Des 12, 2018 15:40 Asia/Jakarta
  • perkembangan teknologi Iran
    perkembangan teknologi Iran

Para peneliti di Universitas Ilmu Kedokteran Shiraz Iran, berkat bantuan teknologi nano, berhasil menghantarkan transporter protein obat anti-kanker pankreas tanpa efek samping, ke tumor kanker.

Kanker pankreas merupakan penyebab terbesar keempat kematian akibat kanker di dunia dan pengobatan umum penyakit kanker yang biasa dilakukan seperti operasi bedah, kemoterapi dan radioterapi di sebagian besar penderita kanker pankreas kerap mengalami kegagalan.

Oleh karena itu perhatian para peneliti mulai tertuju pada penggunaan metode-metode pengobatan baru seperti "penghantaran obat tertarget" atau targeted drug delivery.

Menurut para peneliti, obat Erlotinib hydrochloride dewasa ini dikenal sebagai obat umum yang biasa digunakan untuk mengobati kanker pankreas. Meski kegunaan-kegunaan yang dimiliki Erlotinib cukup banyak namun beberapa pasien tidak tahan menggunakan obat jenis ini.

Selain itu sebagian penderita kanker Pankreas juga mengalami efek samping di bagian pencernaan, gangguan kulit dan mata, dan masalah ini membatasi penggunaan Erlotinib pada penderita kanker pankreas.

Albumin adalah jenis protein yang dalam proyek penelitian ini serat nanonya digunakan sebagai penghantar obat Erlotinib. Nano penghantar obat tidak beracun, Albumin dibandingkan nano penghantar lainnya memiliki ketahanan yang lebih tinggi dan dapat menjaga strukturnya untuk waktu yang lebih lama.

Hasil dari penelitian tersebut dimuat di jurnal ilmiah International Journal of Pharmaceutics dengan faktor dampak jurnal (JIF) 3,649 pada tahun 2016.

Para peneliti Universitas Teknologi Amirkabir Iran juga berhasil merancang sebuah akselerator pembangkit energi hibrida yang dinamai HEGSB. Tujuan perancangan akselerator ini adalah memanfaatkannya di jalan-jalan berliku yang rawan dan penuh bahaya untuk meningkatkan level keamanan jalan.

Pelabuhan, bea cukai, bandara, daerah-daerah pegunungan yang berkabut dan jauh dari instalasi listrik dan elektronik, termasuk wilayah yang di sana dapat digunakan akselerator ini.  

Dalam proses desain akselerator ini diupayakan agar potensi daya yang ada pada energi radiasi matahari dan energi kinetik serta gravitasi yang dihasilkan kendaraan yang bergerak, digunakan memproduksi energi jalan raya untuk mengoperasikan peralatan elektronik di sisi jalan raya.

Akselerator HEGSB terdiri dari dua komponen utama, struktur akselerator dan bagian elektronik akselerator. Akselerator transparan bertenaga matahari di bagian atas struktur dan plat karet di bagian tengah struktur.

Lapisan aspal untuk menahan beban di permukaan, panel-panel surya, papan elektronik penyerap dan penyimpan hibrida energi-energi terbarukan dan LED penuh cahaya kedip, menjadi subbagian dari akselerator ini.

teknologi nano

Penemuan ini dirancang untuk digunakan di tempat-tempat berbahaya dan jalan-jalan rawan seperti gerbang masuk tunel dan belokan-belokan curam di daerah dingin.

Kegunaan penting lain alat ini adalah memasok energi elektronik yang dibutuhkan peralatan elektronik yang ada di sisi jalan raya seperti Winter spray atau untuk mengoperasikan tanda dan sinyal peringatan.

Untuk pertama kalinya para ilmuwan berhasil menyembuhkan penyakit Haemophilia A dengan bantuan terapi gen. Hasil ujicoba yang dilakukan menunjukkan, dengan menggunakan metode ini, hampir seluruh penderita penyakit Haemophilia A dapat disembuhkan.

Metode terapi gen terbaru ini dipusatkan pada pasien Haemophilia A turunan. Pada penyakit ini, tubuh penderita tidak dapat memproduksi protein yang diperlukan untuk proses koagulasi atau penggumpalan darah sehingga pada akhirnya penderita terancam bahaya pendarahan yang tidak terkontrol.

Teknik pengobatan baru ini menggunakan kombinasi terapi gen dan penggunaan obat hasil rekayasa yang merupakan pengganti gen yang bertugas memproduksi protein yang diperlukan untuk proses koagulasi.

Menurut salah satu peneliti, hasil ujicoba melebihi dari apa yang diharapkan. Dalam ujicoba ini, 13 penderita Haemophilia A akut diteliti dan obat mampu memulihkan tingkat protein yang diperlukan untuk penggumpalan darah mereka.

Setelah berlalu 19 bulan, ujicoba selanjutnya menunjukkan protein yang ada di badan 11 pasien sampai pada tingkat yang seimbang. Begitu juga 3 pasien lain tidak memerlukan pengobatan biasa lagi.

Para ilmuwan juga berhasil mendiagnosa satu jenis protein khusus yang mempermudah proses perlawanan langsung terhadap tumor kanker.

Immunotherapy merupakan cara baru untuk mengobati dan melawan kanker, dan para ilmuwan dengan menggunakan metode ini memperkuat mekanisme pertahanan tubuh alami manusia dalam menghadapi sel-sel kanker.

Sel-sel imun, T-cell, Sel T atau limfosit T adalah kelompok sel darah putih yang memainkan peran utama pada kekebalan seluler.

Dalam metode Immunotherapy baru yang digunakan untuk melawan kanker ini, konsentrasi dipusatkan pada sel-sel T CD8+ atau sel T sitotoksik yang mampu merusak tumor dan sel-sel tercemar virus lainnya.

Metode ini dapat digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker seperti kanker darah dan kanker sumsum tulang, akan tetapi hingga kini ia belum mampu melawan jenis kanker lainnya.

Protein yang dapat menghantarkan sel-sel T CD8+ hingga ke tujuan adalah gen RUNX3 dan sampai saat ini sukses diujicobakan pada beberapa jenis binatang.

Para ilmuwan berharap penggunaan protein tersebut dapat memperluas jangkauan penggunaan metode pengobatan Immunotherapy sehingga di masa depan kita akan menyaksikan penggunaan metode ini lebih luas untuk mengobati berbagai jenis penyakit kanker.[]