Lintasan Sejarah 22 April 2018
Hari ini, Minggu tanggal 22 April 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Sya'ban 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Ordibehest 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Imam Zainal Abidin Lahir
1401 tahun yang lalu, tanggal 5 Sya'ban 38 HQ, Imam Ali Zainal Abidin, putra dari Imam Husein as, terlahir ke dunia di kota Madinah.
Imam Husein adalah putra dari Fathimah az-Zahra, putri Rasulullah Saw dan Imam Ali bin Abi Thalib as. Imam Ali Zainal Abidin dibesarkan dalam bimbingan Imam Husein hingga mencapai ilmu dan hakikat Ilahi. Beliau sangat tekun beribadah dan sering bersujud dalam waktu lama.
Oleh karena itulah beliau dijuluki sebagai Imam as-Sajjad. Dalam peristiwa Asyura di Padang Karbala yang membuat ayah beliau dan para cucu Rasulullah lainnya gugur syahid, Imam Sajjad tidak turut bertempur karena sedang sakit keras. Kemudian, Imam Sajjad memegang tampuk kepemimpinan umat Islam menggantikan Imam Husein as hingga akhir hayat beliau di tahun 94 Hijriah.
Zionis Menyerang Haifa
70 tahun yang lalu, tanggal 22 April tahun 1948, menjelang diresmikannya pendirian negara ilegal Israel, pasukan Zionis menyerang sebuah kota pelabuhan bernama Haifa yang terletak di barat laut Palestina.
Dalam serangan ini, 500 warga Palestina terbunuh dan 200 lainnya luka-luka. Kaum perempuan dan anak-anak Palestina yang ketakutan, melarikan diri ke daerah pelabuhan untuk menyelamatkan diri.Namun, tentara Zionis mengejar mereka dan membunuh 100 orang serta melukai 200 lainnya.
Alasan dilakukannya serangan keji ini oleh Zionis adalah karena semakin dekatnya pendirian negara Israel, yaitu tanggal 14 Mei 1948 dan untuk menakut-nakuti warga Palestina agar pergi meninggalkan tanah air mereka.
Hari Revolusi Budaya Islam
38 tahun yang lalu, tanggal 2 Ordibehesht 1359 HS, di Iran diperingati sebagai Hari Revolusi Budaya Islam.
Pada 28 Farvardin 1359 HS, sejumlah mahasiswa Iran berhasil menguasai dan mengontrol Universitas Tabriz dan keesokan harinya kelompok Munafikin dan kelompok-kelompok lainnya menguasai Universitas Tarbiat Moallem. Menyusul ultimatum tiga hari yang dikeluarkan oleh Dewan Revolusi kepada kelompok Munafikin, rakyat revolusioner Iran pada 2 Ordibehesht 1359 berhasil menggagalkan upaya mereka dan Imam Khomeini ra menyambut aksi rakyat ini.
Setelah kasus itu, penting untuk menutup universitas-universitas Iran buat sementara waktu guna ada kesempatan yang cukup untuk melakukan perubahan mendasar dalam sistem pendidikan di universitas-universitas Iran. Kewajiban ini menjadi tanggung jawab Staf Revolusi Budaya dan universitas-universitas Iran akan dibuka kembali tepat di peringatan Persatuan Hauzah dan Universitas pada 27 Azar 1361 Hs.
Gerakan ini dilakukan dengan tujuan islamisasi universitas dan mengeluarkan anasir thagut dan akhirnya disebut sebagai Revolusi Budaya.