Lintasan Sejarah 1 November 2020
Hari ini, Minggu 1 November 2020 bertepatan dengan 15 Rabiul Awal 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 11 Aban 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Nabi Saw Membangun Masjid Quba
1441 tahun yang lalu, tanggal 15 Rabiul Awal 1 HQ, Nabi Muhammad Saw membangun masjid Quba.
Masjid Quba merupakan masjid pertama di dunia Islam yang terletak di luar kota Madinah. Batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan sendiri oleh Rasulullah Saw setelah melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah pada 15 Rabiul Awal 1 HQ.
Quba adalah nama sebuah desa yang berada di dekat Madinah. Masjid Quba dibangun pada tahun pertama Hijrah oleh Nabi Muhammad Saw atas usulan Ammar Yasir dan atau atas permintaan warga Quba.
Nabi Saw langsung bekerja dan mengangkat bata dari tanah liat dan menyusunnya. Setiap pekan Nabi Saw pergi ke sana dan melakukan shalat.
Masjid ini telah mengalami renovasi. Pertama kali di masa Utsman bin Affan dan renovasi terakhir pada 1405 HQ. Di akhir renovasi, ruangan-ruangan di sana semakin diperlebar dan dibangun empat menara dengan ketinggian 47 meter. Di atas ada enam kubah dengan diameter 12 meter dan akhirnya halaman masjid diperluas mencapai 5.035 meter persegi.
Permulaan Perang Kemerdekaan Aljazair
66 tahun yang lalu, tanggal 1 November 1954, dengan didirikannya Gerakan Pembebasan Aljazair oleh Ahmed Ben Bella, perang kemerdekaan negara ini pun dimulai.
Aljazair pada awal abad ke-20 secara penuh dijajah oleh Perancis dan selama itu perjuangan bangsa Aljazair bersifat sporadis. Akhirnya, setelah 132 tahun dijajah oleh Perancis, Aljazair berhasil meraih kemerdekannya pada tahun 1962 dan Ben Bella menjadi presiden.
Namun, pemerintahan Ben Bella tidak berlangsung lama karena pada tahun 1965, ia digulingkan oleh Menteri Pertahanannya sendiri, Kolonel Boumedienne.
Ayatullah Sayid Reza Sadr Wafat
26 tahun yang lalu, tanggal 11 Aban 1373 HS, Ayatullah Sayid Reza Sadr meninggal dunia dalam usia 73 tahun di Tehran dan dikebumikan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah Qom.
Ayatullah Sayid Reza Sadr lahir pada 1299 HS dalam keluarga ulama di Mashad, Iran. Ayahnya adalah Ayatullah al-Udzma Sayid Sadr ad-Din Sadr, ulama dan marji besar di masanya. Setelah meninggalnya Ayatullah Abdolkareem Hairi Yazdi, ayahnya bersama dua marji mengelola Hauzah Ilmiah Qom. Ayatullah Sayid Reza Sadr kakak dari Imam Musa Sadr, pemimpin Syiah Lebanon.
Sayid Reza belajar pendahuluan ilmu agama dan tingkat menengah di Mashad dan ketika berusia 25 tahun, ia mengikuti ayahnya ke Hauzah Ilmiah Qom. Selama di kota ini, Sayid Reza belajar kepada guru-guru besar seperti Sayid Shihab ad-Din Marashi Najafi, Sayid Mohammad Mohaghegh Damad, Sayid Hassan Sadr, Sayid Mohammad Hojjat Kouhkamareh-i, Sayid Hossein Boroujerdi dan Imam Khomeini ra. Setelah itu Sayid Reza mengajar tingkat mujtahid sejak berusia 40 tahun.
Ayatullah Sayid Reza Sadr menguasai ilmu rasional dan tekstual seperti tafsir, hadis, fiqih, ushul fiqih, teologi, sejarah, sastra Arab dan Persia, filsafat, akhlak dan irfan. Ia juga menguasai bahasa Perancis dan Inggris. Sayid Reza dikenal dengan kemampuan hafalannya yang luar biasa, sekaligus ulama yang zuhud, rendah hati, tapi berani berbicara disertai tulisan yang menarik.
Sebagian karya ilmiah Sayid Reza Sadr seperti Ijtihad wa Taqlid, Tafsir Surat al-Hujurat, Quran Shenasi, Banuye Karbala dan puluhan buku lainnya.