Des 05, 2018 15:40 Asia/Jakarta
  • perkembangan teknologi Iran
    perkembangan teknologi Iran

Berdasarkan laporan, Clarivate Analytics tahun 2017 terkait peneliti dunia yang karyanya paling banyak dikutip atau Highly Cited Researcher, tujuh nama peneliti Iran termasuk ilmuwan paling berpengaruh dalam kemajuan sains.

Lembaga ini setiap tahun mengidentifikasi lebih dari 3000 peneliti di seluruh penjuru dunia di 21 bidang studi, sebagai ilmuwan dengan karya terbanyak, terkenal dan namanya banyak dipublikasikan.

Untuk mengenali para peneliti dengan karya terbanyak, 135.832 makalah ilmiah di Web of Science yang merupakan layanan pengindeksan sitiran ilmiah berbasis langganan daring yang sebelumnya dikelola oleh ISI dan sekarang oleh Clarivate Analytics, diteliti.

Makalah-makalah ilmiah yang paling banyak dikutip adalah makalah yang paling banyak menggunakan sumber rujukan di berbagai bidang studi dan termasuk satu persen dari total makalah yang dimuat di situs ISI.

Para peneliti yang memiliki makalah ilmiah paling banyak dikutip dianggap sebagai para peneliti yang berpengaruh dan mereka yang namanya lebih sering muncul dinilai sebagai peneliti yang paling berpengaruh.

Dari sini, para peneliti diperingkatkan berdasarkan jumlah makalah mereka yang paling banyak dikutip dan mereka yang berada di peringkat awal, dipilih sebagai peneliti-peneliti yang paling banyak dikutip.

Para peneliti Iran yang karyanya paling banyak dikutip berasal dari Universitas Teknologi Amirkabir, Universitas Teknologi Noushirvani Babol, Universitas Sains dan Teknologi Iran, Universitas Teknologi Shiraz dan Universitas Shahid Madani Azerbaijan.

Daftar peneliti dunia yang karyanya paling banyak dikutip pada tahun 2017 jumlahnya mendekati 3.400 orang dan ini merupakan langkah maju dalam dunia ilmu pengetahuan.

Dalam Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional tahun 2017 yang diselenggarakan di Phuket City, Thailand, tim pelajar Iran berhasil menyabet satu medali emas, tiga perak dan satu perunggu, duduk di peringkat ketiga dunia setelah Thailand dan Amerika Serikat. Dalam olimpiade kali ini 45 negara dunia mengirim wakilnya ke Thailand. 

Para peneliti Iran di sebuah perusahaan pembuat karpet, berhasil memproduksi karpet-karpet anti-bakteri dengan menggunakan teknologi nano dan produk ini sudah mulai dipasarkan.

Karpet atau permadani memainkan peran penting dalam dekorasi rumah, namun ada kekhawatiran dari penggunaan karpet karena terdapat hubungan antara area yang dipasangi karpet dengan meningkatnya penyakit asma dan alergi.

nano teknologi

Oleh karena itu biasanya di sekolah, rumah sakit dan pusat-pusat medis lain digunakan penutup lantai yang lembut sebagai pengganti karpet. Udara di dalam ruangan, merupakan kombinasi kompleks dari bioaerosol dan partikel-partikel non-biologis.

Di tengah senyawa-senyawa itu ada sisa-sisa kulit manusia dan binatang yang jatuh ke karpet, begitu juga jamur, virus dan bakteri. Terdapat dua metode penggunaan anti-bakteri untuk melawan infeksi pada karpet dan penutup lantai lainnya.

Metode pertama adalah penggunaan anti-bakteri saat pembuatan karpet untuk mencegah kerusakan akibat bakteri senyawa karet yang digunakan sebelum produksi. Metode kedua penggunaan anti-bakteri sebagai bahan tambahan dalam merajut karpet atau pelapisnya saat dilakukan proses pembuatan.

Tujuan metode ini adalah menjaga pertumbuhan mikroorganisme yang biasanya berkumpul pada karpet yang diletakkan di tempat lembab, oleh karena itu perusahaan Iran ini dengan maksud untuk mengatasi masalah di atas, menciptakan karpet-karpet berteknologi nano dan punya kekhususan anti-bakteri dan menjualnya ke pasar.

Untuk pertama kalinya di dunia, para peneliti di Universitas Michigan, Amerika Serikat berhasil menciptakan sejenis Hidrogel dari bahan Kevlar yang mampu bekerja seperti tulang rawan biasa dan membantu menyembuhkan cedera persendian.

Akan tetapi penyembuhan luka dan cedera persendian bukan hal mudah, karena sampai saat ini tidak ada pengganti buatan yang tepat bagi tulang rawan. Kemajuan ilmu pengetahuan berhasil mengatasi masalah ini.

Tulang rawan buatan para peneliti Amerika itu terdiri dari fiber nano yang terbuat dari bahan Kevlar dan diperkuat dengan menggunakan Polivinil klorida sehingga bisa menyerap dan menyimpan cairan serta memiliki ketahanan yang cukup, dalam menghadapi berbagai benturan keras.

Kevlar adalah sebuah merek dagang terdaftar untuk serat fiber sintetis aramid, bahan ini masih berhubungan dengan Nomex dan Technora.

Bahan ini banyak digunakan pada ban dan layar kapal sampai bahan untuk pembuatan rompi anti peluru, hal ini disebabkan oleh kekuatan dan elastisitas bahan dan volume ringan yang merupakan sifat dari bahan ini.

Bahan ini disebut-sebut sebagai bahan yang lima kali lebih kuat dari baja dengan berat yang sama.

Salah satu masalah utama dalam produksi tulang rawan buatan adalah tidak adanya kemampuan menjaga cairan pada tulang rawan buatan itu, akan tetapi tulang rawan baru ini berhasil mengatasi kelemahan tersebut.

Namun demikian sampai saat ini jaringan-jaringan buatan lainnya masih diproduksi untuk transplantasi di tubuh manusia. Salah satu kegunaan penting penemuan baru ini adalah membantu menyembuhkan cedera lutut dengan lebih cepat. []