Feb 10, 2018 13:10 Asia/Jakarta

Surat al-Qashash ayat 1-4.

طسم (1) تِلْكَ آَيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ (2) نَتْلُوا عَلَيْكَ مِنْ نَبَإِ مُوسَى وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (3)

Thaa Siin Miim. (28: 1)

Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). (28: 2)

Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Firaun dengan benar untuk orang-orang yang beriman. (28: 3)

Surat ini memiliki 88 ayat dan diturunkan sebelum hijrah Rasulullah Saw ke Madinah. Sekitar 40 ayat dari surat ini atau separuh dari surat ini menjelaskan sejarah hidup Nabi Musa as mulai dari kelahiran, masa kanak-kanak, masa muda, pernikahan hingga beliau mengemban risalah ilahi. Surat ini sama seperti 28 surat lainnya dimulai dengan huruf Muqatta’ah dan disusul dengan menyinggung ayat-ayat kitab samawi.

Sebagaimana yang telah kita sebutkan bersama, mungkin ini menunjukkan sebuah hakikat bahwa Allah Swt menyusun ayat-ayat dalam kitab samawi dan mukjizat itu dari huruf-huruf tersebut, sekaligus tantangan bagi mereka yang mengklaim mampu menyusun sepertinya. Yaitu sebuah kitab yang ayat-ayatnya seirama dan jelas, serta menjadi pemilah antara kebenaran dan kebalitan.

Lanjutan dari ayat tersebut menjelaskan kisah Nabi Musa as di era kekuasaan Firaun dan disebutkan bahwa, Allah dalam al-Quran menjelaskan kisah-kisah para nabi dan kaum terdahulu berdasarkan fakta dan hakikat serta terjauhkan dari masalah-masalah tidak benar dan bohong. Ini dikarenakan agar orang-orang Mukmin mengetahui kesulitan dan penderitaan yang dihadapi oleh manusia-manusia baik dan beriman di masa lalu dan betapa mereka tegar dan tabah menghadapi kesulitan dan tantangan.

Dari tiga ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Mengingat  sunnah ilahi telah tersusun rapi dalam sejarah, maka mengenal berbagai sunnah ilahi terkait kaum-kaum terdahulu dapat menjadi pelajaran hikmah bagi kita dan generasi mendatang.

2. Perjuangan melawan kaum taghut dan zalim, merupakan kinerja para nabi dan orang-orang Mukmin harus mengikuti jalan para nabi.

3. Kisah-kisah dalam al-Quran, semuanya berdasarkan pada fakta dan bukan fiksi atau legenda. Karena al-Quran tidak menyebutkan kisah-kisah bohong.

إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا يَسْتَضْعِفُ طَائِفَةً مِنْهُمْ يُذَبِّحُ أَبْنَاءَهُمْ وَيَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ إِنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ (4)

Sesungguhnya Firaun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Firaun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (28: 4)

Ayat  ini menyinggung kerakusan kekuasaan Firaun dan menjelaskan bahwa untuk membuat kaum Bani Israel tetap lemah dan agar tetap dapat berkuasa, Firaun menggunakan berbagai macam cara. Dia menghalangi persatuan masyarakat dengan menyulut perpecahan agar mereka tidak bangkit melawan pemerintah. Dewasa ini, politik “devide and rule” juga digunakan oleh kaum arogan dan adidaya terhadap negara dan bangsa-bangsa dunia. 

Firaun memberikan berbagai fasilitas dan sarana kehidupan melimpah kepada warga pribumi Mesir dari etnis Koptik, serta menyerahkan jabatan pemerintahan kepada mereka. Sebaliknya, Firaun menetapkan kaum Bani Israil yang berhijrah ke Mesir sebagai budak dan pembantu bagi kaum Koptik. Seluruh pekerjaan kasar dan sulit diserahkan kepada kaum Bani Israel serta tidak memberikan mereka sarana hidup. 

Firaun yang zalim ketika merasakan ancaman datang dari Bani Israil, menginstruksikan pembunuhan setiap bayi laki-laki dari kaum Bani Israil, akan tetapi bayi perempuan mereka dibiarkan hidup untuk dijadikan pembantu dan budak. Dengan cara itu, Firaun ingin menghambat peningkatan populasi pemuda dan laki-laki Bani Israil, agar mereka tidak bangkit memberontak dan melawan pemerintah. Pada era itulah Nabi Musa as terlahir, dan ibu beliau demi menjaga nyawa putranya terpaksa meletakkan Nabi Musa as di sebuah keranjang dan menghanyutkannya di sungai Nil.

Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Selama masyarakat bersatu dan kompak, maka rezim zalim tidak akan mampu menguasasi mereka. Oleh karena itu, kekuatan rezim zalim dan imperialis selalu berusaha menciptakan perpecahan agar mereka dapat berkuasa.

2. Penumpasan semangat kepahlawanan dan ksatriaan pada diri laki-laki serta pemanfaatan gadis atau perempuan dengan klaim manis kebebasan perempuan, adalah politik yang dewasa ini marak dipropagandakan di dunia modern dalam berbagai bentuknya.