Sep 13, 2020 09:32 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 13 September 2020

Hari ini, Minggu 13 September 2020 bertepatan dengan 24 Muharam 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 23 Shahrivar 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Mulla Muhammad Taqi Istarabadi Wafat

170 tahun yang lalu, tanggal 24 Muharam 1272 HQ, Mulla Muhammad Taqi Istarabadi meninggal dunia.

Mulla Muhammad Taqi bin Muhammad Ismail merupakan seorang ulama besar Syiah.

Mulla Muhammad Taqi Istarabadi mendapat ijazah ijtihad dari Muhammad Taqi bin Muhammad Rahim Tehrani Isfahani yang dikenal sengan Shahib Hidayah al-Mustarsyidin. Beliau juga sempat belajar kepada guru-guru besar di Najaf al-Asyraf, Irak selama 14 tahun.

Mulla Taqi Istarabadi ke Tehran pada 1271 HQ dengan tujuan menemui Naseruddin Shah untuk memberikan laporan terkait kerusuhan yang terjadi di perbatasan Istarabadi, tapi sebelum kembali, beliau meninggal pada 24 Muharam 1272 di Tehran.

 

RA Kartini Wafat

116 tahun yang lalu, tanggal 13 September 1904, RA Kartini meninggal dunia.

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, 21 April 1879. Pada masa itu, wanita Indonesia belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal, termasuk dalam mengenyam pendidikan. Itu berlaku pula bagi Kartini. Dia hanya diperbolehkan bersekolah sampai tingkat sekolah dasar. Di tempat kelahirannya, seorang wanita yang telah menamatkan sekolah di tingkat sekolah dasar harus menjalani masa pingitan sampai tiba saatnya untuk menikah.

Kartini merasa selalu diperlakukan berbeda dengan saudara dan teman-temannya yang pria. Perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasaan kurang baik itu.

Door Duistermis tox Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang, itulah judul buku dari kumpulan surat-surat RA Kartini kepada sahabat-sahabatnya di Belanda. Mengingat besarnya jasa Kartini, dikeluarkanlah Keppres RI No 108 Tahun 1964 pada 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, pada 21 April, sebagai Hari Kartini.

 

Morteza Ravandi, Peneliti dan Sejarawan Iran Wafat

21 tahun yang lalu, tanggal 23 Shahrivar 1378 HS, Profesor Morteza Ravandi, peneliti sejarah kontemporer Iran ini meninggal dunia pada usia 86 tahun dan dikebumikan di Behesht Zahra Tehran.

Profesor Morteza Ravandi lahir di kota Tehran pada 1292 HS. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Morteza Ravandi menjadi sarjana jurusan hukum di Universitas Tehran. Setelah menangani banyak pekerjaan yang dibebankan kepadanya, Profesor Morteza Ravandi menekuni penelitian tentang sejarah Iran, peran politik dan sosial rakyat negara ini.

Oleh karenanya Morteza Ravandi menghabiskan umurnya untuk melakukan penelitian di bidang yang ditekuninya ini. Ia mengkaji dan meninggalkan banyak karya ilmiah tentang sejarah Iran. Ia menulis tentang Sejarah Sosial Iran dalam 10 jilid, tafsir UUD, ekonomi manusia dan sejarah hukum dan pengadilan di Iran.

Profesor Ravandi punya keyakinan yang kuat akan Syiah dan punya keakraban dengan pengertian al-Quran. Dalam karya-karya sejarah yang ditulisnya, ia memasukkan pengertian-pengertian al-Quran.