Lintasan Sejarah 11 November 2020
-
Lintasan Sejarah 11 November 2020
Ali bin Husein Bagdadi Meninggal
1006 tahun yang lalu, tanggal 25 Rabiul Awal 436 HQ, Ali bin Husein yang terkenal dengan nama Sayid Murtadha, seorang ulama besar muslim, meninggal dunia.
Sayid Murtadha juga dijuluki sebagai Alamul Huda, karena ketinggian ilmunya. Beliau lahir tahun 355 Hijriah di Bagdad dan sejak muda mulai menuntut berbagai ilmu dari berbagai ulama besar, di antaranya Syeikh Mufid dan Khatib Bagdadi. Sayid Murtadha kemudian diangkat sebagai hakim dan mengemban tugas ini selama 30 tahun.
Beliau juga mendirikan sebuah perpustakaan besar yang dimanfaatkan oleh para pelajar di kota Bagdad. Selain itu, Sayid Murtadha juga menulis berbagai kitab, yang menurut sejarawan mencapai 66 jilid. Di antara karya beliau berjudul Tanziihul Anbiyaa dan Taqriibul Ushul. Beliau juga meninggalkan sebuah kumpulan syair yang terdiri dari 20.000 bait.
Ali Esfandiari, Bapak Puisi Modern Iran Lahir
123 tahun yang lalu, tanggal 21 Aban 1276 HS, Ali Isfandiari, yang kerap dipanggil "Nima Yushij", bapak puisi modern Iran, terlahir ke dunia di desa Yush, Mazandaran, di utara Iran.
Pada usia 12 tahun ia bersama keluarganya pinah ke Tehran dan selama beberapa waktu ia mempelajari bahasa Perancis dan Arab. Berkata dorongan gurunya Nezam Vafa, Ali Isfandiari mulai membuat dan membaca puisi. Berkat penguasaannya terhadap bahasa dan sastra Perancis semakin mudah baginya membuat puisi. Ia lalu melakukan penelitian serius dalam puisi yang akhirnya menghasilkan puisi gaya baru.
Peristiwa sosial pada tahun 1300-1301 HS memaksa Nima Yushij memilih hidup menyendiri di hutan dan hidup dengan alam. Pada masa-masa itulah ia menghasilkan karya monumentalnya dalam kumpulan puisi "Afsaneh". Karyanya ini menjadi pembatas antara puisi klasik dan modern. Puisi Nima Yushij masih mempertahankan irama dan bait dari puisi yang dibuatnya.
Puisi bebas Nima Yushij punya perbedaan besar dengan puisi klasik. Puisinya lebih menekankan sisi sosial dan humanis. Sementara setiap kata yang dipakainya dalam puisi modern harus memiliki syarat sesuai dan tidak asing dengan kata yang berdekatan dengannya.
Selain kumpulan puisi, Ali Isfandiari juga menulis buku cerita dan puisi untuk anak-anak. Ia juga meninggalkan banyak catatan, surat dan karya-karya penelitian. Namun karya paling terkenalnya adalan kumpulan puisi "Afsaneh".
Nima Yushid pada tahun 1338 meninggal dunia dalam usia 64 tahun dan dimakamkan di kompleks Imam Zadeh Abdullah Tehran. Setelah berlalu 34 tahun dari meninggalnya Nima Yushij, pada bulan Dey 1372 rakyat Yush meminta agar jasadnya dipindahkan ke tempat kelahirannya.
Yasser Arafat Meninggal Dunia
16 tahun yang lalu, tanggal 11 November tahun 2004, Yasser Arafat, Pemimpin Otorita Palestina dan Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) meninggal dunia.
Yasser Arafat dilahirkan pada tahun 1929, sejak usia remaja ia mulai aktif melawan pendudukan Rezim Zionis Israel. Pada tahun 1946, ia hijrah ke Mesir untuk melanjutkan studinya di Cairo University, dan dalam jangka waktu lima tahun, ia telah menamatkan kuliahnya di jurusan arsitektur.
Pada tahun 1965, Arafat kembali ke Palestina, kemudian ia mendirikan gerakan Fatah untuk melawan Rezim Zionis Israel. Empat tahun kemudian, ia duduk sebagai ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) hingga akhir hayatnya. Organisasi ini merupakan afiliasi dari beberapa organisasi lain yang ada di Palestina.
Selama dekade 1970-an, Arafat aktif memimpin gerakan melawan Tel Aviv. Akan tetapi pada tahun 1982, setelah Rezim Zionis Israel menggempur Lebanon, Arafat mengeluarkan perintah kepada pasukannya untuk menarik diri ke wilayah Tunisia. Aksi ini praktis menandai berakhirnya perlawanan bersenjata PLO terhadap Rezim Zionis Israel.
Pada tahun 1988, Arafat secara resmi mengakui keberadaan Rezim Zionis Israel, dan tiga tahun kemudian, ia memulai perundingan damai dengan Tel Aviv. Dan pada tahun 1993, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Rezim Zionis Israel menandatangani kesepakatan damai Oslo. Karena Rezim ini tidak komitmen dengan kesepakatan-kesepakatan yang mereka buat, akhirnya pada tahun 2000, rakyat Palestina mendeklarasikan dimulainya Intifada masjid al-Aqsa.
Sejak tahun 2002, Rezim Zionis Israel memberlakukan tahanan kota kepada Arafat, dan ia dilarang keluar dari kota Ramallah Tepi Barat Sungai Jordan. Akan tetapi, karena menderita sakit parah, akhirnya ia dilarikan ke Paris untuk menjalani perawatan. Setelah dua pekan dirawat, pada tahun 2002, Arafat meninggal dunia di rumah sakit dalam usia 75 tahun.[]