Okt 18, 2018 06:53 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 18 Oktober 2018.
    Lintasan Sejarah 18 Oktober 2018.

Hari ini, Kamis 18 Oktober 2018 bertepatan dengan 8 Shafar 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Mehr 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Makam Salman Al Farisi di Madain.

Salman Al-Farisi Wafat

1405 tahun yang lalu, tanggal 8 Shafar 35 HQ, Salman Al-Farisi, salah seorang sahabat besar Rasulullah Saw meninggal dunia.

Salman adalah orang Iran pertama yang memeluk agama Islam. Selama mendampingi Rasulullah Saw, Salman dikenal karena ketinggian ilmunya, kesetiaannya kepada Islam, serta sifat-sifatnya sangat mulia. Karena semua keistimewaannya itu, Salman bahkan diakui oleh Rasulullah sebagai bagian dari Ahli Bait atau keluarga Nabi.

Saat perang Ahzab digelar, peranan Salman dalam mempertahankan kota Madinah dicatat oleh para sejarawan ketika memberikan ide pembuatan parit di sekeliling kota Madinah. Parit inilah yang menjadi benteng pelindung kota dari pasukan gabungan musyrikin yang jumlahnya mencapai 10.000 orang itu.

Setelah Rasulullah Saw wafat, Salman tetap menunjukkan loyalitasnya kepada Ahl Bait Nabi. Ia adalah sahabat setia Imam Ali as dalam suka dan duka. Saat Imam Ali dibaiat sebagai khalifah, Salman mendapat tugas sebagai salah satu gubernur utusan Imam Ali.

Italia dan Kaisar Ottoman Menandatangani Perjanjian Damai

106 tahun yang lalu, tanggal 18 Oktober 1912, Italia dan Kaisar Ottoman menandatangani sebuah perjanjian damai.

Berdasarkan perjanjian ini, Ottoman harus menyerahkan Libya kepada Italia. Setahun sebelumnya, Italia telah mulai menyerang Libya. Awalnya, pasukan Ottoman yang menduduki Libya berhasil menang, namun akhirnya harus takluk kepada pasukan Italia dan Libya pun diduduki oleh Italia. Karena semakin meningkatnya gejala akan terjadinya perang Balkan Pertama melawan Imperium Ottoman, Kaisar Ottoman terpaksa melakukan perjanjian damai dengan Italia.

Bangsa Libya kemudian selama bertahun-tahun berperang melawan penjajahan Italia. Setelah terjadi perubahan politik pasca Perang Dunia Kedua, Libya dikuasai oleh Perancis dan Inggris. Akhirnya, baru pada tahun 1951 Libya berhasil meraih kemerdekaannya.

Syahid Rajaee.

Syahid Mohammad Rajaee Berpidato di Depan Majelis Umum PBB

38 tahun yang lalu, tanggal 26 Mehr 1359 HS, Syahid Mohammad Rajaee, Perdana Menteri Republik Islam Iran saat itu, menyampaikan pidatonya di depan Majelis Umum PBB.

Dalam pidatonya itu, Mohammad Rajaee menyampaikan kritikannya terhadap perang yang dipaksakan oleh rezim Irak kepada Iran. Selain itu, beliau juga membicarakan masalah penting dunia lainnya seperti penjajahan Palestina oleh rezim Zionis Israel, dan politik busuk yang diterapkan negara-negara imperialis di seluruh dunia.

Setelah menyampaikan pidato tersebut, wakil-wakil dari Amerika meminta untuk bertemu dengan Syahid Rajaee, namun beliau menolaknya karena politik kriminal Amerika di seluruh dunia.