memimpin pemerintahan Islam dengan penuh keadilan, dan menjadi orang terdepan dalam melawan kezaliman. Kemuliaan Imam Ali bisa dilihat dalam catatan khutbah-khutbah beliau yang terkumpul dalam Nahjul Balaghah. Ucapan-ucapan Imam Ali selalu penuh hikmah, panduan akhlak, dan makrifat irfani.

Di antara isi Nahjul Balaghah adalah wasiat Imam Ali as kepada putra-putranya, sebagai berikut. "Kalian dan keluargaku, serta siapa saja yang mendengar pesanku ini, aku mewasiatkan agar selalu bertakwa dan disiplin dalam setiap pekerjaan kalian. Peliharalah anak-anak yatim, berbuat baiklah kepada tetangga, sebagaimana yang dulu juga dipesankan oleh Rasulullah sampai-sampai beliau mengira para tetangga akan saling mewarisi. Janganlah menjauh dari al-Quran dan jangan biarkan orang lain mendahului kalian dalam mengamalkan al-Quran. Dirikanlah shalat dengan sebaik-baiknya karena shalat adalah tiang agama."

Syeikh Hurr Al-Amili Wafat

334 tahun yang lalu, tanggal 21 Ramadan 1104 HQ, Syeikh Hurr al-Amili, seorang ulama dan ahli hadis terkenal Lebanon, meninggal dunia.

Beliau dilahirkan pada tahun 1033 dan hingga usia 40 tahun, beliau menuntut ilmu dari ulama-ulama Lebanon. Setelah itu, Syeikh Hurr al-Amili pergi ke kota Mashad, Iran dan di sana beliau mengajar agama dan menjadi hakim selama 24 tahun.

Karya tulis terpenting Syeikh Amili adalah "Wasailus-Syiah" yang menjadi salah satu rujukan utama dalam bidang fiqih dan hadis. Karya lain beliau berjudul al-Jawahirus Saniyyah fil Ahaditsil Qudsiyyah".

Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi Wafat

98 tahun yang lalu, tanggal 26 Khordad 1298 HS Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi meninggal dunia di usia 40 tahun dan dimakamkan di kota Najaf.

Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi lahir dari keluarga ulama pada 1258 HS di kota Tabriz. Setelah belajar ilmu-ilmu dasar keagamaan di kota kelahirannya di bawah bimbingan ayah dan guru-guru di Tabriz, beliau kemudian pergi ke kota Najaf untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi.

Ayatullah Mojtahed Tabrizi selama di Najaf belajar kepada ulama besar masa itu seperti Akhond Mulla Mulla Muhammad Kazem Khorasani, Syaikh al-Syari'ah Isfahani, Sayid Muhammad Kazem Yazdi, Mirza Abu al-Qasim Erdoubadi, Muhaqqiq Nahawandi dan lain-lainnya.

Bertahun-tahun belajar di Najaf mengantarkankan Ayatullah Mojtahed Tabrizi mencapai derajat keilmuan yang tinggi. Di antara ribuan murid fiqih dan ushul fiqih Akhond Khorasani, beliau termasuk yang mampu menarik perhatian gurunya. Selama belajar di Najaf, selain belajar fiqih, ushul fiqih, beliau juga menguasai perbintangan, matematika, puisi dan sastra.

Beberapa tahun berlalu, beliau pergi ke Mekah dan dalam perjalanan beliau terserang penyakit dan di akhir hidupnya beliau menderita lumpuh. Selama hidupnya beliau meninggalkan banyak karya ilmiah seperti Urjuzah dalam ilmu ‘Arudh dan Qafiyah, catatan pinggir Kifayah al-Ushul dan catatan pinggir Lisan al-Khawas.

Serangan Udara AS ke Jepang Dimulai

73 tahun yang lalu, tanggal 16 Juni 1944, angkatan udara AS mulai menggelar serangan ke sejumlah kota di Jepang.

Kota pertama yang menjadi sasaran serangan angkatan udara AS adalah Fukula yang terletak di wilayah selatan Jepang. Serangan udara ini dimaksudkan untuk menekan Jepang dan memaksa negara itu untuk menyerah.

Serangan bertubi-tubi ke berbagai kota jepang itu menewaskan puluhan ribu rakyat tak berdosa dan menghancurkan pusat-pusat industri, pabrik-pabrik, tanah persawahan, dan berbagai sarana infra struktur Jepang. Serangan udara ini berakhir dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki menjadi sasaran bom atom AS.