Nov 29, 2018 06:53 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 29 November 2018

Hari ini, Kamis tanggal 29 November 2018 yang bertepatan dengan tanggal 21 Rabiul Awal 1440 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Azar 1397 Hijriah Syamsiah.

Montaser, Raja Terakhir Dinasti Samaniah Tewas

1045 tahun yang lalu, tanggal 21 Rabiul Awal 395 HQ, Montaser, raja terakhir dinasti Samaniah tewas.

Di akhir periode kekuasaan Dinasti Samaniah terjadi kerusuhan dan kekacuan. Berita memburuknya kondisi pemerintahan memaksa Ilak Khan Turk, komandan Soltan Mohammad Gaznawi ke Bukhara dan ia menahan raja Samaniah dan para pangeran. Ilak Khan Turk kemudian mengakhiri periode Dinasti Samaniah.

Pangeran terakhir Dinasti Samaniah, Abu Ibrahim yang dikenal dengan nama Montaser beberapa kali terlibat perang dengan Ilak Khan, tapi akhirnya ia kalan dan tewas di tangan seorang kepala kabilah Arab di kota Marv. Dengan tewasnya Montaser, berakhir pula silsilah Dinasti Samaniah pasca berkuasanya tujuh raja dan kekuasaan selama 110 tahun dan menjadi awal dari terbentuknya silsilah Dinasti Zayyarian.

Majelis Umum PBB Mengesahkan Pembagian Palestina

71 tahun yang lalu, tanggal 29 November 1947,  Majelis Umum PBB yang berada di bawah pengaruh negara-negara Barat, dengan suara mayoritas sederhana, menyetujui pembagian tanah Palestina untuk dua pemerintah, yaitu Palestina dan Zionis.

Berdasarkan keputusan ini pula, wilayah Baitul Maqdis dinyatakan sebagai zona internasional.

Resolusi yang secara resmi mengakui berdirinya pemerintah Zionis di tanah pendudukan Palestina ini menimbulkan kemarahan negara-negara Arab. Dengan alasan menolak rencana PBB itu, Inggris pada tahun 1948 menarik pasukannya dari Palestina. Namun, sesungguhnya aksi Inggris ini adalah untuk mempersiapkan pendirian pemerintahan Zionis.

Pasukan Zionis segera mengisi pos-pos militer yang semula diduduki Inggris dan mendeklarasikan berdirinya rezim Zionis di tanah Palestina. Segera setelah aksi Zionis ini, terjadilah perang Arab-Israel Pertama.

Majelis Umum PBB

Ayatullah Araki Meninggal Dunia

24 tahun yang lalu, tanggal 8 Azar 1373 HS, Ayatullah Araki meninggal dunia dalam usia 100 tahun. Beliau dimakamkan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah as di Qom di samping guru-gurunya.

Syeikh al-Fuqaha wa al-Mujtahidin Ayatullah al-Udzma Sheikh Mohammad Ali Moslehi Araki dilahirkan di kota Arak pada 1273 HS. Beliau sejak usia 11 tahun secara serius mempelajari ilmu-ilmu keislaman pada guru-guru besar di masanya. Beliau belajar kepada ulama besar seperti Ayatullah Sayid Abdulkarim Hairi Yazdi dan Mohammad Taqi Khonsari. Setelah itu beliau mengajarkan ilmunya kepada murid-muridnya.

Ayatullah Araki selama 35 tahun memiliki kelebihan menjelaskan masalah-masalah rumit dalam tema-tema kuliahnya dengan bahasa yang mudah dan lugas. Selama itu pula beliau berhasil mendidik banyak murid yang kelak menjadi ulama besar saat ini seperti Aytollah Mohammad Taqi Sotoudeh, Ali Panah Eshtehardi, Jalal Taher Shams Golpaygani, Mohsen Harampanahi, Mohammad Alavi Gorgani, Sayid Mohsen Kharrazi, Ali Karimi Jahroumi, Reza Ostadi, Morteza Moghtadai, Mohammad Taqi Misbah Yazdi, dan puluhan murid lainnya.

Ayatullah Araki memberikan dukungan dalam pelbagai periode Revolusi Islam dan beliau punya perhatian khusus kepada Imam Khomeini ra. Di antara karya-karya Ayatullah Araki berjudul  "Risalah fil Ijtihad wal Taklid" dan "Hasiye bar Urwatul Wutsqa" atau penjelasan atas kitab Urwatul Wutsqa.