Lintasan Sejarah 26 September 2020
Hari ini, Sabtu 26 September 2020 bertepatan dengan 8 Safar 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 5 Mehr 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Salman Al-Farisi Wafat
1407 tahun yang lalu, tanggal 8 Shafar 35 HQ, Salman Al-Farisi, salah seorang sahabat besar Rasulullah Saw meninggal dunia.
Salman adalah orang Iran pertama yang memeluk agama Islam. Selama mendampingi Rasulullah Saw, Salman dikenal karena ketinggian ilmunya, kesetiaannya kepada Islam, serta sifat-sifatnya sangat mulia. Karena semua keistimewaannya itu, Salman bahkan diakui oleh Rasulullah sebagai bagian dari Ahli Bait atau keluarga Nabi.
Saat perang Ahzab digelar, peranan Salman dalam mempertahankan kota Madinah dicatat oleh para sejarawan ketika memberikan ide pembuatan parit di sekeliling kota Madinah. Parit inilah yang menjadi benteng pelindung kota dari pasukan gabungan musyrikin yang jumlahnya mencapai 10.000 orang itu.
Setelah Rasulullah Saw wafat, Salman tetap menunjukkan loyalitasnya kepada Ahl Bait Nabi. Ia adalah sahabat setia Imam Ali as dalam suka dan duka. Saat Imam Ali dibaiat sebagai khalifah, Salman mendapat tugas sebagai salah satu gubernur utusan Imam Ali.
Kudeta Militer di Yaman Utara
58 tahun yang lalu, tanggal 26 September 1962, sistem pemerintahan kerajaan di Yaman Utara yang dipimpin oleh sultan-sultan bergelar imam, dibubarkan.
Pada hari itu, Kolonel Abdullah Salal melakukan kudeta militer dan mendirikan pemerintahan baru berbentuk republik. Imam Muhamad Badr yang merupakan raja terakhir Yaman Utara, kemudian melakukan perlawanan untuk merebut kembali kekuasaannya. Saat itu, Badr mendapatkan dukungan Raja Arab Saudi. Sementara itu, Kolonel Salal mendapatkan bantuan militer dari pemerintahan Mesir yang dipimpin oleh Gamal Abdul Naser.
Maka, terjadilah pertempuran bersenjata selama empat tahun antara kedua belah pihak. Setelah itu, kedua belah pihak melakukan gencatan senjata. Sedangkan Raja Feishal dan Abdul Naser juga sepakat untuk menarik pasukan masing-masing dari Yaman setelah kedua negara itu terlibat dalam perang enam hari melawan Israel.
Ayatullah Sayid Abdullah Shirazi Wafat
36 tahun yang lalu, tanggal 5 Mehr 1363 HS, Ayatullah Sayid Abdullah Shirazi meninggal dunia pada dalam usia 93 tahun dan dikebumikan di kompleks makam suci Imam Ridha as di Mashad.
Ayatullah Sayid Abdullah Shirazi lahir pada 1270 HS, dari keluarga ulama di kota Shiraz, Iran. Pada usia 21 tahun, beliau bersama ayahnya diasingkan dari kota Shiraz selama 6 bulan akibat melawan penjajahan Inggris. Setelah kembali ke Shiraz, Ayatullah Shirazi melanjutkan proses belajar dan mengajarnya. Tapi untuk melanjutkan pendidikan agamanya, Ayatullah Shirazi akhirnya pergi ke Najaf pada tahun 1294 dan belajar kepada guru-guru besar seperti Ayatullah Dhiya ad-Din al-Iraqi, Sayid Abulhassan Isfahani dan Mirza Naini.
Setelah tinggal selama 13 tahun di Najaf dan berhasil menjadi mujtahid, akhirnya alim rabbani ini kembali ke tempat kelahirannya, Shiraz dan aktif menghidupkan kembali hauzah ilmiah Shiraz.
Ayatullah Shirazi juga melanjutkan aktivitas politiknya setelah kembali dari Najaf dan menyatakan secara terang-terangan penentangannya terhadap rezim Pahlevi. Dalam perjuangannya ini beliau harus menghadapi banyak kesulitan. Rezim Pahlevi akhirnya memenjarakan beliau. Pasca peristiwa Kashf Hejab atau larangan memakai jilbab dan pembantaian berdarah di Masjid Goharshad oleh Shah Reza Khan, Ayatullah Shirazi secara sembunyi-sembunyi pergi ke Najaf dan tinggal di sana selama 40 tahun.
Di sepuluh tahun terakhir dari kehidupan beliau, Ayatullah Shirazi kembali ke Mashad dan keberadaan beliau berhasil menggairahkan hauzah ilmiah Shiraz. Ayatullah Shirazi juga ikut mendukung kebangkitan rakyat yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra dan sangat berperan dalam mencerahkan warga Shiraz.
Ayatullah Shirazi banyak meninggalkan warisan mulai dari bangunan yang berwujud sekolah, perpustakaan, masjid dan lain-lain di sejumlah kota, beliau juga menulis banyak buku seperti Umdah al-Ushul, al-Imamah wa al-Syiah dan Dzakhirah al-Shalihin.