Perkembangan Iptek di Iran dan Dunia (52)
-
nano teknologi
Para peneliti Iran dari fakultas teknologi medis terbarukan, Universitas Ilmu Kedokteran Tehran Iran mengaktifkan sel-sel imun dengan metode baru dalam pengobatan kanker neorublastoma. Neuroblastoma adalah jenis kanker langka yang berkembang dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang pada anak-anak.
Pada kasus neuroblastoma, neuroblast yang seharusnya tumbuh dan berfungsi sebagai sel saraf justru membentuk benjolan berupa tumor padat. Metode ini adalah yang pertama kalinya di dunia. Para peneliti Iran berhasil mengobati hewan sampel yang menderita penyakit ini dengan mengaktifkan sel-sel imun untuk melawan sel-sel kanker, sehingga sel-sel kanker musnah dalam jumlah signifikan.
Menurut keterangan para peneliti Iran itu, sel-sel NK (natural killer cell), turunan limfosit yang mempunyai andil sangat besar dalam sistem imun bawaan yang merupakan garda terdepan imunitas tubuh manusia dalam menghadapi faktor-faktor penyerang dan sel-sel kanker.
Terkadang sel-sel kanker dengan mekanisme rumit, dapat lolos dari sel-sel NK, bahkan bisa menon-aktifkannya dan akhirnya secara terselubung, melanjutkan pertumbuhan dirinya. Di dalam tubuh, berbagai macam sel saling terhubung satu sama lain dan saling bertukar informasi melalui Exosome, yaitu vesikula yang diturunkan sel yang terdapat dalam banyak dan mungkin semua cairan eukariotik, termasuk darah, urin, dan medium kultur sel.
Prinsip dasar metode baru ini adalah, exosome sel-sel NK yang melakukan kontak dengan sel-sel tumor neuroblastoma diekstraksi di laboratorium. Setelah itu exosome-exosome ini ditempatkan di dekat dan melekat pada sel-sel imun lain yang masih perawan dan dengan cara ini sel-sel kemudian aktif. Dalam penelitian ini terbukti bahwa sel-sel imun yang diaktifkan dapat membunuh sel-sel kanker neuroblastoma dengan kekuatan berlipat.
Exosome-exosome yang sudah disekresikan dari sel-sel imun ini untuk pertama kali di dunia disebut dalam makalah ilmiah dengan nama Nexosome. Neuroblastoma adalah jenis tumor yang paling banyak menyerang anak-anak dan prosentase besar dari penderita tumor ini dioperasi dan untuk penyembuhannya harus menjalani kemoterapi, namun bagi beberapa pasien, metode kemoterapi tidak berfungsi dan tumor bisa kembali muncul di tubuh mereka.
Sekelompok peneliti Universitas MIT Amerika Serikat, menemukan metode baru dalam menggunakan alat rekayasa genetika CRISPR yang tidak perlu mempergunakan virus-virus dan mempermudah pengobatan para penderita penyakit seperti Aids dan kanker. Hingga kini rekayasa genetika tubuh manusia dengan alat modifikasi gen CRISPR dilakukan dengan menggunakan virus-virus tidak berbahaya, akan tetapi masalah metode ini adalah daya tahan tubuh pasien dalam menghadapi cara pengobatan ini karena masuknya virus-virus tersebut.
Kajian-kajian terbaru banyak dilakukan terhadap metode ini dan menunjukkan bahwa beberapa serat nano khusus dapat digunakan. Para peneliti mengatakan, di masa depan metode ini dapat digunakan juga pada manusia. Rekayasa genetika dengan CRISPR telah membuka peluang pengobatan pada penderita penyakit dan dengan menggunakan metode ini gen-gen rusak dihilangkan dan gen-gen baru serta sehat menggantikannya.
Diharapkan penggunaan metode ini di masa depan untuk mengobati penyakit seperti Aids, dapat membantu menganalisa matinya otot-otot tubuh dan berbagai jenis kanker. Dengan cara ini, rekayasa genetika produk-produk makanan bahkan bisa dilakukan dan produk makanan yang lebih kaya serta memiliki nilai gizi lebih tinggi dapat diproduksi. Dalam metode ini, C9 (endonuklease DNA yang dipandu RNA) digunakan karena mampu memotong sebagian dari DNA manusia. Hasil kajian ini dimuat dalam jurnal ilmiah Nature.
Para peneliti di Institut Royan Iran mencapai sebuah keberhasilan dalam bidang pengobatan penyakit Autisme dengan menggunakan sel-sel punca darah tali pusat ( Cord blood). Menurut peneliti proyek ini, penyakit lumpuh otak (cerebral palsy atau CP) termasuk penyakit yang bisa disembuhkan dengan darah tali pusat dan sekarang uji klinis terhadap para penderita lumpuh otak sudah dimulai, tapi belum mencapai tahap penerimaan pasien.
Kondisi pasien yang menggunakan metode ini dalam pengobatannya, terus mengalami pemulihan. Dalam 10 tahun terakhir, penyebaran penyakit autisme mencapai 500, namun baru-baru ini dari setiap 100 bayi yang lahir, satu di antaranya mengidap autis dan ini menunjukkan bahwa autisme pada anak-anak bertambah lima kali lipat. Di Amerika jumlahnya lebih besar dan dari 60 kelahiran, seorang bayi menderita autisme.
Menurut para peneliti, metode pengobatan ini dilakukan dengan metode penyuntikan intraspinal dan dalam penelitian serta uji coba yang dilakukan, orang tua anak diberitahu tentang pemulihan perilaku dan aktivitas anak-anak mereka, dengan demikian terbukti bahwa darah tali pusat dapat memberikan pengaruh besar terhadap pengobatan penyakit autisme.
Uji klinis sudah dilakukan dalam penyakit autisme dan diperoleh keyakinan atas keamanan metode ini. Pengobatan penyakit ini sudah dilakukan terhadap 18 pasien tahap awal, tapi sampai sekarang belum dilakukan tahap keduanya.
Uji coba atas obat baru untuk mengobati penyakit autisme sudah dilakukan. Pada saat yang sama para dokter hingga kini masih belum mampu menyembuhkan autisme, meski obat autisme sukses diujicoba pada binatang dan membawa harapan besar di dunia kedokteran. Banyak dokter yang menggunakan obat-obatan Psychedelic dalam jumlah besar untuk mengontrol perilaku anti-sosial para penderita autisme, namun metode ini terutama pada anak-anak, mungkin saja membawa efek samping berbahaya.
Obat baru bernama NitroSynapsin membuka harapan pengobatan penyakit autisme jenis MHS (MEF2C Haploinsufficiency Syndrome). Pasien dengan jenis autisme ini dihadapkan pada masalah pengiriman sinyal stimulan yang berlebihan ke otak, dan ini menyebabkan perilaku sosial yang tidak biasa bagi sang penderita.
Obat yang baru ditemukan, NitroSynapsin mampu mengurangi jumlah sinyal otak yang dikirim dan telah berhasil diuji pada tikus selama tiga bulan. Peneliti berharap mereka dapat menguji obat ini pada manusia setelah menyelesaikan percobaan mereka pada tikus tersebut. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika, FDA mengeluarkan izin penggunaan pil pintar bernama Abilify MyCite. Abilify MyCite adalah pil dengan sensor pelacakan digital, yang berfungsi untuk mengingatkan dokter dan perawat tentang kesesuaian jadwal minum obat pasien. Abilify MyCite, merupakan tablet aripiprazole dengan sensor lacak yang dirancang untuk pasien dengan skizofrenia, gangguan bipolar dan depresi.
Pasien akan menelan pilnya, kemudian sensor di dalam pil aktif ketika mencapai perut, dan mengirim pesan ke plester yang diteruskan ke aplikasi mobile. Informasi tersebut bisa diakses oleh dokter, perawat, teman, dan anggota keluarga melalui portal berbasis web. Direktur divisi produk psikiatri FDA mengatakan, sensor ini dapat melacak konsumsi obat yang diresepkan bagi pasien dengan gangguan mental sehingga akan sangat berguna.
Meskipun sensor itu bisa mengingatkan perawat, namun pembuat Abilify, Otsuka Pharmaceutical yang berbasis di Jepang, justru masih meragukan manfaat alat itu untuk meningkatkan kemampuan pasien untuk minum obat sesuai dengan waktunya.
Para peneliti di pesisir pantai Portugal menemukan jenis hiu langka, Hiu Berjumbai yang dijuluki "fossil hidup" karena spesies hiu ini tidak mengalami perubahan bentuk fisik sejak 80 juta tahun lalu. Para peneliti Portugal menemukan jenis hiu tersebut saat sedang melaksanakan sebuah proyek penelitian. Tujuan penelitian itu adalah untuk menurunkan dampak penangkapan ikan yang tidak diinginkan, namun secara tidak sengaja mereka menemukan spesies hiu langka dan tua ini.
Karena ia memiliki perawakan yang primitif, berbeda dengan hiu lainnya, Hiu Berjumbai disebut "fossil hidup". Tubuhnya dapat tumbuh sampai 2 meter dan memiliki warna cokelat gelap, tubuh seperti belut dengan sirip punggung, panggul, dan dubur berada jauh di belakang. Nama hiu ini diambil dari jumbai yang ada di celah insang, ada enam pasang dengan pertemuan pasangan pertama di tenggorokan.[]