Jan 26, 2019 10:39 Asia/Jakarta
  • perkembangan teknologi Iran
    perkembangan teknologi Iran

Para peneliti Iran baru-baru ini berhasil menciptakan seprai dan pakaian rumah sakit antimikroba dan memiliki karakteristik menenangkan.

Proyek penelitian yang dicatat sebagai penemuan baru ini dilakukan dengan menggunakan teknologi nano dan memanfaatkan ekstrak pohon Eukaliptus.

Penemuan baru ini dimaksudkan untuk mengurangi infeksi yang bersumber dari rumah sakit atau infeksi nosokomial dan infeksi pasca operasi bedah serta bekas luka, dan infeksi yang disebabkan perpindahan dari satu orang ke orang lain karena melakukan kontak fisik.

Seprai dan pakaian rumah sakit yang diciptakan oleh para peneliti itu menyebabkan nyeri terlokalisir dan tidur nyenyak saat terbaring di rumah sakit.

Seprai tersebut juga memiliki manfaat anti-inflammatory yang diletakkan di atas kain katun yang terbuat dari kombinasi nano serat tembaga dan ekstrak Eukaliptus.

Penggunaan produk ini membantu mengurangi pencemaran dan infeksi, menurunkan infeksi pernafasan dan menenangkan pasien yang terbaring dirawat di rumah sakit.

Di antara kegunaan penemuan baru ini adalah mengurangi nyeri relatif, memperbaiki pelayanan rumah sakit terkait seprai dan pakaian, mempercepat penyembuhan pasien infeksi permukaan dan menghemat biaya pengobatan dan penyembuhan.  

Para peneliti di sebuah perusahaan berbasis sains Iran berhasil menciptakan bahan baku enam obat rekombinan untuk mengobati kanker dan penyakit MS.

Menurut salah satu peneliti, transfer teknologi yang memiliki nilai tambah tinggi oleh perusahaan-perusahaan Barat ke Iran dan negara-negara berkembang lainnya, sulit dilakukan.

Oleh karena itu, perusahaan ini hanya berusaha menyerahkan formula dan menjual bahan baku protein yang memiliki nilai tambah dan kemampuan teknis tinggi.

Selama Iran memiliki instrumen-instrumen asli dan penting dalam industri bioteknologi seperti teknologi produksi, sumber daya manusia terampil dan pasar yang luas, maka dapat dikatakan semua faktor ini adalah pemicu utama pertumbuhan pesat teknologi ini di Iran.

Menurut para peneliti, prioritas utama perusahaan adalah riset dan pengembangan di bidang bioteknologi untuk memenuhi permintaan pasar regional, dan upaya perusahaan dipusatkan untuk mengembangkan produk-produk biosimilar di bidang Imunologi, Infertilitas, gangguan hormon dan kanker.

Di antara produk obat tersebut adalah Interferon Beta-1, Parathyroid hormone, Pegfilgrastim, Hormone Roshd, Adalimumab dan Cinnal F.

obat anti kanker

Para peneliti mengatakan, bahan baku obat-obatan rekombinan ini digunakan dalam produksi obat-obatan kanker dan MS yang sekarang juga masih digunakan.

Produksi protein rekombinan berbasis kemampuan dan keterampilan inovatif mulai dari tahap penelitian dan pengembangan hingga produksi di perusahaan ini, dilakukan dengan menggunakan metode dan standar yang diperlukan.

Dalam hal ini sejumlah banyak kerja sama dengan pusat-pusat riset dan penelitian di dalam maupun luar negeri dilakukan, dan saat ini obat-obatan tersebut sudah masuk pasar dan dikonsumsi oleh masyarakat.

Selain obat-obatan rekombinan ini, perusahaan juga memproduksi obat lain. Obat-obatan tersebut mencegah larinya valuta asing dari Iran dan banyak membantu perekonomian negara dan memperkuat daya beli masyarakat.

Para peneliti di Imperial College London menemukan sebuah molekul yang dapat menghilangkan total sakit influenza.

Para peneliti dalam uji coba mereka di laboratorium, membuktikan bahwa molekul ini bisa menghentikan virus penyebab influenza dan mencegah kontrol virus tersebut atas sel-sel manusia.

Menurut pemimpin penelitian, kita semua pernah terserang influenza, namun penyakit ini bagi penderita asma dan penyakit pulmonari obstruktif kronis (PPOK), dapat menimbulkan masalah serius.

Obat yang dihasilkan dari penelitian ini dapat sangat berpengaruh jika dikonsumsi di awal sakit.

Influenza atau flu biasa, muncul disebabkan oleh sekelompok virus yang saling terhubung.

Ratusan jenis virus dengan cepat berkembang biak dan tahan terhadap obat, oleh karena itu terbuka kemungkinan vaksinasi tubuh untuk menghadapi seluruh virus ini.

Sekarang ini tidak ada cara pengobatan yang langsung untuk virus-virus flu, dan pengobatan dewasa ini dipusatkan pada pengurangan gejala penyakit seperti hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan demam.

Akan tetapi seluruh virus penyebab flu bersumber dari sebuah protein bernama N-myristoyltransferase yang bisa melakukan regenerasi dan memperbanyak diri.

Para peneliti menggunakan protein ini untuk menciptakan sebuah lapisan pelindung untuk DNA. Menurut pengakuan mereka, molekul baru menyerang protein tersebut.

Para peneliti percaya molekul tersebut dapat diharapkan untuk menjadi sebuah obat yang ampuh bagi influenza.

Molekul ini juga berpotensial untuk menghadapi seluruh jenis virus penyebab influenza dan virus-virus terkait lainnya, termasuk virus penyebab kelumpuhan anak dan penyakit mulut serta gigi.

Molekul-molekul sebelumnya yang diciptakan untuk bekerja pada sel-sel manusia menimbulkan efek samping yang berbahaya, namun para peneliti mengatakan, molekul baru ini aman untuk sel manusia, meskipun masih membutuhkan penelitian-penelitian lebih lanjut guna menegaskannya.[]