Lintasan Sejarah 28 Maret 2016
Hari ini, Senin tanggal 28 Maret 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 9 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Kebangkitan Nasional Rakyat Belanda
444 tahun yang lalu, tanggal 28 Maret 1572, rakyat Belanda memulai gerakan perlawanan secara nasional terhadap raja sekaligus penguasa militer Spanyol yang menduduki kawasan mereka, yaitu Raja Philip II. Sebelumnya, tahun 1566, kaum Protestan Belanda pernah melakukan perlawanan serupa. Akan tetapi, karena tidak adanya kepemimpinan yang efektif, perlawanan tersebut bisa ditumpas habis oleh tentara Spanyol.
Pada tahun 1572, kesadaran nasional rakyat Belanda mendorong mereka melakukan perlawanan secara menyeluruh. Akhirnya, rakyat Belanda berhasil meraih kemerdekaan dari pendudukan Spanyol empat tahun berikutnya, yaitu tahun 1576.
James Watt Lahir
280 tahun yang lalu, tanggal 28 Maret 1736, James Watt, seorang ilmuwan dan inventor Inggris terlahir ke dunia di kota Grink, sebuah kawasan di utara Inggris. Sejak muda, Watt sudah memiliki minat yang sangat besar di bidang riset ilmu-ilmu fisika.
Sumbangsih Watt terhadap dunia ilmu pengetahuan yang kemudian menjadi awal revolusi industri di dunia adalah penemuannya atas energi uap. Dengan penemuan energi ini, industri dunia mengalami percepatan yang hebat, karena orang kemudian mampu mengoperasikan lokomotif, kapal laut, dan industri-industri dengan menggunakan energi uap hasil penemuan Watt.
Syeikh Murtadha Anshari Wafat
156 tahun yang lalu, tanggal 18 Jumadil Tsani 1281 Hq, Syeikh Murtadha Anshari, seorang ahli fikih, pemikir, dan ulama besar dunia Islam, meninggal dunia di Najaf, Irak dalam usia 67 tahun dan dikuburkan di komplek makam suci Imam Ali as.
Syeikh Murtadha Anshari dilahirkan pada 1214 Hq di kota Dezful di selatan Iran dan merupakan keturunan Jabir bin Abdullah al-Anshari, sahabat Rasulullah Saw. Beliau sejak berusia 18 tahun telah pergi ke Karbala untuk menuntur ilmu. Setelah itu beliau pergi ke Najaf al-Asyraf dan belajar kepada Syeikh Musa Kasyif al-Ghitha.
Syeikh Anshari sempat kembali ke Iran dan di Kashan belajar kepada Mulla Ahmad Naraqi. Pada usia 35 tahun, beliau pergi lagi ke Najaf dan mulai mengajar dan menulis di sana. Beliau berhasil mendidik ratusan murid mujtahid seperti Mirza Shirazi, Syeikh Ja’far Syustari, Mirza Rashti, Sayid Hossein Kouh Kamareh-i, Akhond Khorasani dan lain-lain.
Syaikh Anshari meninggalkan berbagai karya tulis, di antaranya “ar-Rasail” dan “al-Makasib al-Muharramah”.
Ayatullah Mirza Ali Akbar Marandi Wafat
22 tahun yang lalu, tanggal 9 Farvardin 1373 Hs, Ayatullah Mirza Ali Akbar Marandi harus meninggal dunia.
Ayatullah Ali Akbar Marandi lahir di kota Marand pada 1314 Hs dari keluarga ulama. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agama di kota kelahirannya, beliau kemudian melanjutkan pendidikannya di Najaf, Irak. Beliau belajar pada guru-guru besar hauzah ilmiah Najaf selama 15 tahun seperti Syeikh Muhammad Muhsin Gharawi Isfahani, Mirza Naini, Agha Dhiya ad-Din Iraqi, Sayid Abul Hasan Isfahani.
Ayatullah Marandi selama 10 tahun belajar irfan dan sair suluk bersama teman sekamarnya Allamah Sayid Muhammad Husein Thabathabai kepada guru besar seperti Ayatullah Sayid Hossein Kouh Kamareh-i, Sayid Sadra Badkoubeh-i dan khususnya kepada Mirza Ali Qadhi Tabrizi Thabathabai. Beliau menguasai ilmu hadis, tafsir dan tentu saja masalah-masalah fiqih dan irfan.
Ayatullah Marandi tinggal di kota kelahirannya selama lebih dari 50 tahun dan selama itu pula beliau mengajar, menulis dan menuntun masyarakat ke jalan Allah. Beliau disebut oleh Allahmah Thabathabai sebagai bintang irfan yang terang benderang bersinar di langit.
Ayatullah Sheikh Abbas Khalesi Khorasani Wafat
17 tahun yang lalu, tanggal 9 Isfand 1378 Hs, Ayatullah Sheikh Abbas Khalesi Khorasani meninggal dunia dalam usia 89 tahun dan dimakamkan di pekuburan umum Sarayan, Khorasan.
Ayatullah Ayatullah Sheikh Abbas Khalesi Khorasani lahir pada 1289 Hs di kota Ghaen, provinsi Khorasan. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah agama, beliau belajar di Hauzah Ilmiah Mashad. Beberapa tahun di sana, beliau kemudian pergi ke Najaf al-Asyraf untuk melanjutkan pendidikannya dan belajar kepada guru-guru besar seperti Dhiya ad-Din Iraqi, Sheikh Mohammad Hossein Gharawi Isfahani, Sayid Abolhassan Isfahani, Sayid Jamaluddin Golpaygani dan Sayid Mahmoud Shahroudi. Ayatullah Khalesi mendapatkan ijazah ijtihad dan periwayatan hadis dari guru-gurunya.
Sekitar tahun 1320 Hs, Ayatullah Khalesi kembali ke Iran dan pulang ke kampung halamannya untuk menyebarkan agama Islam. Beliau banyak menghasilkan karya tulis seperti Tarikh Iran, Sastra Persia dan Taqrir Kuliah Ushul Fiqih Ayatullah Shahroudi.