Lintasan Sejarah 27 September 2018
-
27 September 2018
Hari ini, Kamis tanggal 27 September 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Muharam 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 5 Mehr 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Nawaruddin Jami Meninggal
541 tahun yang lalu, tanggal 17 Muharam 898 HQ, Nawaruddin Abdurrahman Jami, seorang penyair sufi terkenal Iran, meninggal dunia di kota Herat, Afganistan.
Nawaruddin Jami melalui masa mudanya di kota Herat dan Samarqand, dan di sana pula ia menutut ilmu-ilmu yang berkembang di zaman itu. Kemudian, Nawaruddin Jami berkenalan dengan para sufi terkenal zaman itu dan iapun mulai menempuh tahapan-tahapan sufisme sehingga akhirnya menjadi salah seorang sufi terkemuka.
Nawaruddin Jami sangat mencintai Rasulullah dan keluarganya, dan ia tidak pernah menciptakan syair-syair yang memuji para raja dan sultan. Di antara karya Jami adalah "Baharestan" dan "Syawahid Nubuwah".
Ayatullah Sayid Abdullah Shirazi Wafat
34 tahun yang lalu, tanggal 5 Mehr 1363 HS, Ayatullah Sayid Abdullah Shirazi meninggal dunia pada dalam usia 93 tahun dan dikebumikan di kompleks makam suci Imam Ridha as di Mashad.
Ayatullah Sayid Abdullah Shirazi lahir pada 1270 HS, dari keluarga ulama di kota Shiraz, Iran. Pada usia 21 tahun, beliau bersama ayahnya diasingkan dari kota Shiraz selama 6 bulan akibat melawan penjajahan Inggris. Setelah kembali ke Shiraz, Ayatullah Shirazi melanjutkan proses belajar dan mengajarnya. Tapi untuk melanjutkan pendidikan agamanya, Ayatullah Shirazi akhirnya pergi ke Najaf pada tahun 1294 dan belajar kepada guru-guru besar seperti Ayatullah Dhiya ad-Din al-Iraqi, Sayid Abulhassan Isfahani dan Mirza Naini.
Setelah tinggal selama 13 tahun di Najaf dan berhasil menjadi mujtahid, akhirnya alim rabbani ini kembali ke tempat kelahirannya, Shiraz dan aktif menghidupkan kembali hauzah ilmiah Shiraz.
Taliban Menguasai Kabul
22 tahun yang lalu, tanggal 27 September 1996, kelompok Taliban berhasil menguasai Kabul, ibu kota Afghanistan.
Kelompok ini dibentuk tahun 1994 dengan dukungan AS. Pemerintah Pakistan juga turut memberikan bantuan militer dan politik kepada organisasi itu. Perlahan namun pasti, Taliban awalnya berhasil menguasai kawasan selatan dan barat Afghanistan. Setelah itu, mereka bergerak menuju Kabul yang terletak di timur Afghanistan. Sehari sebelum jatuhnya Kabul, pasukan pemerintah di bawah komando Ahmad Shah Masoud meninggalkan Kabul.
Setelah berhasil menguasai Kabul, Taliban, dengan segala kedangkalan pemahaman atas hukum-hukum Islamnya, memberlakukan peraturan yang luar biasa ketat atas warga Afghanistan, terutama kaum wanitanya. Berbagai langkah keras dan kasar tersebut telah membuat rakyat Afghanistan membenci Taliban.
Kemudian, pada bulan Oktober 2001, pasukan AS dan Front Aliansi Utara melakukan penyerangan ke Kabul. Rezim Taliban dengan cepat jatuh dan terusir dari Kabul. Hanya dalam waktu beberapa hari, seluruh wilayah Afghanistan yang tadinya dikuasai kelompok Taliban berhasil dibebaskan.