Lintasan Sejarah 5 Mei 2019
Hari ini, Ahad 5 Mei 2019 bertepatan dengan 29 Sya'ban 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Ordibehest 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Abu Nuaim Wafat
1221 tahun yang lallu, tanggal 29 Sya'ban 219 HQ, Abu Nu'aim, seorang ulama hadis, fiqih, dan sejarah Islam, meninggal dunia.
Abu Nu’aim dilahirkan pada tahun 130 Hijriah di Irak. Abu Nu'aim dianggap sebagai salah satu periwayat hadis yang sangat terkemuka dan karenanya, dia amat dihormati dan dipercaya oleh para ulama lslam.
Karya Abu Nu'aim di antaranya berjudul "Ash-Shalah". Selain itu, Ibnu Nadim, seorang sejarawan terkenal Arab, dalam dua bukunya yang berjudul "al-Manasik" dan "Masail al-Fiqh" menisbatkan bab-bab fiqih dan adab keagamaan kepada Abu Nu'aim.
Pernyataan Politik Pertama Imam Khomeini
75 tahun yang lalu, tanggal 15 Ordibehesht 1323 HS, Imam Khomeini ra mengeluarkan pernyataan politik pertama.
Ketika semakin gencar upaya propaganda anti Islam, ulama dan hauzah ilmiah, rezim Shah Pahlevi juga berusaha agar rakyat semakin jauh dari ajaran Islam. Menyaksikan kondisi yang demikian, Imam Khomeini ra pada 15 Ordibehesht 1323 HS mengeluarkan pernyataan politiknya yang pertama. Pada waktu itu Imam Khomeini ra baru berusia 42 tahun.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Imam, selain menjelaskan kondisi sebelum, saat itu dan masa depan rakyat, beliau menyebut kebangkitan untuk Allah sebagai satu-satunya jalan untuk mengubah dunia. Kebangkitan itu adalah falsafah pengutusan seluruh nabi ilahi.
Imam Khomeini ra juga menjelaskan mengapa umat Islam berada dalam kondisi terkebelakang, tanpa lupa menjelaskan kondisi rakyat Iran yang juga muslim.
Di bagian lain dari pernyataannya, Imam secara transparan menyeru ulama Islam dan masyarakat Islam untuk bangkit bersama-sama dan memperingatkan siapa saja yang diam menyaksikan konspirasi anti Islam.
Tujuan dari pernyataan yang dikeluarkan Imam Khomeini ra itu adalah membunyikan lonceng tanda bahaya dan pelajar agama harus senantiasa sadar.
Langkah Imam Khomeini ra itu membuat masyarakat dan rezim Shah semakin mengenal pribadi dan sikap politik beliau dan secara perlahan-lahan beliau berhasil mengumpulkan para pemikir menjadi murid-muridnya. Mereka inilah yang menjadi inti dari langkah-langkah revolusioner yang dilakukan Imam Khomeini ra di tahun-tahun berikutnya.
Bobby Sands Meninggal
74 tahun yang lalu, tanggal 5 Mei tahun 1945, Bobby Sands, seorang pejuang kemerdekaan Irlandia, meninggal dunia setelah melakukan aksi mogok makan.
Bobby Sands dilahirkan tahun 1954 dan hidup bersama orangtuanya di tempat penampungan. Sepanjang hidupnya Bobby dan keluarganya banyak mendapat tekanan dan intimidasi dari kelompok pro Inggris dan kondisi hidup yang berat ini membuat semangat nasionalismenya bangkit untuk memperjuangan kemerdekaan Irlandia.
Pada usia 18 tahun, Bobby Sands bergabung dengan Gerakan Republik. Pada tahun 1972, ia ditahan dan empat tahun kemudian kembali dibebaskan, namun ia tetap meneruskan perjuangannya. Enam bulan kemudian ia kembali ditahan.Selama dalam penjara, ia mulai menulis artikel-artikel perjuangan yang dimuat di Republican News.
Pada tanggal 27 Oktober 1980, menyusul macetnya perundingan antara penguasa Inggris dan pemimpin Katolik Irlandia, Bobby dan tujuh tawanan lainnya memulai aksi mogok makan. Selama 17 hari pertama masa mogok makannya, Bobby menulis buku harian secara rahasia yang berisi pemikiran dan pandangan perjuangannya. Setelah 65 hari mogok makan, Bobby Sands akhirnya meninggal.