Apr 23, 2016 14:57 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 24 Maret 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 5 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Imam Ghazali Al-Thusi Wafat

932 tahun yang lalu, tanggal 14 Jumadil Tsani tahun 505 Hijriah, Abu Hamid Muhammad Ghazali Thusi, yang terkenal dengan nama Imam Muhammad Ghazali, ilmuwan dan ahli fiqih besar Iran, meninggal dunia.

Ghazali mempelajari ilmu fiqih dari Abu Nasr Ismail dan dalam waktu singkat ia berhasil menguasai ilmu tersebut. Pada usianya ke-28 tahun, Ghazali telah masuk ke jajaran ulama besar muslim.

Kemasyhuran Ghazali membuatnya diundang oleh kerajaan Maliki untuk mengajar di Baghdad. Pada tahun 488 Hijriah, Imam Muhammad Ghazali pergi ke Mekah untuk menunaikan haji dan setelah itu, ia tinggal di Baitul Maqdis. Di akhir usianya, ia kembali ke Iran dan mengajar di negeri kelahirannya itu. Di antara karya-karya Imam Muhammad Gazali adalah "Ihya-u Ulumid-Din" dan "Nasihatul-Muluk".

Robert Koch Menemukan Penyebab TBC

 

134 tahun yang lalu, tanggal 24 Maret tahun 1882, bakteri penyebab TBC berhasil ditemukan oleh Robert Koch, seorang dokter dan peneliti asal Jerman.

Bakteri jenis basil ini kemudian dinamakan Basil Koch, sesuai dengan nama penemunya. Dalam usahanya meneliti penyakit TBC, Robert Koch menghabiskan waktu lebih dari sepuluh tahun, termasuk penelitian di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Indonesia selama satu setengah tahun.

 

Pada tahun 1905, Koch dianugerahi hadiah Nobel bidang kedokteran. Penyakit TBC sendiri adalah sebuah penyakit infeksi bakteri pada paru-paru yang sangat menular.

Ayatullah Mirza Habibullah Rashti Meninggal Dunia

125 tahun yang lalu, tanggal 14 Jumadil Tsani tahun 1312 Hijriah, Ayatullah Mirza Habibullah Rashti, seorang ulama dan marji' besar Islam, meninggal dunia.

Beliau meneruskan pelajarannya di Najaf, Irak, dan belajar kepada Syeikh Murtadha Anshari. Secara bertahap, beliau akhirnya menjadi salah satu marji besar di hauzah ilmiah Najaf. Salah satu di antara karya beliau adalah "Badi'ul Afkar".

Dimulainya Penarikan Pasukan Rusia dari Iran

70 tahun yang lalu, tanggal 5 Farvardin 1325 Hs, pasukan Rusia mulai menarik pasukannya dari Iran.

Dalam Perang Dunia II, Iran diduduki oleh pasukan Sekutu dan setelah berakhirnya perang, pasukan Sekutu masih tetap bercokol di Iran.

Setelah beberapa waktu dicapai kesepakatan agar pasukan Sekutu keluar dari Iran dan meninggalkan negara ini. Tapi Rusia tetap tidak ingin keluar dari Iran, sekalipun mereka termasuk penandatangan kesepakatan itu.

Oleh karenanya, pemerintah Iran mengadu pada Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dan menuntut penarikan mundur pasukan asing dari negaranya. Usaha ini pada akhirnya berhasil dan pasukan Rusia meninggalkan Iran menuju negaranya.

Jendral Muhammad Arsyad Meraih Kekuasaan

 

34 tahun yang lalu, tanggal 24 Maret 1982, melalui sebuah kudeta damai, Jenderal Muhammad Ershad menggulingkan pemerintahan Abdul Satar di Bangladesh dan meraih kekuasaan di negara ini.

Republik Bangladesh diproklamasikan tahun 1971 dan Mujibur Rahman diangkat sebagai Perdana Menteri.

 

Pada tahun 1975, Mujibur Rahman dibunuh dalam sebuah kudeta militer dan digantikan oleh Mayjen Zia-ur Rahman. Enam tahun berikutnya, Zia-ura Rahman juga terbunuh dalam kudeta dan posisinya digantikan oleh wakil presiden, Abdul Satar. Situasi politik yang kacau saat itu dimanfaatkan oleh Jendral Muhammad Ershad untuk melakukan kudeta dan merebut kekuasaan.

 

Pada tahun 1990, menyusul semakin meningkatnya protes dan penentangan dari rakyatnya, Jenderal Ershad mengundurkan diri dari jabatannya.

Sejarawan dan Sastrawan Bastani Parizi Wafat

2 tahun yang lalu, tanggal 5 Farvardin 1393 Hs, Doktor Mohammad Ebrahim Bastani Parizi, sejarawan dan sastrawan Iran meninggal dunia.

Bastani Parizi lahir pada 1304 Hs di Pariz, dekat Sirjan di selatan Iran. Setelah menyelesaikan pendidikan awal hingga menengah, Bastani Parizi melanjutkan pendidikannya di Universitas Tehran jurusan sejarah dan berhasil menjadi sarjana pada 1330 Hs. Selama beberapa tahun mengajar, ia melanjutkan kembali pendidikannya hingga meraih gelar doktor di bidang sejarah. Sejak saat itu, peneliti besar Iran ini memberikan kuliah di Universitas Tehran.

Sejak muda, Doktor Bastani Parizi telah menunjukkan bakatnya dalam menulis dan menggubah syair. Ia banyak menulis artikel untuk majalah atau menerjemahkan buku-buku dari bahasa Arab, dan Perancis ke dalam bahasa Persia.

Doktor Bastani Parizi memiliki banyak karya yang ditinggalkan seperti DzulQarnain Ya Koroush Kabir (Dzulqarnain atau Koroush Agung), Khatoun Haft Ghaleh, Tarikh Kerman dan Talash-e Azadi yang berhasil meraih penghargaan Unesco.