Des 17, 2018 10:42 Asia/Jakarta
  • perkembangan teknologi Iran
    perkembangan teknologi Iran

Para peneliti Iran berhasil merancang dan membuat alat untuk mendeteksi kelainan fisik dengan menggunakan gelombang inframerah. Proyek yang mencapai tahap semi industri dan penemuannya sudah tercatat secara resmi ini, digunakan dalam diagnosa kelainan fisik pada tulang belakang dan mengukur dimensi kelengkungan pinggang dan punggung.

Dalam metode ini, sensor inframerah diletakkan di ujung pulpen dan kamera-kamera inframerah di lokasi yang berjarak satu meter dari pasien. Setelah itu dengan menggunakan pensil yang dirancang khusus, lanskap anatomi tubuh dengan memanfaatkan pensil memberikan tekanan lembut dan lokasinya didesain di perangkat lunak dan diabadikan dalam kamera.

Pada fase terakhir, setiap sisi dan dimensi yang diinginkan digambar pada perangkat lunak, masuk ke dalam jaringan saraf buatan dan setelah skema didiagnosa, dikategorikan pada salah satu perangkat yang sehat dan sakit.

Alat ini tepat digunakan dalam fisioterapi dan pusat-pusat medis gerakan korektif. Di antara kegunaan lain alat ini adalah tidak diletakkan di bawah sinar radiasi berbahaya, bisa mengukur seluruh kelainan fisik anatomi tubuh dan harga yang terjangkau.

Para peneliti di Fakultas Kelistrikan, Universitas Tehran, Iran menciptakan sebuah perangkat elektronik berbasis nano dan menemukan metode baru untuk mendeteksi penyebaran kanker ke jaringan tubuh lain.

Diagnosa berbagai tahap kanker terutama tingkat pertumbuhannya, merupakan salah satu pembahasan penting dalam ilmu kedokteran, karena selain dapat mendeteksi, juga sangat membantu pencegahan kanker. Diagnosa luas kanker ke jaringan-jaringan tubuh lain (metastasis) memiliki urgensitas khusus pada pengobatan penderita penyakit kanker.

Saat ini, banyak metode yang digunakan untuk mendiagnosa penyebaran kanker ke jaringan-jaringan lain yang biasanya punya akurasi lemah dan memakan waktu lama. Akan tetapi para peneliti Iran baru-baru ini berhasil merancang, membuat dan mencatatkan produk untuk mempelajari penyebaran kanker ke jaringan-jaringan tubuh lain.

Menurut peneliti, alat ini mampu mendeteksi metastasis kanker payudara dan rencananya alat ini juga akan digunakan untuk mendiagnosa berbagai jenis kanker.

Pada metode-metode yang umum, biasanya digunakan serangkaian indikator alami yang mahal harganya dan memakan waktu lama serta tidak memiliki akurasi tinggi, akan tetapi perangkat yang berhasil diciptakan peneliti Iran, bahkan mampu mendeteksi satu sel kanker di jaringan tubuh.

teknologi nano

Dalam penelitian ini, setelah mengujicoba beberapa sampel, saat hasil eksperimen diagnosa kanker yang dilakukan dengan metode umum memberikan hasil negatif, ternyata pada metode ini, positif dan kemudian ujicoba itu disempurnakan dan terbukti jelas pasien menderita kanker dan alat ini dapat mendeteksi dengan baik jenis kankernya.

Menurut keterangan para peneliti, salah satu keunggulan metode ini adalah menggunakan jaringan hidup untuk diagnosa dan jaringan ini juga dapat dimanfaatkan untuk uji coba-uji coba penyempurnaan. Sementara pada metode-metode umum yang biasa digunakan, jaringan hidup yang dipakai dalam tahap persiapan, mengalami kematian.

Hingga kini sudah dilakukan beberapa kali uji coba diagnosa metastasis dengan alat ini terhadap 200 pasien dan pada kasus-kasus pasien yang menderita kanker, alat ini mampu mendiagnosa dengan baik keberadaan sel-sel kanker dalam jaringan. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal ilmiah Nature Communications tahun 2017.

Baru-baru ini di dunia iptek juga ditemukan metode pengobatan masalah kerontokan rambut. Para peneliti dari Universitas Kedokteran Indianapolis, Amerika Serikat berhasil mengembangkan potongan-potongan kulit yang mengandung folikel rambut dengan bantuan sel-sel punca dan menemukan metode untuk mengobati masalah kerontokan rambut.

Para peneliti untuk pertama kalinya berhasil menciptakan sebuah potongan rambut yang mengandung folikel rambut di laboratorium. Dengan menggunakan sel-sel punca tikus, lapisan-lapisan atas dan bawah kulit dikembangbiakkan. Folikel-folikel rambut dalam lapisan-lapisan ini dikembangbiakkan.

Jaringan kulit yang sudah melalui proses uji coba ini, memiliki banyak kesamaan dengan rambut alami dan para peneliti memutuskan untuk menggunakannya dalam uji coba-uji coba yang terkait dengan obat untuk mengatasi kerontokan rambut.

Di tempat lain, alat pertama untuk mengobati luka dengan menggunakan gelombang sudah mendapat pengesahan. Untuk pertama kalinya alat yang sudah mendapat pengesahan ini yaitu FDA menggunakan Gelombang Akustik untuk mengobati luka.

Dermapace System biasa digunakan untuk mengobati luka-luka kaki pada para penderita penyakit diabetes. Pada penderita diabetes serangan terhadap pembuluh darah dan saraf, dapat menurunkan sirkulasi darah, infeksi dan terkadang terputusnya organ tubuh.

Dengan bantuan gelombang, alat ini menggerakkan luka dan mengobatinya. Dalam dua sampel penelitian terlihat bahwa 24 minggu setelah menggunakan alat ini, tingkat pemulihan luka mencapai 44 persen. []