Feb 08, 2018 11:31 Asia/Jakarta

Surat an-Naml ayat 23-28

إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ (23) وَجَدْتُهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ (24)

Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. (27: 23)

Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk. (27: 24)

Dalam pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa burung Hudu-hud telah memberikan alasan ketidakhadirannya di istana Nabi Sulaiman as. Hud-hud kepada beliau berkata, “Aku telah pergi ke negeri Saba dan melihat hal-hal yang kamu belum mengetahuinya. Aku membawa berita penting untukmu.”

Ayat-ayat di atas menjelaskan berita yang dibawa oleh Hud-hud. Disebutkan bahwa situasi di Saba berbeda dengan wilayah lainnya. Negeri ini diperintah oleh seorang perempuan yang memiliki istana dan singgasana yang megah. Nabi Sulaiman as terkejut mendengar berita tentang pemerintahan seperti itu.

Hud-hud berkata, mahkota dan singgasana wanita ini bukan hal penting, namun yang penting adalah masyarakat di wilayah ini yang menyembah matahari. Mereka bergelimang maksiat dan dosa. Setan telah menjadikan mereka memandang indah terhadap keburukan-keburukan itu sehingga akan sangat sulit untuk memberikan petunjuk kepada mereka.

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:

1. Memperoleh berbagai nikmat dari Allah Swt tidak menunjukkan kebaikan atau keburukan bagi penerimanya. Nabi Sulaiman as dan Balqis memiliki kekayaan yang melimpah, namun Sulaiman as adalah seorang nabi, sementara Balqis merupakan pemimpin para penyembah matahari.

2. Masyarakat biasanya menerima kepercayaan dan agama yang diyakini oleh para pemimpin mereka. Dari sisi ini, pemerintah memainkan peran penting dalam pembentukan keyakinan agama bagi masyarakat.

أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ (25) اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (26)

Agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. (27: 25)

Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar". (27: 26)

Hud-hud melanjutkan ceritanya kepada Nabi Sulaiman as. Ia dengan penuh rasa heran berkata, aku tidak tahu mengapa mereka justru menyembah matahari dan tidak menyembah Tuhan yang telah mengeluarkan apa-apa yang terpendam di langit dan bumi dan mengetahui apa yang tersembunyi dan tampat pada diri manusia?

Contoh dari apa-apa yang tersembunyi dan kemudian dikeluarkan dari langit dan bumi adalah hujan dan pertumbuhan tanaman. Kita semua mengetahui bahwa awalnya adalah sebuah biji, namun dengan kekuatan dan izin Allah Swt, biji tersebut tumbuh menjadi sebuah tunas yang indah.

Menurut pandangan Hud-hud, Sulaiman as yang merupakan utusan Allah Swt dan raja besar tidak boleh disembah. Sebab, ilmunya terbatas dan beliau tidak mengetahui apa yang terjadi di negeri Saba. Hanya Allah Swt yang layak disembah, dimana Dia mengetahui seluruh rahasia alam semesta dan manusia. Allah Swt setiap saat dapat mengungkap rahasia-rahasia tersebut dan memberitahukannya kepada makhluk-Nya.

Dari dua ayat tadi terdapat empat pelajaran yang dapat dipetik:

1. Ibadah dan penyembahan merupakan fitrah manusia. Di sepanjang sejarah, manusia terkadang menganggap hal-hal seperti benda-benda mati dan hewan sebagai suci dan penyembahnya.

2. Faktor-faktor alam seperti matahari dan air, mamiliki peran utama dalam pertumbuhan tanaman dan makhluk hidup, namun mereka bukan pencipta. Oleh karena itu, manusia harus menyembah pencipta matahari, bukan mataharinya, sebab matahari adalah salah satu dari makhluk Tuhan.

3. Tujuan setan menjadikan manusia memandang indah perbuatan-perbuatan buruk mereka adalah supaya manusia tidak bersujud kepada Tuhan. Sujud kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan simbol tauhid.

4. Alam semesta merupakan manifestasi dan bukti keberadaan Tuhan dan tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya.

قَالَ سَنَنْظُرُ أَصَدَقْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (27) اذْهَبْ بِكِتَابِي هَذَا فَأَلْقِهِ إِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُونَ (28)

Berkata Sulaiman, “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. (27: 27)

Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan” (27: 28)

Setelah mendengarkan cerita Hud-hud, Nabi Sulaiman as menilai ketidakhadiran burung itu beralasan dan beliau tidak melakukan tindakan apapun terhadapnya. Meski berita yang dibawa Hud-hud penting, namun Nabi Sulaiman as tetap menganggap perlu untuk menelitinya.

Nabi Sulaiman as kemudian menulis sebuah surat dan meminta Hud-hud untuk menyampaikan surat itu kepada Ratu Saba. Beliau juga meminta Hud-hud untuk tetap berada di sana dan melihat jawaban apa yang akan diberikan oleh Ratu Balqis.

Menulis surat untuk mengajak kepada tauhid merupakan salah satu cara Anbiya untuk memberikan petunjuk kepada mereka. Dalam sejarah disebutkan Nabi Muhammad Saw telah menulis surat kepada Raja Romawi dan Persia.

Dari dua ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:

1. Dalam berdakwah dan mengajak kepada kebenaran, banyak sarana yang dapat digunakan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan. Terkadang ajakan itu dilakukan dengan cara mengirim surat, mengutus perwakilan dan dengan cara berpidato.

2. Klaim orang lain tidak seharusnya menghalangi kita untuk meneliti dan konfirmasi. Meskipun Hud-hud mengklaim beritanya itu benar, namun Nabi Sulaiman as tetap mengevaluasi dan meneliti berita yang dibawa Hud-hud.

3. Sebelum mengambil segala bentuk keputusan untuk para penentang, kita harus terlebih dahulu memberikan petunjuk dan informasi kepada mereka dan kita harus mengambil langkah yang tepat sesuai dengan respon mereka.