Jul 21, 2019 09:35 Asia/Jakarta
  • 21 Juli 2019
    21 Juli 2019

Hari ini, Ahad 21 Juli 2019 bertepatan dengan 18 Zulkaidah 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Tir 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Umar Khayam Neishaburi Lahir

1001 tahun yang lalu, tanggal 18 Dzulqadah 439 HQ, Umar Khayam Naishaburi, seorang matematikawan, astronom, filsuf, dan penyair besar Iran, terlahir ke dunia di kota Neishabur, timur laut Iran.

Umar Khayam Naishaburi

Meskipun ketinggian ilmu Khayam jauh melampui kemampuannya di bidang sastra, namun Umar Khayam lebih terkenal di dunia sebagai seorang penyair. Syair-syairnya yang berstruktur rubaiyyat dan mengandung keindahan serta makna yang dalam telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia.

Selain menghasilkan karya syair, Umar Khayam juga melakukan perbaikan terhadap kalender Persia. Kalender hasil susunan Umar Khayam dikenal dengan nama “Taqwim-e Jalali”.

Karya Umar Khayam yang lain adalah buku “Nuruz-nameh” dan  “Tarikh-e Adab-e Jasn-e Nuruz”, dan “Jabar wa Muqabalah” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis pada tahun 1851.

Perjanjian Perancis-Vietnam Ditandatangani

74 tahun yang lalu, tanggal 21 Juli 1945, perjanjian penghentian perang antara Perancis dan Vietnam ditandatangani di akhir konferensi Jenewa yang juga dihadiri oleh wakil-wakil dari AS, Inggris, Cina, dan Soviet.

Perang Perancis-Vietnam

Perjanjian ini menyusul kalahnya Perancis di Vietnam berkat perlawanan gigih tentara Vietnam dalam pertempuran Dien Bien Phu. Namun, atas tekanan AS, dalam perjanjian itu juga disepakati tentang pembagian wilayah Vietnam hingga tahun 1956 dan perintah agar seluruh tentara asing angkat kaki dari Vietnam.

Berlawanan dengan isi perjanjian itu, AS malah mengirimkan pasukannya ke Vietnam dan mendukung pendirian negara Vietnam Selatan. Akibatnya, pecah perang antara tentara Vietnam Utara melawan tentara Vietnam Selatan yang didukung AS. Perang ini berakhir pada tahun 1975 dengan kekalahan Vietnam Utara dan AS. Selanjutnya, Vietnam kembali bersatu dalam Republik Sosialis Vietnam.

Demonstrasi Rakyat Iran Memprotes PM Iran

67 tahun yang lalu, tanggal 30 Tir 1331 HS, rakyat Iran mengadakan demonstrasi besar-besaran memprotes PM baru Iran, Qiwam al-Salthanah.

Aksi demo rakyat Iran menentang Shah

Menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Mosaddegh atas tekanan rezim Shah, posisinya digantikan oleh Qiwam al-Salthanah yang merupakan perpanjangan tangan Shah Pahlevi dan kekuatan asing.

PM baru ini segera mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan Islam. Salah seorang ulama besar Iran, Ayatullah Kashani, mengeluarkan pernyataan protes terhadap PM baru Iran itu dan rakyat Iran menyambutnya dengan demonstrasi besar-besaran di berbagai kota.

Meskipun awalnya rezim Shah menghadapi demonstrasi ini dengan kekerasan, namun akhirnya, mereka menyerah dan Mosaddegh kembali diangkat sebagai perdana menteri. Namun 13 bulan kemudian, Mosaddegh digulingkan oleh kudeta yang didalangi AS.