Lintasan Sejarah 25 Maret 2016
Hari ini, Jumat tanggal 25 Maret 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 15 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Perang Jamal Antara Pasukan Imam Ali as dan Nakitsin
1401 tahun yang lalu, tanggal 15 Jumadil Tsani 36 Hs terjadi perang Jamal antara pasukan Imam Ali as dan kelompok Nakitsin.
Tidak berapa lama setelah Imam Ali as menjadi khalifah umat Islam dan baiat yang yang dilakukan masyarakat waktu itu, Talhah dan Zubair, dua sahabat besar Rasulullah Saw gagal mendapat saham yang besar dari pemerintah membatalkan baiatnya dan pergi ke Mekah. Mereka kemudian bertemu dengan Aisyah, isteri Rasulullah Saw dan bersekongkol mengajak masyarakat bangkit menuntut kematian Utsman bin Affan, Khalifah sebelumnya terhadap Imam Ali as.
Imam Ali as tahu apa yang sedang terjadi dan kemudian mempersiapkan kekuatan militernya untuk memberangus fitnah Nakitsin (para pelanggar janji). Tapi pengikut Talhah dan Zubair telah menguasai kota Basrah dan memberontak terhadap Imam Ali as, beliau memerintahkan pasukannya untuk memadamkan pemberontakan. Sebelum memulai perang, Imam Ali as berdiri di tengah-tengah dua pasukan yang siap berperang dan menasihati Aisyah, Talhah dan Zubair. Kepada Aisyah, beliau menasihati agar kembali ke rumah, sementara kepada Talhah dan Zubair beliau mengingatkan mengapa mereka membatalkan baiatnya. Sekalipun Imam melihat tidak mungkin terjadi perdamaian, tapi beliau tetap harus mengingatkan mereka demi melengkapi hujjah.
Akhirnya perang meletus, sementara Talhah dan Zubair tewas dalam perang itu bersama 16 ribu orang pengikutnya. Sementara di sisi Imam Ali as lebih dari 1000 pasukannya yang tewas. Perang ini berakhir dengan pengakuan kemenangan pasukan Imam Ali as. Perang ini diberi nama Jamal karena Aisyah dalam peristiwa itu mengendarai unta yang dalam bahasa Arab adalah jamal.
Yunani Merdeka
186 tahun yang lalu, tanggal 25 Maret 1830, Yunani berhasil merebut kemerdekaannya dari imperium Ottoman. Selanjutnya, hari ini disebut sebagai hari nasional Yunani. Yunani merupakan salah satu pusat peradaban kuno. Seribu tahun sebelum kelahiran al-Masih, Yunani telah memiliki tatanan kota dan negara yang rapi. Salah satu kota penting Yunani dalam sejarah adalah kota Athena dan Sparta. Namun pada tahun 338 sebelum masehi, Macedonia menguasai negeri ini. Satu abad kemudian, Yunani secara resmi menjadi bagian dari imperium Rumawi.
Sejak tahun 1456 hingga empat abad kemudian, Yunani jatuh ke tangan imperium Ottoman. Berkat dukungan sejumlah negeri di Eropa antara lain Prancis, Rusia, dan Inggris, bangsa Yunani melakukan pemberontakan untuk memisahkan diri dari pemerintahan Ottoman yang berbasis di Turki. Pemberontakan itu membuahkan kemerdekaan bagi Yunani.
Pada abad ke-19, negeri ini menjadi ajang peperangan antar negara dan perang saudara. Tahun 1973, dengan dihapuskannya sistem kerajaan di negara ini, bentrokan dan perang saudara di Yunani berakhir. Yunani termasuk negara Balkan dengan luas wilayah 132 ribu kilometer persegi. Negara ini bertetangga dengan Turki, Bulgaria, Albania dan Macedonia.
Mahasiswa Menduduki Kedubes Mesir di Tehran
37 tahun yang lalu, tanggal 6 Farvardin 1358 Hs, para mahasiswa Iran menduduki Kedutaan Besar Mersir di Tehran.
Setelah berbulan-bulan perundingan antara Israel dan Mesir dengan Amerika sebagai penengahnya, ditandatangani perjanjian damai antara keduanya di Washington. Menjelang terlaksananya gerakan pengkhianatan ini, Imam Khomeini ra mengeluarkan pesan yang menyebut perjanjian damai Anwar Sadat, Presiden Mesir waktu itu dengan Israel sebagai bentuk pengkhianatan kepada Islam dan Muslimin sekaligus mengutuk perjanjian tersebut.
Dalam aksi protes atas kesiapan Mesir untuk menandatangani perjanjian damai, dini hari 6 Farvardin 1358 HS, lebih dari lima puluh mahasiswa Arab yang tinggal di Iran menyerang Kedutaan Besar Mesir di Tehran dan menduduki halamannya. Setelah itu mereka menyebarkan pamflet berisi 5 butir pernyataan. Selain memrotes kinerja pemerintah Mesir, disebutkan bahwa Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai satu-satunya wakil bangsa Palestina.
Sekalipun aksi ini didukung oleh para mahasiswa Iran, tapi Kementerian Luar Negeri Pemerintah Sementara menilai itu tidak menguntungkan Revolusi Islam Iran dan revolusi bangsa Palestina. Akhirnya, para mahasiswa yang menempati gedung Kedubes Mesir sehari setelahnya (7 Farvardin 1358 HS) harus meninggalkan tempat itu.
Ketika pemerintah Mesir menerima Shah Iran yang dilengserkan, pemerintah Iran memutuskan hubungan politiknya dengan Mesir.
Ismail Adib Khansari, Pemusik Kontemporer Iran Wafat
34 tahun yang lalu, tanggal Ismail 6 Farvardin 1361 Hs, Adib Khansari pemusik kontemporer Iran meninggal dunia di Tehran dalam usia 81 tahun dan dimakamkan di pekuburan Behesht-e Zahra.
Ismail Adib Khansari lahir pada 1280 HS di kota Khansar. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di kota kelahirannya, Adib Khansari yang memiliki suara bagus diperkenalkan ayahnya untuk mengumandangkan azan di masjid kota.
Sejak saat itu pula ia mulai mengenal dan menyukai puisi dan musik lalu mempelajari karya-karya penyair berbahasa Persia. Setelah itu ia pergi ke Isfahan dan mulai mengenal prinsip-prinsip musik. Perlahan-lahan ia juga mempelajari suling, sitar dan piano. Ketika radio mengudara, ia menjadi penyanyi tetap di sana.
Adib Khansari sejak tahun 1319 HS mengisi acara radio setiap pekan, sekaligus menjadi pembawa acara. Ia menjadi salah satu pendiri Jameh Barbod dengan tujuan ada tempat untuk mementaskan teater dan konser musik.