Lintasan Sejarah 29 Maret 2016
Hari ini, Selasa tanggal 29 Maret 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Perang Dzaatus-Salasil Berakhir
1429 tahun yang lalu, tanggal 19 Jumadil Tsani tahun 8 Hq, berakhirlah perang Dzatus-Salasil.
Perang ini dimulai karena pasukan musyrikin datang ke Madinah untuk menyerbu kaum Muslimin. Rasulullah kemudian mengirim sebuah pasukan Muslim untuk menghadang pasukan Musyrik tersebut. Namun, ketika mengetahui bahwa pasukan Musyrik bersenjata jauh lebih kuat dan lengkap, pasukan ini kembali ke Madinah. Rasul kemudian mengirim pasukan kedua.
Sekali lagi, mereka kembali karena takut melihat persenjataan lawan yang hebat. Akhirnya, Rasul menyuruh Ali bin Abi Thalib untuk melawan pasukan tersebut. Ali bin Abi Thalib dan pasukannya berhasil mengalahkan kaum Musyrikin dan mereka disambut oleh Rasul dengan amat gembira. Banyak sejarawan yang menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi sebab turunnya surat al-‘Adiyah.
Imperium Ottoman Kalahkan Polandia
340 tahun yang lalu, tanggal 29 Maret tahun 1676, tentara imperium Ottoman berhasil mengalahkan tentara Polandia. Dengan kemenangan itu, sebagian wilayah Ukraina yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Polandia dikuasai oleh Imperium Ottoman.
Perang antara keduanya berawal dari pemberontakan orang-orang Kazhakstan terhadap pemerintahan Polandia. Imperium Ottoman memberikan dukungan penuh atas pemberontakan itu dan akhirnya pecahlah perang kedua negara pada tahun 1671. Selama perang, Imperium Ottoman sempat menderita kekalahan. Akan tetapi, pada tahun 1676, tentara Ottoman berhasil menebus kekalahannya itu.
Emanuel Swedenborg Meninggal Dunia
244 tahun yang lalu, tanggal 29 Maret 1772, Emanuel Swdenborg, seorang pemikir dan mistikus asal Swedia meninggal dunia. Ia dilahirkan pada tahun 1688. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Swedenborg kemudian mendalami matematika dan teknik. Namun begitu, ia lebih dikenal dengan pemikiran filsafat dan mistisisme Kristennya.
Landasan filsafat pemikir asal Swedia ini dibangun di atas prinsip melepaskan diri dari ikatan dunia materi dan tenggelan dalam penyaksian alam spiritual. Ia meyakini bahwa apa yang ada di dunia materi merupakan simbol dari alam luhur spritual. Ia juga meyakini, bahwa semakin suci dan bersih kalbu seseorang, maka ia akan memahami Tuhan secara lebih baik.
Filosof asal Swedia ini berhasil menuliskan lebih dari 50 buku. Buku berjudul Arcana Coelestia (Rahasia Alam Malakut) merupakan salah satu karya utama Emanuel Swedenborg.
Ayatullah Thabathabai Boroujerdi Meninggal Dunia
55 tahun yang lalu, tanggal 10 Farvardin 1340 Hs (30 Maret 1961), Ayatullah Al-Udzma Sayid Hossein Thabathabai Boroujerdi, salah seorang ulama terkenal Iran meninggal dunia. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar ilmu-ilmu keislaman di tanah kelahirannya, Boroujerdi, Sayed Hossein melanjutkan pendidikannya ke Hauzah Ilmiah Najaf, Irak.
Selesai berguru dengan para ulama besar Najaf, Ia pun kembali ke Iran. Mulanya pada tahun 1945 ia hijrah ke Mashad, setelah itu ia pindah ke Qom, dan berhasil menjadi seorang marji taklid. Ia pun kemudian menjadi pengasuh di Hauzah Ilmiah Qom, hingga akhirnya hauzah ilmiah Qom kian berkembang pesat.
Ayatullah Boroujerdi berjasa besar dalam memperkenalkan kekayaan budaya Islam kepada masyarakat dunia. Ia juga berperan penting dalam mewujudkan persatuan dan pendekatan di antara mazhab-mazhab Islam. Selain itu Ayatullah Boroujerdi juga banyak meninggalkan karya tulis dan berhasil mendidik banyak ulama terkemuka, termasuk pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini.
Penarikan Pasukan AS dari Vietnam
43 tahun yang lalu, tanggal 29 Maret 1973, dua bulan setelah penandatanganan perdamaian antara AS dan Vietnam, pasukan terakhir AS meninggalkan Vietnam Selatan.
Pada saat bersamaan para pasukan AS yang ditahan di Vietnam Utara dibebaskan. Setelah bantuan militer selama dua dekade, pada 1961 Presiden AS John F Kennedy mulai mengirimkan pasukan dalam skala besar untuk menghapus komunis di Vietnam.
Pengiriman pasukan lebih besar lagi dikirim pengganti Kennedy, Lyndon B Johnson, yaitu sebanyak 300 ribu pasukan. Namun selama perang itu juga, keputusan AS menyerang Vietnam ditentang banyak warga AS.
Penarikan pasukan AS mulai dilakukan pada era Presiden Nixon di awal 1970-an. Akhirnya pada Januari 1973, ada kesepakatan penandatanganan pakta perdamaian di Paris.
Perang Vietnam, bagi AS, memakan korban hingga 58 ribu jiwa, sedangkan sekitar 2 juta tentara dan penduduk sipil Vietnam menjadi korban.
Pengakuan Jimmy Carter akan Kesalahan AS Soal Iran
36 tahun yang lalu, tanggal 10 Farvardin 1359 Hs, Jimmy Carter, Presiden Amerika waktu itu mengakui kesalahan Amerika terkait Iran.
Beberapa bulan pasca didudukinya sarang spionase Amerika (Kedubes AS di Tehran) oleh para mahasiswa pendukung Khate Emam dan ancaman AS yang tidak mempengaruhi bangsa dan pemerintah Iran, Jimmy Carter, Presiden AS waktu itu pada 10 Farvardin 1359 Hs mengirim pesan kepada Republik Islam Iran yang mengakui kegagalan pemerintahnya menyelesaikan masalah ini.
Pengakuan gamblang Carter akan kebenaran sikap Revolusi Islam Iran dan pendudukan sarang mata-mata Amerika menunjukkan diplomasi di Amerika telah mengalami jalan buntu. Ia mengakui bahwa sebagai kepala negara telah melakukan perbuatan yang patut dikecam.
Pengakuan ini disampaikan ketika Setan Besar di hari-hari setelahnya melakukan aksi militer terhadap Iran demi membebaskan para tawanan. Tapi dengan bantuan ilahim mereka terperangkap di gurun Tabas dan harus kembali menelan kekalahan.