Apr 25, 2016 15:18 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 30 Maret 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 20 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Fathimah Az-Zahra as Lahir

1445 tahun yang lalu, tanggal 20 Jumadil Tsani tahun ke-8 sebelum Hijriah, Sayidah Fathimah az-Zahra putri Nabi Muhammad Saw, terlahir ke dunia.

Beliau dibesarkan dalam bimbingan wahyu dan melewati masa-masa perjuangan menegakkan Islam bersama ayah beliau. Pada tahun ke-2 Hijriah, Sayidah Fathimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib dan sejak saat itu dia melakukan tugas sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, yaitu Imam Hasan, Imam Husain, dan Sayidah Zainab.

Beliau membesarkan anak-anaknya dengan ajaran iman dan Islam. Dalam kehidupan sosial, beliau juga berperan dengan menyampaikan kebenaran dan teguh membela haknya. Bahkan sampai meninggalnya, yaitu tak lama setelah wafatnya Rasulullah, beliau masih berjuang menegakkan kebenaran.

Fathimah az-Zahra adalah teladan wanita sedunia. Di antara nasehat beliau adalah, "Allah menjadikan keimanan sebagai alat untuk membersihkanmu dari kesyirikan, shalat sebagai alat untuk menyucikanmu dari takabur, kepatuhan kepada kami adalah alat untuk mengukuhkan agama, mengakui kepemimpinan kami adalah alat untuk mencegah keterpecahan, dan kecintaan kepada kami adalah sumber dari kehormatan Islam."

Imam Khomeini Lahir

117 tahun yang lalu, tanggal 20 Jumadil Tsani 1320 Hq, Imam Ruhullah Musawi Khomeini, pendiri Republik Islam Iran, terlahir ke dunia di kota Khomein, di Iran tengah.

Beliau mendapatkan pendidikan agama sejak masa kecil dan melanjutkannya ke Qom. Karena kemampuannya yang tinggi, dengan cepat Imam Khomeini mencapai derajat mujtahid. Selain menguasai masalah fiqih, beliau juga ahli di bidang filsafat dan sufisme dan bahkan menciptakan syair-syair sufi. Beliau memulai aktivitas politiknya sejak masih muda namun semakin meningkat sejak tahun 1953. Akibatnya, beliau kemudian dibuang ke Turki, lalu ke Irak.

Selama 14 tahun masa pembuangannya, beliau mampu mendidik murid-murid yang kemudian menjadi tokoh pejuang melawan rezim tiran dan dengan berbagai cara mampu mengungkapkan esensi rezim Syah yang anti agama dan anti rakyat. Akibatnya, rakyat semakin sadar atas kebobrokan rezim Shah dan semakin meningkatkan perlawanan mereka terhadap Shah. Akhirnya, pada tahun 1978, Shah Reza melarikan diri ke luar negeri.

Imam Khomeini pada tahun itu pula kembali ke Iran dan mendirikan Republik Islam Iran. Selama sepuluh tahun beliau memimpin pemerintahan Islam yang menghidupkan nilai-nilai Islam dan menentang campur tangan para imperialis Barat di dunia ketiga. Imam Khomeini menunjukkan kepada dunia sebuah sistem pemerintahan baru dan membuktikan kecemerlangan serta kemampuan Islam untuk menegakkan sebuah pemerintahan yang kuat dan berpihak kepada nilai-nilai kemanusiaan.

Imam Khomeini juga banyak meninggalkan karya tulis, di antaranya "Asrarus-Shalah", "Misbahul Hidayah", dan "Wilayatul Faqih". Kumpulan khutbah dan pesan-pesan beliau tercatat dalam buku "Shahifatun-Nur" yang berjumlah 21 jilid. Kumpulan syair sufi beliau juga telah diterbitkan.

Parlemen Iran Ratifikasi Perbaikan Penanggalan Hijriah Syamsiah

91 tahun yang lalu, tanggal 11 Farvardin 1304 Hs (31 Maret 1925), Parlemen Iran meratifikasi undang-undang tentang penanggalan resmi yang dipakai oleh negara ini. Berdasarkan ratifikasi tersebut Iran memakai penanggalan berdasarkan hijrah Nabi Muhammad Saw tapi berdasarkan perputaran matahari dan awal tahun ditetapkan pada awal musim semi.

Berdasarkan ratifikasi ini, seluruh kantor pemerintah dan rakyat mengganti nama bulan kuno Iran seperti Hamal, Sour, Jauza, Saratan, Asad, Somboleh, Mizan, Aghrab, Ghous, Judai, Dalv dan Hout dengan Farvardin, Ordibehesht, Khordad, Tir, Mordad, Shahrivar, Mehr, Aban, Azar, Dey, Bahman dan Isfand.

Sementara enam bulan pertama 31 hari dan lima bulan kedua 30 hari dan bulan terakhir hanya 29 hari, tapi di tahun Kabisat menjadi 30 hari.

Penanggalan ini diterapkan hingga tahun 1354 Hs, tapi mulai tahun 1354, sejarah Iran berdasarkan sejarah Kourush. Tapi penanggalan anti Islam ini akhirnya dibatalkan menyusul semakin meluasnya gelombang Revolusi Islam Iran pada bulan Shahrivar 1357 Hs.

Konferensi Perlindungan Palestina

 

40 tahun yang lalu, tanggal 30 Maret tahun 1976, sebuah demonstrasi besar Yaumul Ard atau Hari Bumi, berlangsung di tanah pendudukan Palestina.

Harus diingat bahwa pada tanggal 17 Oktober 1975, sebuah konferensi perlindungan terhadap tanah air digelar di kawasan al-Jalil di utara Palestina pendudukan. Dalam resolusi pertama konferensi ini para peserta melahirkan rasa kekecewaan serta mengecam penyitaan tanah air warga Arab Palestina oleh Rezim Zionis.

 

Konferensi ini menekankan bahwa aksi Israel itu melanggar hak-hak warga Arab muslim di tanah air mereka dan Rezim Zionis secara terang-terangan telah melanggar HAM, serta menginjak-injak dasar demokrasi dan keadilan. Konferensi perlindungan tanah air juga membentuk sebuah komite yang bertanggung jawab memobilisasi kekuatan rakyat untuk melaksanakan keputusan konferensi.

 

Komite ini menggelar sidang pada 6 Maret tahun 1976 dengan dihadiri oleh 20 pemimpin dewan kota Palestina dan setelah berbincang dengan kekuatan rakyat, ditetapkanlah hari ini sebagai hari bumi. Setiap tahun pada hari ini, rakyat Palestina dan mayoritas umat Islam di banyak negara melangsungkan acara peringatan yang mengecam kebijakan ekspansionis dan brutalitas Rezim Zionis.