Lintasan Sejarah 16 Oktober 2017
Hari ini, Senin tanggal 16 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 25 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Imam Sajjad Gugur Syahid
1344 tahun yang lalu, tanggal 25 Muharam 95 HQ, menurut sebuah riwayat, Imam Ali Zainal Abidin as, imam keempat kaum Muslimin dan generasi kedua keturunan Rasulullah Saw, gugur syahid.
Imam Ali Zainal Abidin as adalah putra dari Imam Husein as, cucu Rasulullah. Beliau dikenal amat rajin beribadah dan bersujud di hadapan Allah, sehingga dijuluki as-Sajjad yang berarti banyak bersujud.
Imam Sajjad lahir tahun 38 Hijriah di Madinah. Pada tahun 61 Hijriah, Imam Sajjad turut menyertai ayah beliau yang berjuang melawan kezaliman pemerintahan Yazid, di Padang Karbala. Atas kehendak Allah, saat itu beliau jatuh sakit sehingga tidak bisa ikut bertempur. Setelah Imam Husain gugur syahid, tampuk imamah diemban oleh Imam Sajjad.
Edgar Allan Poe Meninggal
168 tahun yang lalu, tanggal 16 Oktober 1849, Edgar Allan Poe, seorang penulis dan penyair Amerika, meninggal dunia.
Poe dilahirkan pada tahun 1809 dan pada usia tiga tahun, ia telah yatim piatu. Edgar Allan Poe menuntut ilmu di Universitas Virginia.
Pada tahun 1827, buku kumpulan puisi pertama karya Poe diterbitkan dengan judul Tamerlane and other poems namun tidak meraih sambutan dari para kritikus. Pada tahun 1845, Poe menerbitkan kumpulan pusinya berjudul The Raven and Other Poems yang membuatnya terkenal di seluruh AS dan bahkan di luar negeri. Sejak itu, Poe dinilai sebagai seorang sastrawan yang jenius.
Rezim Saddam Menduduki Kota Khorramshahr
37 tahun yang lalu, tanggal 24 Mehr 1359 HS, pasukan rezim Saddam Husein menduduki kota Khorramshahr, Iran.
Senin siang tanggal 31 Shahrivar 1359 (22 September 1980) alarm kota Khorramshahr tiba-tiba berbunyi. Kota menjadi sasaran tembakan roket dan rudal. Api dan asap terlihat di mana-mana. Warga Khorramshahr tidak pernah membayangkan kejadian seperti ini.
Pada dasarnya, serangan udara Irak ke bandara-bandara Iran Senin siang itu ternyata dibarengi oleh unit-unit pasukan darat rezim Saddam Husein. Serangan yang dilakukan oleh militer rezim Saddam dilakukan dengan informasi sebelumnya mengenai titik-titik rawan dan lemah pos-pos penjagaan dan pangkalan militer yang berada di perbatasan. Selain serangan artileri berat ke pos-pos penjagaan dan pangkalan militer itu, mereka juga membombardir jalan raya Khorramshahr-Ahvaz dan pos militer Shalamcheh.
Awalnya, Irak berusaha mengancam barisan pertahanan Khorramshar-Ahvaz guna melemahkan kemungkinan perlawanan pasukan yang ditempatkan di perbatasan dan pos-pos penjagaan.
Patut diketahui bahwa para pejuang Khorramshahr yang berusaha melindungi kota menghadapi masalah berat. Karena selain tidak ada tambahan pasukan, setiap saat mereka dihantui jatuhnya jumlah korban dari pasukannya. Dalam kondisi yang demikian, berjuang menghadapi agresi rezim Saddam menjadi sulit, tapi meninggalkan kota juga menjadi hal yang lebih sulit.
Oleh karenanya, para pejuang mengambil keputusan untuk tetap melanjutkan perjuangan secara bertahap hingga tanggal 24 Mehr 1359 (16 Oktober 1980). Sejak saat itu kota Khorramshahr disebut sebagai Khounin Shahr yang berarti Kota Berdarah.