Jun 22, 2017 09:35 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 22 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Arabi Lahir

878 tahun yang lalu, tanggal 27 Ramadan 560 HQ, Muhyiddin Abukabar bin Muhammad yang dikenal dengan nama Ibnu Arabi ilmuwan dan sufi besar Muslim, terlahir ke dunia di Andalusia.

Sejak berusia delapan tahun Ibnu Arabi telah belajar al-Quran, fiqih dan hadis. Menginjak usia remaja, beliau mulai terjun ke dunia irfan dan penyucian jiwa. Untuk melanjutkan pendidikannya, Ibnu Arabi melakukan perjalanan ke berbagai negeri muslim.

Sejak tahun 620 Hijriah beliau menetap di Damaskus serta menyibukkan diri dengan aktifitas mengajar dan menulis buku. Kitab al-Futuhat al-Makkiyyah, Fushushul Hikam, dan kitab al-Mabadi wa al-Ghayat adalah tiga karya beliau yang terkenal. Ibnu Arabi wafat tahun 638 Hijriah di Damaskus.

Galileo Diadili

384 tahun yang lalu, tanggal 22 Juni tahun 1633, Galileo Galilei, astronom, matematikawan, dan fisikawan Italia abad ke-17, diajukan ke pengadilan gereja karena pemikirannya dianggap bertentangan dengan kebijakan gereja.

Pada zaman itu, gereja meyakini bahwa bumi adalah pusat alam semesta dan planet-planet lain berputar mengelilingi bumi.

Pada tahun 1632, Galileo menulis sebuah buku yang menolak pandangan ilmuwan bernama Bartholomeus berkenaan dengan sistem tata surya. Dalam buku itu, Galileo mengemukakan hasil penelitiannya, bahwa mataharilah pusat tata surya dan bumi serta planet-planet lainnya berputar mngelilingi matahari.

Gereja kemudian menjatuhkan vonis kafir kepada Galileo dan mengancamnya dengan hukuman mati.

Demi menghindari hukuman mati, Galileo menyatakan menarik pandangannya itu, namun ketika keluar dari pengadilan, dia mengatakan, "Meskipun demikian, bumi tetaplah berputar."

Allamah Majlisi Wafat

328 tahun yang lalu, tanggal 27 Ramadan 1110 HQ, Allamah Muhammad Baqir al-Majlisi meninggal dunia. Beliau dikenal sebagai ulama besar yang mendedikasikan waktunya untuk mengajar dan mengumpulkan hadis.

Allamah Majlisi meninggalkan banyak karya yang diperkirakan mencapai 600 jilid buku.

Kitab Biharul Anwar adalah karya terbesar yang ditulis Allamah Majlisi selama bertahun-tahun. Karya lain beliau yang terkenal adalah kitab Zadul Maad, Hayatul Qulub, dan Ainul Hayat.

Imam Khomeini ra Memberhentikan Bani Sadr dari Presiden

36 tahun yang lalu, tanggal 1 Tir 1360 HS, Imam Khomeini ra mencopot Bani Sadr dari presiden setelah parlemen menyepakati mosi tidak percaya atasnya.

Setelah perselisihan antara para pejabat Iran dengan Bani Sadr, Presiden Iran yang berkhianat, begitu juga ketidakmampuannya dalam mengelola perang dan sikap-sikapnya melawan Revolusi Islam, Imam Khomeini pada 20 Khordad 1360 HS setelah bermusyawarah dengan para pejabat tinggi Iran lainnya membatalkan jabatannya sebagai Panglima Tertinggi Militer yang juga wakil Wali Faqih.

Sikap Imam ini direaksi secara negatif oleh Bani Sadr dan menunjukkan tidak peduli dengan keputusan Imam. Masalah ini membuat para anggota parlemen mengusulkan draf ketidaklayakan politik Banis Sadr.

Menyusul rencana ini, para pendukung Bani Sadr melakukan walk out dari parlemen dan berusaha agar rencana ini tidak diterima oleh parlemen, tapi akhirnya anggota parlemen pendukung garis Imam pada 31 Khordad 1360 HS menyepakati draf ketidaklayakan politik Bani Sadr. Keputusan ini kemudian diserahkan kepada Imam dan keesokan harinya, 1 Tir 1360 HS, Imam Khomeini ra dalam sebuah pesannya memberhentikan Bani Sadr dari jabatan presiden.

Dalam pesannya Imam mengatakan, "Setelah suara mayoritas anggota parlemen menyepakati ketidaklayakan politik Bani Sadr, saya memberhentikannya dari jabatan presiden."

Sementara Bani Sadr yang mulai ketakutan akan ditangkap dan diadili, ia berusaha menyembunyikan dirinya selama lima pekan dan setelah itu dengan berpakain perempuan membajak sebuah pesawat Iran. Dengan demikian pada 7 Mordad 1360 HS, Bani Sadr berhail melarikan diri ke Perancis dan melakukan rongrongan terhadap Iran dari sana bersama kelompok Munafikin.