Apr 26, 2016 13:37 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 8 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 29 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 20 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Mirza Malkam Khan Terbitkan Koran Qanun

130 tahun yang lalu, tanggal 29 Jumadil Tsani 1307 Hq, Mirza Malkam Khan menerbitkan surat kabar Qanun.

Penerbitan koran Qanun oleh Malkam Khan merupakan satu dari langkah politik dan strategi jitu bagi pelaksanaan reformasi di Iran pada waktu itu. Malkam Khan menggunakan koran sebagai reaksi dari pemberhentian dirinya dan kebencian yang semakin kuat terhadapnya. Kemungkinan besar, Malkam Khan mencetak koran Qanun ini dan dibagikan secara gratis bertujuan meraih simpati pembaca dan untuk memperluasnya.

Tema-tema yang digarap harian Qanun ini adalah kritik terhadap pemerintahan yang sewenang-wenang, pentingnya memperbaiki para penguasa dan menciptakan keadilan hukum, pelatihan partai dan mengajak rakyat untuk bersatu, taat hukum dan menarik dukungan kalangan rohaniwan untuk menyukseskan tujuan nasional dan memperhatikan hak-hak sosial perempuan. Dengan kata lain, hal-hal yang disebutkan itu dapat disimpulkan; menciptakan persatuan, keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat Iran.

Mirza Malkam Khan (1833-1908) adalah seorang reformis Iran yang menonjol dan menuntut perubahan Iran menjadi pemerintahan yang modern.

Pesawat Tempur Zionis Menggempur Sebuah Sekolah Dasar

46 tahun yang lalu, tanggal 8 April tahun 1970, pesawat-pesawat tempur Zionis Israel melakukan serangan membabi-buta dengan sasaran sebuah sekolah dasar bernama Bahrul Baqr, 80 kilometer sebelah utara Kairo, Mesir. Dalam peristiwa itu, 46 murid sekolah itu tewas. Aksi yang sangat tidak berperikemanusiaan itu kontan membangkitkan emosi warga dunia.

Sebelumnya, masyarakat internasional juga dikejutkan dengan tindakan biadab lainnya yang digelar Rezim Zionis di kawasan Mesir. Bulan Februari tahun itu, pesawat tempur Israel juga menggempur kawasan sipil di timur Kairo. Akibatnya, sebuah pabrik hancur dan 168 pekerja pabrik itu tewas atau terluka.

Picasso Wafat

43 tahun yang lalu, tanggal 8 April 1973, seorang seniman legendaris serba bisa asal Spanyol, Pablo Picasso, meninggal dunia karena serangan jantung di rumahnya, dekat kota Cannes, Prancis. Picasso wafat di usia 91 tahun pada pukul 11.00 pagi waktu setempat.

Istri Picasso, Jacqueline, dan anak mereka, Paolo, terus mendampingi dia dari masa kritis hingga menghembuskan nafas terakhir. Dunia pun kehilangan seorang seniman yang piawai dalam melukis, memahat, merupa keramik, dan mendesain latar panggung.

Picasso menderita influenza selama musim dingin, namun ia terus melukis. Picasso berencana memamerkan 200 lukisannya dalam pameran di museum seni Avignon pada Mei 1973.

Setahun sebelum dia wafat, Museum Louvre, Prancis menggelar pameran karya sepanjang perjalanan seni rupa Picasso untuk memperingati ulang tahun ke-90. Picasso merupakan seniman pertama yang karyanya dipamerkan dalam pameran retrospektif ini.

Sayid Morteza Avini Gugur Syahid

23 tahun yang lalu, tanggal 20 Farvardin 1372 Hs (9 April 1993), Sayid Morteza Avini, seniman dan penulis Iran gugur syahid pada usia 47 tahun.

Sejak masa remaja, Avini menggeluti bidang seni dan budaya hingga berhasil meraih gelar pasca sarjana arsitektur dari Fakultas Seni Universitas Tehran. Setelah kemenangan Revolusi Islam, Avini terlibat dalam banyak kegiatan revolusi dan terjun di medan perang melawan rezim Baath Irak. Dengan bekal kamera dia mengabadikan banyak pentas jihad dan pengorbanan yang ditunjukkan para pejuang Iran di medan perang.

Avini telah melahirkan lebih dari seratus film dokumenter. 15 tahun yang lalu, saat menggambil gambar untuk salah satu episode serial dokumenter perang berjudul "Rivayat-e Fath", ia terkena ledakan ranjau dan gugur syahid.

Hari Nasional Teknologi Nuklir Iran

10 tahun yang lalu, tanggal 20 Farvardin 1385 Hs (9 April 2006), Republik Islam Iran mengumumkan keberhasilannya menguasai teknologi pengayaan uranium untuk kepentingan damai. Hari ini kemudian dinamakan Hari Nasional Teknologi Iran.

Keberhasilan itu didapat berkat kerja keras para ilmuan Iran. Meski menghadapi keterbatasan sarana dan pra sarana akibat embargo negara-negara adi daya, mereka berhasil menyempurnakan proses pengayaan uranium dan membuat sendiri bahan bakar yang diperlukan instalasi-instalasi nuklir. Dengan demikian, Iran telah memastikan diri sebagai bagian dari negara-negara pemilik teknologi nuklir.

Tepat setahun kemudian, Iran mengumumkan berhasil memproduksi bahan bakar nuklir dalam skala industri. Keberhasilan ini dicapai di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional dan sesuai dengan aturan IAEA. Akan tetapi, negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat dengan standar gandanya menuntut Iran untuk menghentikan aktivitas nuklir ini. Di saat yang sama, negara-negara tersebut tidak pernah mempersoalkan rezim zionis Israel yang tidak tunduk kepada aturan IAEA dan menyimpan ratusan bom nuklir di gudang-gudang senjatanya.