Mar 29, 2019 15:08 Asia/Jakarta
  • 29 Maret 2019.
    29 Maret 2019.

Hari ini, Jumat 29 Maret 2019 bertepatan dengan 22 Rajab 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 9 Farvardin 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Sheikh Jakfar Kasyif Al-Ghita Wafat

12 tahun yang lalu, tanggal 22 Rajab 1228 HQ, Sheikh Jakfar Kasyif al-Ghita meninggal dunia di usia 74 tahun.

Sheikh Jakfar Kasyif al-Ghita lahir di kota Najaf pada 1154 Hq dan sejak kecil beliau telah mempelajari ilmu-ilmu agama.

Pada awalnya, beliau mempelajari ilmu-ilmu pengantar kepada ayahnya sendiri dan setelah itu belajar kepada guru-guru besar seperti Sheikh Muhammad Mahdi Qaunawi, Muhammad Baqir Wahid Bahbahani dan Sayid Mahdi Bahr al-Ulum.
 
Sheikh Jakfar Kasyif al-Ghita kemudian menyibukkan diri dengan menulis dan mengajar yang kemudian melahirkan banyak karya dan murid. Satu dari upaya beliau adalah menghadapi aliran Akhbari yang sangat mementingkan hadis dan berhasil memadamkan fitnah ini.
 

Penarikan Pasukan AS dari Vietnam

46 tahun yang lalu, tanggal 29 Maret 1973, dua bulan setelah penandatanganan perdamaian antara AS dan Vietnam, pasukan terakhir AS meninggalkan Vietnam Selatan.

Pada saat bersamaan para pasukan AS yang ditahan di Vietnam Utara dibebaskan. Setelah bantuan militer selama dua dekade, pada 1961 Presiden AS John F Kennedy mulai mengirimkan pasukan dalam skala besar untuk menghapus komunis di Vietnam.

Pengiriman pasukan lebih besar lagi dikirim pengganti Kennedy, Lyndon B Johnson, yaitu sebanyak 300 ribu pasukan. Namun selama perang itu juga, keputusan AS menyerang Vietnam ditentang banyak warga AS.

Penarikan pasukan AS mulai dilakukan pada era Presiden Nixon di awal 1970-an. Akhirnya pada Januari 1973, ada kesepakatan penandatanganan pakta perdamaian di Paris.

Perang Vietnam, bagi AS, memakan korban hingga 58 ribu jiwa, sedangkan sekitar 2 juta tentara dan penduduk sipil Vietnam menjadi korban.

Ayatullah Mirza Ali Akbar Marandi Wafat

25 tahun yang lalu, tanggal 9 Farvardin 1373 HS, Ayatullah Mirza Ali Akbar Marandi meninggalkan dunia.

Ayatullah Ali Akbar Marandi lahir di kota Marand pada 1314 HS dari keluarga ulama. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agama di kota kelahirannya, beliau kemudian melanjutkan pendidikannya di Najaf, Irak. Beliau belajar pada guru-guru besar hauzah ilmiah Najaf selama 15 tahun seperti Syeikh Muhammad Muhsin Gharawi Isfahani, Mirza Naini, Agha Dhiya ad-Din Iraqi, Sayid Abul Hasan Isfahani.

Ayatullah Marandi selama 10 tahun belajar irfan dan sair suluk bersama teman sekamarnya Allamah Sayid Muhammad Husein Thabathabai kepada guru besar seperti Ayatullah Sayid Hossein Kouh Kamareh-i, Sayid Sadra Badkoubeh-i dan khususnya kepada Mirza Ali Qadhi Tabrizi Thabathabai. Beliau menguasai ilmu hadis, tafsir dan tentu saja masalah-masalah fiqih dan irfan.

Ayatullah Marandi tinggal di kota kelahirannya selama lebih dari 50 tahun dan selama itu pula beliau mengajar, menulis dan menuntun masyarakat ke jalan Allah. Beliau disebut oleh Allahmah Thabathabai sebagai bintang irfan yang terang benderang bersinar di langit.