Lintasan Sejarah 25 September 2018
-
25 September 2018
Hari ini, Selasa tanggal 25 September 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 15 Muharam 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Mehr 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Sayid Ibnu Thawus Terlahir ke Dunia
850 tahun yang lalu, tanggal 15 Muharram 589 HQ, Ali bin Musa bin Ja'far yang terkenal dengan nama Sayid ibn Thawus, faqih, ahli hadis dan ulama terkenal muslim lahir di Hillah, Irak.
Sayid Ibnu Tawus memenuhi waktunya dengan belajar sejak kanak-kanak hingga menginjak usia remaja. Kemudian beliau berpindah ke Baghdad dan tinggal disana selama 15 tahun.
Beliau merupakan salah seorang ilmuan terkemuka karena kedalaman ilmu, ketakwaan dan akhlaknya. Ibn Tawus menghasilkan banyak karya yang menjadi sumber rujukan dalam kepustakaan Islam.
Di antara karyanya yang terkenal ialah al-Luhuf ‘ala Qatlat Thufuf berkaitan dengan kebangkitan Imam Husein dan peristiwa Asyura yang merupakan buku yang sangat berharga. Buku ini telah berulang kali dicetak di Iran, Lebanon dan Najaf. Karya lain Ibnu Tawus ialah "Sa'dus Su'ud" dan "al-Iqbal bi Shalihil A'mal". Sayid Ibnu Tawus wafat pada tahun 664 hijriah dalam usia 75 tahun.
Hari Jadi Kota Bandung
208 tahun yang lalu, tanggal 25 September 1810, diperingati sebagai hari jadi kota Bandung.
Bandung (kota madya) merupakan ibu kota Provinsi Jawa Barat. Kota itu pada zaman dahulu dikenal sebagai Parijs van Java (bahasa Belanda) atau Parisnya Jawa. Bandung terkenal akan Gedung Sate dan hawanya yang sejuk.
Tepat pada 25 September 1810, Gubernur Jenderal ke-36 Hindia Belanda Daendels mengeluarkan surat keputusan pindahnya ibu kota Bandung dan sekaligus pengangkatan Raden Suria sebagai Patih Parakanmuncang. Sejak peristiwa tersebut, 25 September dijadikan sebagai Hari Jadi Kota Bandung dan RA Wiranatakusumah sebagai the founding father.
Kini nama tersebut diabadikan menggantikan Jalan Cipaganti, wilayah itu menjadi rumah tinggal bupati sewaktu ibu kota berpindah ke alun-alun sekarang.
Ghumam Hamedani Meninggal Dunia
76 tahun yang lalu, tanggal 3 Mehr 1321 HS, Mohammad Yusuf Zadeh, yang terkenal dengan nama Ghumam Hamedani, seorang sastrawan dan penyair Iran, meninggal dunia.
Mohammad Yusuf Zadeh amat manguasai bidang logika, filsafat Islam dan sastra Persia. Selain menggeluti bidang sastra, dia juga aktif dalam perjuangan Revolusi Konstitusional Iran. Namun, ketika akhirnya revolusi ini menyimpang dari tujuannya semula dan tokoh-tokoh despotik naik menjadi pemimpin, Hamedani memilih keluar dari aktivitas politik dan berkonsentrasi di bidang pendidikan sosial dan sastra.
Satu-satunya karya peninggalan Hamedani adalah Diwan-e Asy'ar yang hanya memuat kurang dari sepertiga karya-karya syair Hamedani sepanjang hidupnya.