Lintasan Sejarah 14 Oktober 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 14 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Erwin Rommel Meninggal Dunia
73 tahun yang lalu, tanggal 14 Oktober 1944, Erwin Rommel, komandan pasukan NAZI Jerman yang terkenal meninggal dunia akibat bunuh diri atas perintah Hitler.
Dalam Perang Dunia Kedua, Rommel adalah komandan tentara Jerman di Afrika Utara dan berhasil memukul mundur tentara Inggris hingga ke utara Mesir. Atas keberhasilannya itu, Rommel diberi gelar Marshall. Namun, kemudian Inggris melakukan serangan balasan. Karena tidak memiliki pasukan dan peralatan yang cukup, Rommel terpaksa mundur dari Afrika Utara.
Pada tahun 1944, Rommel menjadi komandan pertahanan Jerman di Italia dan Balkan. Kemudian, terjadi pertentangan pendapat antara Rommel dan Hitler. Setelah terjadi percobaan pembunuhan terhadap Hitler, Rommel dicurigai sebagai dalangnya dan Hitler memerintahkannya untuk bunuh diri dengan meminum racun.
Tentara Zionis Melakukan Pembunuhan Massal di Tepi Barat
64 tahun yang lalu, tanggal 14 Oktober 1953, kelompok zionis bersenjata menyerang desa Qibyah di Tepi Barat Sungai Jordan.
Setelah menduduki desa itu, orang-orang zionis itu selama dua hari melakukan pembunuhan massal terhadap warga palestina di desa tersebut dan menghancurkan rumah-rumah mereka.
Aksi teroris ini didalagi oleh komandan tentara rezim Zionis saat itu, Ariel Sharon. Dalam aksi teroris kejam Zionis ini, 42 laki-laki, perempuan, dan anak-anak Palestina tewas. Sejumlah besar warga lainnya luka-luka, puluhan rumah, dan sebuah sekolah dihancurkan dengan bom.
Wafatnya Ayatullah Mohammad Bagher Mohseni Malayeri
22 tahun yang lalu, tanggal 22 Mehr 1374 HS, Ayatullah Mohseni Malayeri, seorang ulama ahli ibadah dan zuhud meninggal dunia.
Ayatullah Mohammad Bagher Mohseni Malayeri merupakan tokoh ulama yang cukup terkenal dan disegani di Hauzah Ilmiah Qom. Ayatullah Mohseni Malayeri dilahirkan di kota Najaf dari keluarga ulama. Sejak kecil Ayatullah Mohseni Malayeri bersama keluarganya pindah ke kota Malayer.
Setelah menyelesaikan tingkat pertama pelajaran hauzah, Ayatullah Malayeri kemudian melanjutkan pendidikannya di Hauzah Mashad. Bersamaan dengan didirikannya Hauzah Ilmiah Qom, Ayatullah Mohseni Malayeri pindah ke kota ini dan belajar kepada pendiri Hauzah Qom, Ayatullah Sheikh Abdulkarim Hairi Yazdi dan setelah itu berguru pada Ayatullah al-Udzma Sayid Hossein Boroujerdi hingga mencapai derajat ijtihad.
Setelah bertahun-tahun menimba ilmu, Ayatullah Mohseni Malayeri kemudia kembali ke kotanya Malayer. Sekembalinya ke kampung halamannya, Ayatullah Malayeri kemudia mendirikan hauzah ilmiah, Huseiniah, perpustakaan dan masjid. Sebagai ulama besar, sehari-harinya beliau mendarmabaktikan umurnya dengan mengajar, menulis dan menuntun masyarakat.
Peledakan Haram Imam Hadi dan Askari as di Samarra
12 tahun yang lalu, tanggal 23 Muharam 1427 HQ, tentara pendudukan asing dan para teroris yang menjadi boneka mereka meledakkan kubah suci Imam Hadi dan Imam Hasan al-Askari as di kota Samarra.
Seluruh pengikut dan pecinta Imamah dan Wilayah di penjuru dunia mengucapkan
Belasungkawa atas perbuatan memalukan para musuh Islam. Mereka yang merencanakan dan melakukan perbuatan ini menganggap perbuatan busuk mereka dapat menghilangkan pelita hidayah dan agama dari muka bumi. Namun mereka tidak menyangka bahwa Allah yang melindungi agamanya.
Semua manusia bebas dari ikatan etnis dan agama turut mengecam perbuatan terkutuk yang dilakukan oleh orang-orang yang berpikiran pendek. Sementara para pecinta Imamah justru semakin kokoh dan menjadikan hari ini sebagai waktu yang tepat untuk memperbarui janjinya dengan para imam maksum dan siap mengorbankan jiwanya untuk mereka.